Selayang Pandang Liga Primer Inggris 2017/18

BagikanTutup Komentar
Tim mana yang punya nilai skuat termahal? Apakah manajer asal Inggris tersingkirkan di rumah sendiri? Temukan jawabannya di sini!


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Dengan ditendangnya kick-off laga Arsenal versus Leicester City di Emirates Stadium, Sabtu (12/8) dini hari WIB, maka dimulailah musim baru dari liga paling kompetitif, paling mewah, sekaligus paling sukar diprediksi: Liga Primer Inggris.

Jutaan fans di seluruh dunia sudah pasti sangat menantikan Liga Primer edisi 2017/18 setelah jeda musim panas yang menjemukan. Mereka akan kembali disuguhkan sebuah pesta sepakbola yang mendebarkan sekaligus mengejutkan setiap pekannya.

Para jagoan tidak sebatas Big Four, mengingat sekarang terdapat enam tim yang layak disebut sebagai kandidat juara. Jangan abaikan pula probabilitas munculnya cerita Cinderella seperti yang dituliskan Leicester City dua musim silam.

SIMAK JUGA - Prediksi Goal: Duo Manchester Favorit Juara EPL 17/18

Memasuki musim baru, ke-20 kontestan -- termasuk tiga tim promosi: Newcastle United, Brighton & Hove Albion, Huddersfield Town -- tentu sudah mempersiapkan diri, terutama lewat jalur transfer pemain dengan mendatangkan rekrutan anyar.

Jagoan dari kota Manchester, City dan United, menjadi dua klub paling royal di bursa transfer musim panas ini dan berpotensi makin boros mengingat Deadline Day masih tiga pekan lagi. City bahkan sudah menghabiskan lebih dari £200 juta. Tidak heran jika armada Pep Guardiola memiliki nilai skuat termahal ketimbang yang lain. City juga dijagokan oleh banyak bursa taruhan bakal melengserkan Chelsea dari singgasana Liga Primer di akhir musim nanti.

Yang menarik adalah aktivitas belanja jor-joran dari klub-klub medioker seperti Everton, Leicester, dan Watford. Sekitar sepuluh tahun lalu, situasi ini mustahil terjadi. Pemasukan hak siar bernilai selangit adalah penyebabnya. Dampaknya, harga pemain di Liga Primer mengalami inflasi dari tahun ke tahun. Sejauh ini, dari 20 transfer termahal di musim panas 2017, 12 di antaranya berasal dari Liga Primer.

GFXID - Sekilas Liga Primer Inggris 2017/18

Besarnya perputaran uang di Liga Primer barang tentu menjadi magnet bagi sponsor-sponsor raksasa. United sejauh ini menjadi klub yang dianggap memiliki nilai pasar tertinggi. Korporasi raksasa seperti Chevrolet dan Adidas pun rela menggelontorkan puluhan juta per musim untuk Setan Merah.

Perusahaan lain juga tak mau kalah. Nike, yang dalam dua musim terakhir hanya mensponsori satu tim (Man City), di musim ini mampu mengembalikan cengkramannya di Liga Primer dengan menambah tiga tim (Chelsea, Tottenham, Brighton). Namun dalam hal perang apparel, Nike masih kalah dari Puma yang mampu mensponsori lima klub sekaligus (Arsenal, Leicester, Burnley, Newcastle, Huddersfield).

Berbicara soal manajer, Liga Primer masih dijajah oleh manajer asing. Enam klub elite semuanya dipegang oleh manajer luar negeri. Manajer asal Inggris memang lebih dominan ketimbang negara lain, namun mereka hanya kebagian tim papan tengah-bawah, yakni Leicester (Craig Shakespeare), Bournemouth (Eddie Howe), Swansea City (Paul Clement), dan Burnley (Sean Dyche).

Pada akhirnya, semua pernak-pernik di atas ini akan membuat pencinta Liga Primer kian antusias menyambut musim baru.

 

Artikel Selanjutnya:
Persija Jakarta Kontrak Bek Kanan Arema FC
Artikel Selanjutnya:
Kuala Lumpur Rahasiakan Identitas Pemain Indonesia
Artikel Selanjutnya:
Bali United Masih Butuh Nick Van Der Velden
Artikel Selanjutnya:
Oliver Kahn Menyesal Tolak Pinangan Manchester United
Artikel Selanjutnya:
Pep Guardiola: Rekor Kemenangan Beruntun Ini Akan Terus Memanjang!
Tutup