ROAD TO LYON: Jalan Panjang Berliku Olympique Marseille & Atletico Madrid

Komentar
Kedua tim harus menderita sejumlah hasil negatif sebelum berhasil menembus final Liga Europa 2017/18.

Suka cita bergejolak di Red Bull Arena, Salzburg pada 4 Mei lalu ketika Rolando mencetak sebuah gol krusial di menit ke-116.

Sontekan pelan menyambut sepak pojok yang dilakukan mantan bek Inter Milan dan Napoli itu membuat Olympique Marseille mengejar ketertinggalan menjadi 2-1 dari Red Bull Salzburg. Gol di babak perpanjangan waktu itu menggiring OM lolos dramatis ke final Liga Europa dengan keunggulan agregat 3-2.

Laga leg kedua semi-final tersebut seperti mengilustrasikan rangkuman perjalanan Marseille di Liga Europa musim ini. Dimitri Payet dkk. kerap harus menderita terlebih dahulu sebelum meraih hasil manis, belum lagi dengan perjalanan panjang yang harus mereka lalui.

Ya, sebagai tim yang cuma finis kelima di Ligue 1 Prancis musim lalu, Marseille terpaksa mengawali kompetisi kasta kedua Eropa itu dari babak kualifikasi dan play-off, namun tantangan mereka yang sesungguhnya terletak pada fase grup.

Pasukan Rudi Garcia cuma sanggup memetik dua kemenangan di Grup I, itu pun dengan skor yang tak meyakinkan. Untungnya, hal itu cukup untuk mengantar mereka finis di bawah pemuncak grup Salzburg, yang kelak akan menjadi lawan di semi-final.

GFXID - Road to Final Liga Europa 17/18 - Marseille

Di fase gugur, barulah Marseille mulai menunjukkan taringnya. Braga dan Athletic Bilbao ditendang dengan mantap. Yang paling mengesankan tentu saja ketika menjungkalkan RB Leipzig di perempat-final. Tertinggal 1-0 di leg pertama, Marseille membalas jagoan baru Bundesliga Jerman itu dengan skor istimewa 5-2!

Yang lebih membuat pemain dan pendukung Marseille kian bersemangat menyambut final ini adalah karena mereka bakal manggung di Stade de Lyon, yang merupakan markas Olympique Lyon. Seperti diketahui, rivalitas Lyon dan Marseille belakangan ini terasa makin sengit.

Di Ligue 1 musim ini, Marseille terpaksa kalah kandang-tandang dari Lyon. Namun tak ada cara yang lebih baik untuk membalaskan dendam itu selain dengan menjadi juara Eropa di stadion kebanggan milik musuh mereka. Perkara apakah mampu mengalahkan Atletico Madrid itu urusan belakangan, namun keberhasilan mentas di final Liga Europa di kandang Lyon sudah terasa seperti kemenangan bagi fans Marseille.

#3 UCL - UEL finalistsDidier Drogba giring Marseille ke final 2004, tapi kalah dari Valencia.

Walau begitu, suporter Marseille sebetulnya harus merasa cemas karena tim kesayangan mereka sering tidak dinaungi dewi fortuna ketika tampil di final Liga Europa (Piala UEFA). Dua kali tampil di final, Marseille kalah dua kali melawan Parma (1998/99) dan Valencia (2003/04).

Faktanya, wakil Prancis memang sangat sulit juara di Eropa. Klub Negeri Menara Eiffel memang cuma sekali berjaya di dua kompetisi Eropa utama (Liga Champions dan Liga Europa), yang ditorehkan Marseille di musim inaugurasi Liga Champions (1992/93) ketika mereka menjungkalkan AC Milan.

Jika berbicara kompetisi Eropa, wakil Spanyol adalah rajanya. Atletico sendiri pernah dua kali lolos ke partai puncak Liga Europa dan menang kedua-duanya, kontra Fulham (2009/10) dan Athletic Bilbao (2011/12). Tidak heran apabila Atletico lebih difavoritkan untuk memenangi final di Stade de Lyon, Kamis (17/5) dini hari WIB.

GFXID - Road to Final Liga Europa 17/18 - Atletico

Perjalanan Atletico ke Lyon, sebagaimana halnya Marseille, juga penuh lika-liku. Mereka secara mengecewakan harus tersingkir dari grup neraka di Liga Champions setelah kesulitan bersaing dengan AS Roma, Chelsea, dan bahkan hanya sanggup bermain imbang melawan tim terlemah di grup, Qarabag.

Setelah “turun kasta” ke Liga Europa, Antoine Griezmann dkk. akhirnya bisa unjuk gigi di mana mereka sempat membantai wakil Rusia Lokomotiv Moskwa dengan skor agregat telak 8-1, hingga menggagalkan ambisi Arsenal untuk memberikan kado perpisahan bagi Arsene Wenger.

Hanya saja, Atletico tidak akan bisa didampingi pelatih Diego Simeone saat melawan Marseille. Simoene masih menjalani skors akibat protes kerasnya kepada wasit di semi-final kontra Arsenal. Namun menilik sejarah, komposisi skuat, hingga ambisi, tentu saja Atletico jauh lebih unggul ketimbang Marseille.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Bek Persib Minta Abdoulaye Maiga Dihukum
2. Ismed Sofyan Minta The Jakmania Padati SUGBK
3. Philippe Coutinho: Hat-trick Saya Terasa Hampa
4. Arema Resmi Berhentikan Joko Susilo Dari Posisi Pelatih
5. Daftar Lengkap Topskor Liga Primer Inggris (1993-2018)

 

Artikel Selanjutnya:
Dimitri Payet & Florian Thauvin Puncaki Indeks Performa Ligue 1
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga Champions: Barcelona - PSV Eindhoven
Artikel Selanjutnya:
Jacksen F. Tiago: Wasit Nodai Pertandingan
Artikel Selanjutnya:
Jordan Henderson Tak Khawatir Aksi Teatrikal Neymar
Artikel Selanjutnya:
Imbangi Barito Putera, Widodo Cahyono Putro: Ini Hasil Yang Fair
Tutup