Red Bull Salzburg, Juara Baru 'Liga Champions Junior'

BagikanTutup Komentar
Klub Austria itu berhasil mengalahkan Manchester City, PSG, Atletico Madrid, dan Barcelona, sebelum menaklukkan Benfica di final UEFA Youth League.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter

Tim junior Red Bull Salzburg menciptakan sejarah sebagai klub Austria pertama yang berhasil menjuarai UEFA Youth League.

Perjalanan mereka dalam menjadi juara UEFA Youth League 2016/17 terbilang hebat. Mereka menghadapi lawan-lawan berat sejak memasuki babak play-off 16 besar.

Tim asuhan pelatih asal Jerman Marco Rose itu tetap tak terkalahkan meski berhadapan dengan tim junior dari klub-klub papan atas Eropa seperti Manchester City (Inggris) dan Paris Saint-Germain (Prancis) yang merupakan juara kompetisi junior di negara masing-masing, serta mengalahkan klub elite Spanyol Atletico Madrid dan Barcelona di babak delapan besar dan semi-final.

SIMAK JUGA: Hasil Lengkap UEFA Youth League 2016/17

ONLY GERMANY // RB Salzburg U19

UEFA Youth League merupakan turnamen antarklub papan atas Eropa di level U-19 yang mulai digelar pada musim 2013/14. Turnamen tersebut bisa disebut sebagai "Liga Champions junior" karena pesertanya adalah tim-tim junior dari 32 klub yang lolos ke fase grup Liga Champions.

Tapi, bukan hanya 32 klub yang tim seniornya tampil di Liga Champions saja yang ikut serta, kompetisi ini juga diikuti tim junior yang menjadi juara di kompetisi domestik negara masing-masing.

Total ada 64 klub peserta dalam kompetisi UEFA Youth League. Musim ini ada 40 dari total 55 negara anggota asosiasi sepakbola Eropa (UEFA) yang mengirimkan wakilnya.

64 klub peserta kemudian dibagi menjadi dua jalur. 32 klub yang tim seniornya lolos ke fase grup Liga Champions akan menjalani fase grup dengan pembagian yang sama dengan tim senior. Sementara 32 klub sisanya akan melewati jalur juara domestik.

Red Bull Salzburg tampil di UEFA Youth League sebagai juara kompetisi level junior Austria. Sementara tim senior mereka gagal lolos ke fase grup Liga Champions musim ini.

32 tim yang berada di jalur juara domestik akan diundi untuk menjalani dua putaran yang masing-masing berlangsung dua leg. Mereka yang berhasil lolos akan menjalani laga play-off dengan runner-up grup jalur Liga Champions untuk tampil di babak 16 besar.

Pada putaran pertama Red Bull Salzburg menghadapi klub Makedonia Vardar, mereka bisa meraih kemenangan mudah dengan agregat 8-0. Di putaran kedua klub yang disponsori perusahaan minuman energi asal Austria itu juga dengan mudah unggul agregat 9-1 atas klub Kazakhstan, Kairat.

Lawan berat mulai mereka hadapi di babak play-off kontra Manchester City  yang lolos sebagai runner-up grup C jalur Liga Champions. Pertandingan penentu untuk lolos ke babak 16 besar itu hanya berlangsung satu leg dan berlangsung di kandang tim dari jalur juara domestik.

Berlaga di Stadion Salzburg, tim tuan rumah bermain imbang 1-1 dengan City. Laga kemudian langsung dilanjutkan ke babak adu penalti, Red Bull Salzburg pun berhasil unggul 4-3 dan berhak lolos ke 16 besar.

Di 16 besar Red Bull Salzburg berhadapan dengan Paris Saint-Germain yang sama seperti City sebenarnya mereka adalah juara di kompetisi domestik namun karena tim senior mereka tampil di fase grup Liga Champions, mereka menjalani turnamen UEFA Youth League dari jalur Liga Champions.

Menghadapi PSG, tim asuhan Marco Rose berhasil menang telak 5-0. Mereka kemudian terus melaju dan menghadapi Atletico Madrid di perempat-final.

Di delapan besar Red Bull Salzburg berhasil menang tipis 2-1 atas Atleti, mereka kemudian menghadapi lawan berat di empat besar karena bertemu tim junior Barcelona, yang dikenal sebagai salah satu akademi terbaik di Eropa.

Laga semi-final dan final berlangsung di Colorvay Stadium, Nyon, Swiss. Di tempat itulah Red Bull Salzburg menciptakan sejarahnya. Menghadapi Barcelona, mereka sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Jordi Mboula (top scorer turnamen dengan delapan gol) di babak pertama.

Barcelona Salzburg Youth League

Akan tetapi Red Bull Salzburg berhasil membalikkan kedudukan di babak kedua. Bintang mereka di turnamen ini Hannes Wolf menyamakan kedudukan pada menit ke-63. Penyerang asal Austria berusia 18 tahun itu kemudian menciptakan assist untuk gol kemenangan yang tercipta melalui pemain pengganti, Patson Daka, di menit ke-84. 

Berdasarkan data dari UEFA.com, Red Bull Salzburg berhasil menggempur pertahanan lawan dengan melepaskan 16 tembakan sedangkan Barca hanya empat kali.

Di laga final yang berlangsung Senin (24/4), Red Bull Salzburg berhadapan dengan Benfica yang sukses menyingkirkan Real Madrid di semi-final.

Pada laga puncak tersebut situasi seperti di babak semi-final terulang bagi Red Bull Salzburg. Mereka kembali tertinggal satu gol saat babak pertama usai. Namun berhasil bangkit di babak kedua.

Pahlawan mereka di semi-final, Daka, sukses menyamakan kedudukan pada menit ke-72. Sementara gol kemenangan tercipat melalui Alexander Schmidt di menit ke-76. Meski tidak mencetak gol Wolf kembali berkontribusi besar karena dua gol yang tercipta berawal dari assist-nya.  

Hannes Wolf menjadi bintang Red Bull Salzburg di turnamen ini. Sang gelandang serang itu merupakan pemain yang paling banyak berkontribusi pada gol yang timnya ciptakan. Total ia terlibat dalam 12 gol (tujuh gol, lima assist). 

ONLY GERMANY // Mergim Berisha RB Salzburg U19

Selain Wolf, pemain lain yang juga tampil mencolok adalah sang penyerang Mergim Berisha, dengan perolehan tujuh gol dan empat assist di turnamen ini. Tim tersebut juga masih memiliki talenta muda potensial lainnya seperti Oliver Filip (mencetak hat-trick kontra PSG), Patson Daka, dan Amadou Haidara.

Dari pinggir lapangan tentu kesuksesan Red Bull Slazburg menjadi juara tidak terlepas dari kehadiran sang pelatih Marco Rose.

ONLY GERMANY // Marco Rose RB Salzburg U19

Rose merupakan pelatih kelahiran Leipzig, Jerman. Ia pernah menjadi asisten pelatih dari Thomas Tuchel (pelatih Borussia Dortmund saat ini) di Mainz 05 pada 2009, serta asisten pelatih Martin Schmidt di Mainz 05 II dari 2010 hingga 2012.

Mantan pemain VfB Leipzig, Hannover 96, dan Mainz 05, itu mulai bergabung menjadi pelatih tim junior Red Bull Salzburg sejak 2013. Rose mulai melatih dari level U-16, pada 2015 ia beralih menangani tim U-18, dan sejak September 2016 mulai melatih tim U-19 yang berlaga di UEFA Youth League.

Rose menerapkan formasi 4-3-1-2 pada timnya dan bermain menyerang. Ia merasa bangga bisa membawa tim junior Red Bull Salzburg meraih prestasi terbaik di kompetisi antarklub Eropa.

"Saya sangat bangga pada para pemain yang telah membawa klub mendapatkan reputasi terbaik yang bisa mereka raih saat ini. Eropa harus tahu bahwa kami memainkan sepakbola yang sangat bagus di Austria," ujar pelatih berusia 40 tahun itu kepada RedBull.com.

Sejak pertama kali diselenggarakan, baru ada dua klub yang bisa menjuarai UEFA Youth League, mereka adalah tim junior Barcelona pada edisi perdana (2013/14), dan kemudian Chelsea dalam dua musim setelahnya secara beruntun. Red Bull Salzburg menjadi tim ketiga yang berhasil menjuarai turnamen yang baru berjalan empat musim tersebut.

SIMAK JUGA: UEFA Hanya Izinkan Satu Klub Red Bull?

Kesuksesan tim junior Red Bull Salzburg membuka harapan bagi tim senior mereka untuk kembali bersaing di kompetisi antarklub Eropa.

Sebelum berubah nama menjadi Red Bull Salzburg pada 2005, klub tersebut berdiri pada 1933 dengan nama SV Austria Salzburg. Prestasi terbaik mereka di kompetisi antarklub Eropa adalah saat menjadi runner-up Piala UEFA (sekarang Liga Europa) pada musim 1993/94. Mereka takluk dari Inter di laga final.

Setelah itu mereka lebih sering gagal di babak kualifikasi Liga Champions dan tampil di ajang Liga Europa.
 
Perjalanan Red Bull Salzburg menjadi juara UEFA Youth League 2016/17:

  • Putaran pertama vs FC Vardar: agregat 8-0
  • Putaran kedua vs FC Kairat Almaty: agregat 9-1
  • Play-off vs Manchester City: 1-1, Salzburg menang 4-3 di babak adu penalti
  • 16 besar vs Paris Saint-Germain: 5-0
  • Perempat-final vs Atletico Madrid 2-1
  • Semi-final vs FC Barcelona 2:1
  • Final vs Benfica: 2-1

 

Artikel Selanjutnya:
Owen Hargreaves: Lakukan Kesalahan, Victor Lindelof Kehilangan Kepercayaan Jose Mourinho
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Perseru Serui 2-1 Persipura Jayapura
Artikel Selanjutnya:
Borussia Dortmund Akan Ditinggal Kiper Veterannya Di Akhir Musim
Artikel Selanjutnya:
Mauricio Pochettino Geram Lihat Cara Jose Mourinho Dekati Eric Dier
Artikel Selanjutnya:
LIVE: Persela Vs. Persib
Tutup