PSSI Fokus Hasilkan Penilai & Instruktur Wasit Pada 2018

BagikanTutup Komentar
Untuk hal tersebut, PSSI dibantu referee assessor dari FIFA.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN

PSSI terus berupaya membenahi perangkat pertandingan yang akan diberdayakan pada kompetisi di Indonesia. Seperti diketahui, kinerja wasit memang menjadi yang paling disorot.

Hal itu pun disadari PSSI. Maka itu, mereka coba membangun sistem perwasitan terlebih dahulu dari tingkat instruktur.

"Saat ini, sedang digelar kursus referee assessor (penilai wasit). Untuk kursus itu, PSSI mendatangkan Ray Oliver (Inggris) dan Toru Kamigawa (Jepang) yang merupakan referee assessor terbaik FIFA," kata Ratu Tisha Destria, sekjen PSSI.

"Mereka akan membantu PSSI dalam memfilter dua hal. Pertama, untuk mencetak penilai wasit dan kedua untuk menghasilkan instruktur wasit. Jadi pada 2018 fokus PSSI bukan membenahi wasitnya, tapi menghasilkan referee coach terlebih dahulu. Seperti pemain, dia akan bertambah baik dengan jam terbang dan ada pelatihnya. Begitu pun referee assessor ini adalah seperti pelatih untuk wasit, sehingga dia harus mengambil lisensi dan sebagainya," jelas wanita yang pernah mendapatkan beasiswa FIFA Master itu. 

Sementara itu, PSSI saat ini masih belum menetapkan dengan pasti kapan kick-off Liga 1 2018 bakal dimulai. Memang sempat tersiar kabar, kick-off bakal dimulai pada 24 Februari nanti. Tapi kabarnya, hal itu sulit untuk direalisasikan lantaran waktu berakhirnya Piala Presiden 2018 pada 17 Februari nanti.

Sehingga dianggap mepet dengan persiapan tim menuju ke kompetisi. Kabar terakhir, kick-off bakal diundur pada 10 Maret nanti.  

Artikel Selanjutnya:
Firza Andika Percaya Diri Timnas Indonesia U-19 Lolos Ke Piala Dunia U-20
Artikel Selanjutnya:
Tolak Banyak Tawaran, Andres Iniesta Ungkap Alasan Pilih Vissel Kobe
Artikel Selanjutnya:
Menuju La Decimotercera: Rahasia Di Balik DNA Juara Eropa Real Madrid
Artikel Selanjutnya:
ROAD TO KIEV: Parade Gol Warnai Perjalanan Liverpool Ke Final
Artikel Selanjutnya:
Persib Bandung Tanpa Oh In-Kyun Lawan Bali United
Tutup