Sanjungan Khusus Oliver Kahn Untuk Hugo Lloris & Jordan Pickford

BagikanTutup Komentar
Oliver Kahn memberi sanjungan khusus pada Hugo Lloris dan Jordan Pickford yang tampil memesona di Piala Dunia 2018 lalu.

Penjaga gawang legendaris Jerman, Oliver Kahn, mengeluarkan pendapatnya soal deretan performa hebat dari kiper-kiper yang berlaga di Piala Dunia 2018 lalu.

Kahn menilai jika kiper di era sekarang sudah memiliki peran yang berbeda. Tidak hanya harus bagus memberikan refleks terhadap bola yang datang dari lawan, tapi juga wajib berperan sebagai "kiper-pemain" yang lebih terlibat dalam permainan bahkan jadi mula serangan timnya.

Dua nama kemudian disanjung secara khusus oleh figur 49 tahun tersebut. Mereka adalah kiper utama sekaligus kapten Prancis, Hugo Lloris, yang jadi juara dunia dan kiper belia Inggris, Jordan Pickford.

lloris

"Saya melihat beberapa kiper yang kuat sepanjang Piala Dunia, yang menguasai disiplin ilmu dasar 'kiper-pemain' dengan nyaris sempurna," buka Kahn kepada Goal di Jerman.

"Sebagai contoh: Hugo Lloris, yang merupakan salah satu kiper terbaik dunia di garis gawang, dengan [performa] meyakinkan dan keberaniannya untuk berada dalam posisi yang ofensif.

"Setelahnya ada Thibaut Courtois yang sangat kuat dalam situasi satu lawan satu dan kontrol bola yang mengenai mistar. Kemudian Danijel Subasic yang mampu membangun kepercayaan dirinya untuk hadapi penalti, sekaligus memaksimalkan pengalamannya untuk memberi rasa aman. 

2018-07-09 Jordan Pickford

"Kiper muda Inggris, Jordan Pickford, bermain paling dekat dengan peran 'kiper-pemain', seperti yang telah saya definisikan. Selain refleksnya yang bagus, saya memperhatikan kemampuan luar biasanya dalam membuka permainan.

"Dalam bentrok semi-final melawan Kroasia, Pickford membuat operan yang lebih sedikit dari lawannya, Subasic, tapi keterlibatannya [dalam permainan] dua kali lebih banyak dimaksimalkan oleh rekan setimnya dan [seakan] berperan sebagai bek tambahan.

"Pickford menggunakan dua kakinya [dalam bermain] dan membuktikan bahwa postur pendek 185 centimeter hanya memainkan peran kecil dalam menjaga gawang. Dia memperlihatkan bahwa dirinya nyaris berperan sebagai 'kiper-pemain' sejati, tapi dia belum melakukannya dengan cara terbaik.

"Memperbaiki kemampuan kaki penjaga gawang dalam 25 tahun terakhir hampir tidak memiliki pengaruh dalam permainan. Kecuali kiper tersebut juga difungsikan untuk terlibat dalam sirkulasi bola permainan timnya. Di sini saya melihat potensi terbesar," tutupnya.

Oliver Kahn mendirikan GOALPLAY pada 2016 untuk membantu perkembangan kiper lebih jauh. Inti dari filosofinya adalah bahwa kiper tidak hanya sekadar menjaga gawang, tetapi dewasa ini dengan aktif terlibat dalam permainan.

GOALPLAY Academy diciptakan untuk asosiasi sepakbola serta klub-klub untuk lebih membantu pendidikan pelatih, begitu juga dengan menyediakan pelatih itu sendiri, serta menciptakan kesadaran betapa pentingnya posisi kiper.

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Eden Hazard Akan Warisi Nomor Punggung Cristiano Ronaldo
2. Nikola Kalinic Ogah Terima Medali Piala Dunia 2018
3. Timnas Indonesia Akhirnya Punya Bus Baru
4. Karim Benzema: Gianluca Di Marzio Pembohong!
5. Serie A: Pemain Termahal Untuk Setiap Posisi
Selengkapnya: Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

 

Artikel Selanjutnya:
Luis Milla Nolak Dinilai Berubah Di Asian Games 2018
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Serie A Italia: Sassuolo - Inter Milan
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Serie A Italia: Lazio - Napoli
Artikel Selanjutnya:
Stefano Lilipaly Ingin Duet Dengan Alberto Goncalves Saat Lawan Hong Kong U-23
Artikel Selanjutnya:
Pep Guardiola Waspadai Ancaman Huddersfield Town
Tutup