Pemain Pelapis Jadi Solusi Krisis Inter Milan

Komentar
Tanpa Icardi dan Candreva, kemudian Miranda ditarik di tengah laga, para pemain cadangan Inter mencuat sebagai pahlawan untuk menyetop tren negatif.


OLEH    TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Kebuntuan tiga angka Inter Milan akhirnya berhasil dipecah akhir pekan kemarin (11/2) dengan mengandaskan perlawanan tim tamu Bologna dengan skor 2-1.

Kemenangan yang ditunggu-tunggu oleh suporter La Beneamata tersebut justru ketika pelatih Luciano Spalletti dipaksa melakukan rotasi frontal dengan beberapa variasi alasan.

Pertama tentu nama Mauro Icardi harus disebutkan, striker asal Argentina itu terpaksa menepi karena cidera, padahal tenaganya sangat dibutuhkan. Ia bisa disebut sebagai pemain terbaik Inter sejauh musim ini dengan mencatatkan 18 gol dari 22 pertandingan, sebuah kontribusi yang bahkan memaksa Real Madrid melirik.

Namun, Eder yang menggantikan peran Icardi mampu menjawab ekspektasi dengan cukup menawan. Pemain asal Italia itu membukukan dua gol dalam dua pertandingan untuk memberi tim empat poin yang berharga dalam perburuan tiket Liga Champions. Di bangku cadangan ia bersabar menanti kesempatan, dan ketika itu datang, Eder tidak menyiakannya.

Eder Inter Crotone Serie A

Kemudian, Yann Karamoh yang menjadi bintang kemenangan Inter adalah bukti perlunya Spalletti memberi kepercayaan pada pemain-pemain baru untuk memutus stagnansi permainan klub. Joao Cancelo terlebih dahulu menyegel posisi starter sebagai bek kanan, memaksa Danilo D'Ambrosio bergeser ke kiri, dan performanya terus meningkat.

Spalletti melakukan perjudian dengan memasukkan Karamoh sebagai starter menggusur Antonio Candreva yang dinilai terus menukik kualitas permainannya. “Level kualitas Antonio Candreva menurun satu tahap, dia hanya butuh antusiasme. Pada saat ini semua orang telah kehilangan kepercayaan diri mereka dan dia adalah salah satu dari mereka yang paling terpengaruh," ungkap sang pelatih.

Hasilnya, pemain berusia 19 tahun asal Prancis ini melakukan aksi sensasional untuk mencetak gol yang memutus puasa kemenangan klub selama lebih dari dua bulan.

Ia memberikan bola kepada Rafinha, dan tidak seperti biasanya, Karamoh bukan menyisir sisi kiri tapi masuk ke area tengah untuk menerima umpan balik sebelum melewati dua pemain Bologna dengan cerdik dan melepas tembakan keras yang menggetarkan jala tim tamu.

Sebuah gol luar biasa, gol kemenangan yang didamba-damba, lahir dari sosok yang belum menginjak usia kepala dua dan baru saat itu mendapat kesempatan bermain sebagai starter.

Karamoh Internazionale Bologna Serie A 02112018

Terakhir, nama Lisandro Lopez juga layak disebut sebagai protagonis dalam mengakhiri tren negatif Inter. Pemain yang baru didatangkan dari Benfica pada Januari kemarin, 'dipaksa' melakukan debut kala menjamu Bologna. Pemain berusia 28 tahun itu masuk di paruh kedua menggantikan Miranda yang dilanda cedera.

Sangat menarik, melihat bagaimana Miranda menjadi biang keladi masuknya gol ke gawang Inter pada babak pertama, dan kemudian Lopez masuk menggantikannya dan tampil sangat disiplin dalam menjaga area jantung pertahanan pada laga perdananya sehingga Rossoblu gagal mencetak gol kedua.

Kinerja ketiga pemain di atas menunjukkan Spalletti tidak perlu terpaku dengan 'The Winning Team' yang sempat mengantar Inter meraih Capolista, nama-nama di bangku cadangan juga layak mendapatkan kesempatan lebih jika pemain utama terlihat kesulitan, sekaligus untuk memberi aspek kejutan sehingga lawan tidak mudah mengantisipasi.

Beberapa nama di bangku cadangan lain yang berpeluang mendapat porsi menit bermain lebih banyak antara lain Dalbert, dengan perginya Yuto Nagatomo dan D'Ambrosio yang tidak terlalu nyaman di kiri, pemain berusia 24 tahun itu menjadi harapan terbesar bagi klub untuk menjadi andalan di posisinya. Lalu striker muda Andrea Pinamonti juga bisa menjadi alternatif apabila cedera Icardi tak kunjung membaik dan Eder mengalami hari buruk.

Sementara Rafinha, dengan performa enerjiknya melawan Bologna kemarin, tidak akan butuh waktu lama bagi Spalletti untuk mempercayai mantan pemain Barcelona itu sebagai starter untuk pertama kali, yang kemungkinan besar pada laga berikutnya, menghadapi Genoa dan Benevento.

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INII
1. Alasan Ustaz Yusuf Mansur Mau Terjun Ke Sepakbola Indonesia
2. Marcelo: Neymar Pasti Ke Real Madrid
3. Bali United Prioritaskan Piala Presiden Bukan Karena Uang
4. Jose Mourinho Malu Akui Menyesal Jual Kevin De Bruyne
5. Gennaro Gattuso: Patrick Cutrone Bukan Filippo Inzaghi!

Artikel Selanjutnya:
Duka Mendalam Dari VPC Atas Meninggalnya The Jakmania Di Bandung
Artikel Selanjutnya:
Unai Emery: Petr Cech Tak Pantas Dikritik
Artikel Selanjutnya:
I Putu Gede Dwi Santoso Mundur Dari Perseru Serui
Artikel Selanjutnya:
Eden Hazard: Chelsea Bahagia Di Tangan Maurizio Sarri
Artikel Selanjutnya:
Pernyataan Resmi Persib Bandung: Kemenangan Terasa Hambar
Tutup