Pelatih PSPS Pekanbaru: Liga 2 Paling Kejam Di Dunia

BagikanTutup Komentar
Kendati PSPS memiliki peluang ke Delapan Besar, Philep belum memikirkan kans tersebut.


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   SLEMAN   

Pelatih PSPS Pekanbaru Philep Hansen Maramis menganggap Liga 2 2017 merupakan kompetisi paling kejam di dunia, karena telah membuat puluhan klub terdegradasi pada tahun ini.

Philep mengaku lega PSPS telah melalui fase grup, sehingga mereka dipastikan tetap berlaga di kompetisi kasta kedua tanah air ini. Bahkan, kemenangan 3-2 atas PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo pada matchday keempat Grup A kemarin membuka peluang tim besutannya melaju ke Delapan Besar.

SIMAK JUGA: Persis Anggap Duel Lawan PSPS Laga Hidup-Mati

“Liga terkejam di dunia adalah Liga 2. Di penyisihan grup hanya 16 tim yang memastikan lolos langsung. Hampir 40 tim jatuh ke liga 3. Bersyukur juga kami bisa lolos ke 16 besar,” kata Philep.

“Kami sudah melewati fase terberat, yaitu fase grup. Kalau kami bisa lolos Delapan Besar, syukur alhamdulillah. Anak-anak mampu bermain lepas. Dari manajemen juga kalau tidak lolos tidak apa apa, tetapi bukan berarti tidak ada target.”

SIMAK JUGA: Pembagian Grup 16 Besar Liga 2 2017

“Kami punya kendala saat bermain kandang, tekanan publik sangat tinggi. Perlu diketahui, kami lolos ke 16 besar karena sapu bersih poin di luar kandang. Kalau di kandang kami malah sempat kalah lawan PS Babel.”

Sementara itu, pelatih PSS, Fredi Mulli, tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dengan kekalahan itu. Bahkan PSS mampu unggul lebih dulu melalui Imam Bagus pada menit ke-39, dan sepakan penalti Mahadirga Lasut (55).

SIMAK JUGA: Persis Lolos Ke 16 Besar Liga 2

“Banyak kekecewaan dengan penampilan pemain yang kurang mati-matian di lapangan. Kehilangan konsentrasi saat serangan balik, tidak melihat lawan. Ini bukan karakter PSS,” cetus Fredi.

“Sistem sebenarnya sudah berjalan, tetapi pergantian Mardiono tidak berjalan. Sebagai pemain pengganti dia punya tenaga 100 persen, tapi dia malah pasif. Kerjanya tidak maksimal. Saya juga kecewa dengan penampilan [kiper] Syahrul [Trsina], tiga gol blunder semuanya.” (gk-62)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga Champions: Chelsea - AS Roma
Artikel Selanjutnya:
Keylor Navas Tak Bahagia Diimbangi Tottenham Hotspur
Artikel Selanjutnya:
Jurgen Klopp Semringah Dengan Rekor Gol Liverpool
Artikel Selanjutnya:
Kyle Walker Sanjung Penampilan Heroik Ederson
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Liga Champions: Sevilla Kalah Telak Di Rusia, APOEL Imbangi Borussia Dortmund
Tutup