Momen Tepat Eden Hazard Untuk Bersinar

BagikanTutup Komentar
Kalau boleh jujur, Hazard adalah kesempatan terbaik bagi Chelsea untuk menghentikan Barcelona.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Enam tahun sejak malam magis di Munich berlalu, Chelsea masih terlihat masih gagap ketika berbicara di Liga Champions. Raihan dua titel Liga Primer Inggris, satu Liga Europa, satu Piala Liga jelas tidak boleh disepelekan. Namun ketika harus berkompetisi di ranah elite Eropa, The Blues jauh dari kata spesial.

Menariknya, juga enam tahun yang lalu, Chelsea merekrut seorang pemuda ajaib dari Lille dan ia pun berkembang menjadi wajah baru klub. Bukan Chelsea namanya kalau tanpa Eden Hazard. Dialah sang ikon, roh permainan tim, dan digadang-gadang sebagai calon peraih Ballon d’Or.  

Saat ini, sang bintang Belgia sudah berusia 27 tahun dan terus menjadi tumpuan Chelsea. Dengan demikian, regenerasi dari era Frank Lampard, John Terry, Didier Drogba ke era Hazard seharusnya sudah memasuki tahap sempurna. Tapi ternyata situasinya tidak demikian.

Di saat harus menjadi pembeda di partai-partai besar Liga Champions, Hazard sering kesulitan melakukannya. Padahal, itulah syarat penting untuk layak disebut sebagai pemain besar. Hazard belum konsisten menjadi sosok yang mampu mengonversi beban tekanan di pundaknya menjadi performa optimal di atas lapangan.

Saat menghadapi Paris Saint-Germain di babak 16 besar musim 2014/15 dan musim 2015/16, Hazard memang sanggup mencetak gol melalui penalti, tapi kontribusi itu tidak cukup untuk menginspirasi kelolosan timnya. Di musim 2013/14, Chelsea berhasil menembus semi-final, namun performa rata-rata Hazard membuat Atletico Madrid yang berhak melenggang ke final.

Oleh karena itu, dalam partai leg pertama babak 16 besar melawan Barcelona, Rabu (21/2) dini hari WIB, Hazard mau tak mau kembali menjadi sorotan. Ia wajib membuktikan bahwa dirinya masih punya potensi untuk menyamai level Lionel Messi di kubu lawan.

Eden Hazard, Lionel MessiLevel Hazard masih jauh dari Messi

“Anda tentu ingin bersinar ketika mengadapi para pemain terbaik di dunia,” ungkap Hazard dalam jumpa pers jelang laga seru di Stamford Bridge itu. “Jika Anda ingin menjadi salah satu yang terbaik, Anda harus tampil bagus di pertandingan besar. Inilah pertandingan besar tersebut.”

Hazard punya modal penting jelang duel kontra Barca. Sejak pergantian tahun 2018, dari sepuluh gol yang dibuat Chelsea di Liga Primer, enam di antaranya dibuat oleh Hazard seorang. Di satu sisi, ini menunjukkan adanya gejala ketergantungan terhadap sang winger mungil, namun di sisi lain menjadi bukti kalau Hazard sedang on fire dan layak diandalkan.

Hazard juga bakal makin termotivasi untuk unjuk gigi setelah menyaksikan para bintang Liga Primer lain bersinar di Eropa pada pekan lalu: meledaknya trio Liverpool (Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino) yang membuat Porto luluh lantak; kombinasi maut Kevin De Bruyne, Sergio Aguero, dan Raheem Sterling yang membawa Manchester City menang mudah di Basel; hingga kebintangan Harry Kane dan Christian Eriksen yang menyiksa Juventus.

Angel Di Maria PSG Eden Hazard FC Chelsea Champions League 09032016Hazard kerap sulit bersinar di laga-laga besar Liga Champions.

Beruntung, Hazard tidak sendirian menghadapi ujian ini. Bantuan dari segala lini sudah pasti siap diberikan. Mulai dari Thibaut Courtois -- yang tidak pernah dijebol Messi dalam delapan pertemuan terakhir -- hingga berlimpahnya kontingen Spanyol di skuat Chelsea yang barang tentu bakal membisikkan satu-dua tips kepada Hazard soal cara meruntuhkan tembok pertahanan Barcelona.

Menilik performa anak asuh Antonio Conte yang naik-turun dalam beberapa laga terakhir, harus diakui kalau Hazard adalah kesempatan terbaik bagi The Blues untuk mengganjal Barcelona. Syaratnya, Hazard harus mampu menjadi Messi-nya Chelsea, menjadi sosok pembeda bagi klubnya, agar Messi yang sesungguhnya mendapat lawan sepadan.

Versi terbaik dari Hazard harus bisa tersaji di laga sebesar dan sepenting ini.

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INII
1. Alasan Bobotoh Terpilih Sebagai Suporter Terbaik Piala Presiden
2. Manchester City Parodikan Dilan 1990
3. Marko Simic Siap Jika Dibutuhkan Timnas Indonesia
4. Kesalahan Teknis Bikin Gol Juan Mata Dianulir VAR
5. Xavi: Kemenangan Real Madrid Atas PSG Tidak Adil!

Artikel Selanjutnya:
Mantan Wasit Liga Primer: Harusnya Tak Ada Penalti Di Final Piala Dunia 2018!
Artikel Selanjutnya:
Fans Persegres Gresik United Gelar Unjuk Rasa
Artikel Selanjutnya:
Kylian Mbappe Samai Rekornya, Pele: Saya Akan Kembali Bermain!
Artikel Selanjutnya:
Bruce Djite Masih Dapat Kesempatan Di PSM Makassar
Artikel Selanjutnya:
Gary Neville: Prancis Pantas Juara!
Tutup