Massimo Moratti: Antonio Conte Orang Pintar, Dia Takkan Ke AC Milan

BagikanTutup Komentar
Eks orang nomor satu Inter ini melemparkan sindiran kepada Milan soal potensi menunjuk Conte sebagai pelatih.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Ambisi AC Milan untuk menunjuk Antonio Conte sebagai pelatih mendapat sambutan sinis dari mantan presiden Inter Milan, Massimo Moratti. Menurutnya, sosok cerdas seperti Conte tidak mungkin mengiyakan tawaran melatih dari Milan.

Conte beberapa waktu lalu pernah menyatakan niatnya untuk kembali berkarier di Italia suatu saat nanti selepas jabatannya sebagai manajer Chelsea usai. Sejumlah klub Serie A Italia seperti Milan dan Inter pun dikabarkan tertarik untuk menjadikan Conte sebagai allenatore mereka.

Milan barangkali lebih membutuhkan sosok seperti Conte di kursi pelatih ketimbang Inter. Pasalnya, kondisi Rossoneri masih belum stabil selepas belanja jor-joran di musim panas lalu, ditandai dengan serangkaian hasil mengecewakan dan pemecatan Vincenzo Montella. Namun, Moratti menilai Conte tidak cocok melatih Milan.  

“Dia [Conte] adalah pelatih yang hebat. Satu-satunya perbedaan antara dia dan Luciano Spaletti adalah bahwa Spalletti masih belum menjuarai Serie A, sedangkan Conte sudah menjuarai liga di Italia dan Inggris,” ungkap Moratti kepada La Gazzetta dello Sport.

“Jika dia bergabung ke Inter dan gagal, maka itu karena kesalahan Inter. Dia melatih AC Milan? Tidak, saya rasa itu tidak pas, dia adalah orang yang pintar [dalam memilih klub],” jelasnya.

Massimo Moratti FC Internazionale Milano v SSC Napoli - Serie A 01062011

Lebih lanjut, Morratti juga membahas Spalletti yang memiliki kinerja apik setelah ditunjuk menukangi Inter di musim ini. Menurutnya, Spalletti adalah pelatih terbaik Inter sejak Jose Mourinho.

“Saya tidak pernah memberi Spalletti saran. Sebagai Interista, saya hanya menjelaskan mentalitas klub ini. Jujur, dulu saya pernah mendekatinya selepas kami meraih treble, tetapi dia memilih Zenit,” sambungnya.

“Dia adalah pelatih yang bisa membaca pikiran para pemain, seperti Mourinho. Pemain seperti [Andrea] Ranocchia, [Davide] Santon, dan [Marcelo] Brozovic seperti terlahir kembali bersama dirinya,” imbuh Moratti.

 

Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Grup F: Swedia - Korea Selatan
Artikel Selanjutnya:
Most Energized Player Brasil vs Swiss: Valon Behrami
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan Piala Dunia 2018: Brasil 1-1 Swiss
Artikel Selanjutnya:
Fakta Unik Piala Dunia 2018: Rafael Marquez Masuk Klub Eksklusif
Artikel Selanjutnya:
Most Energized Player Jerman vs Meksiko: Hirving Lozano
Tutup