Alexandre Lacazette, Jaminan Kelanjutan Kisah Sukses Predator Prancis Arsenal

BagikanTutup Komentar
Kedatangan Lacazette meneruskan tradisi Arsenal era Wenger dalam memboyong striker Prancis berkualitas.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Gairah baru sedang membuncah di Arsenal. Setelah dalam beberapa tahun terakhir ini dirasa tak pernah berhasil 100 persen dalam membangun tim juara, kini The Gunners boleh optimistis menatap musim depan. Kedatangan Alexandre Lacazette menjadi penyebabnya.

Manajemen Arsenal tidak mengungkapkan banderol Lacazette, namun diyakini pembelian penyerang 26 tahun itu memecahkan rekor transfer klub – mencapai £46 juta yang berpotensi naik menjadi £52 juta. Ini sekali lagi menegaskan pergeseran paradigma transfer Arsenal mengingat sebelumnya mereka dikenal pelit berbelanja pemain.

SIMAK JUGA: Arsenal Resmi Dapatkan Lacazette

Selain dari sisi harga, hal menarik lain dari sang rekrutan teranyar adalah fakta bahwa Lacazette meneruskan tradisi lama Arsenal dalam memboyong striker Prancis. Lacazette tercatat menjadi penyerang Prancis kedelapan yang pernah tercatat sebagai pemain Arsenal setelah Nicolas Anelka, Thierry Henry, Sylvain Wiltord, Olivier Giroud, plus tiga nama lain yang nasibnya kurang beruntung yakni Yaya Sanogo, Jeremie Aliadiere, dan Gilles Sunu.

Dua dekade silam, hal ini mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Maklum, sebelum era Arsene Wenger, Arsenal tidak terlalu akrab dengan pemain Prancis. Kedatangan sosok manajer berkebangsaan Prancis itu pada 1996 praktis membuka keran impor pemain dari Negeri Menara Eiffel. Meski tidak semuanya moncer, kebanyakan di antara mereka berkembang menjadi bintang. Siapa Gooner yang tidak kangen aksi Thierry Henry, Patrick Vieira, Robert Pires?

Lacazette & Legiun Striker Prancis Arsenal

Lacazette juga mengakui, French connection inilah yang membuatnya pindah ke Emirates Stadium. "Terima kasih kepada Thierry Henry dan para pemain Prancis lainnya, karena mereka menginspirasi saya sejak kecil untuk selalu mendambakan bisa bermain di sini. Hari ini impian tersebut menjadi kenyataan," kata Lacazette.

Henry otomatis menjadi idola bagi Lacazette. Tak bisa dimungkiri, Henry merupakan rekrutan terhebat sepanjang masa Arsenal. Dengan cuma membayar £11 juta, Wenger mampu memoles Henry dari seorang winger ortodoks menjadi topskor sepanjang masa Arsenal. Sebelum Henry merajalela, Anelka sempat menjadi pujaan fans Arsenal meski hanya berlangsung singkat.

Lalu masuk Wiltord, yang diboyong ke Highbury beberapa pekan setelah gol krusialnya bersama Prancis di final Euro 2000. Produktivitas gol Wiltord terbilang lumayan meski jarang diplot sebagai penyerang tengah bersama Henry. Wiltord paling dikenang berkat gol tunggalnya ke gawang Manchester United yang memastikan Arsenal mengunci titel juara Liga Primer 2001/02 di markas rival bebuyutannya itu.

SIMAK JUGA: Sepuluh Pembelian Termahal Arsenal

Seperti halnya Lacazette, Wiltord juga sempat menjadi pemain termahal Arsenal. Kala itu, ia diboyong dari Bordeaux dengan banderol £13 juta. Rekor ini bertahan cukup lama sebelum Arsenal merekrut winger Rusia Andrey Arshavin pada Januari 2009 seharga £15 juta.

Olivier Giroud melengkapi daftar predator top Prancis di Arsenal. Meski tinggal berjarak dua gol dari milestone 100 gol bersama Arsenal, masa depan Giroud saat ini masih buram. Kedatangan Lacazette diprediksi hanya akan semakin mendorong striker 30 tahun itu menuju pintu keluar Emirates.

Namun jika memilih bertahan, Giorud setidaknya bisa menjadi rekan senegara -- bersama Frenchman lain seperti Laurent Koscielny dan Francis Coquelin -- yang bisa memandu Lacazette untuk beradaptasi dengan kehidupan barunya di Inggris.

GFXID - Alexandre Lacazette, Lyon*Performa Lacazette musim 2016/17, semua kompetisi

Lacazette diharapkan bisa mengikuti jejak keempat kompatriotnya itu dan bukan malah bernasib sama seperti Sanogo, Aliadiere, dan Sunu. Nama terakhir bahkan tidak sempat membuat satu pun penampilan kompetitif di Arsenal. Beruntung, kehebatan Lacazette sudah teruji.

Dalam tiga musim terakhir bersama Olympique Lyon, ia mampu mengemas 76 gol dari 97 penampilannya di di Ligue 1 Prancis. Dengan rasio 0,78 gol per laga ini, Lacazette bisa menjadi jaminan gelontoran gol bagi Tim Meriam London di musim depan.

Idealnya, Lacazette bakal disokong Alexis Sanchez, Mesut Ozil, dan mungkin segera menyusul Thomas Lemar. Namun terlepas dari bagaimana komposisi skuat Wenger nantinya, Lacazette sudah lebih dari siap untuk menjadi predator made in France kelas wahid berikutnya bagi Arsenal.

 

Artikel Selanjutnya:
Voli Sadio Mane Jadi Gol Terbaik Matchday 6 Liga Champions, Persembahan Nissan!
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Bundesliga Jerman: Hoffenheim & Bayer Leverkusen Melaju Mulus
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Liga Primer Inggris: Everton & Leicester City Merangkak Naik
Artikel Selanjutnya:
Sriwijaya FC Berpeluang Ikut Piala Presiden
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Manchester United 1-0 Bournemouth
Tutup