Ketika Eropa Terlalu Mudah Untuk Spanyol

BagikanTutup Komentar
Dalam lima tahun terakhir, hegemoni klub-klub La Liga di kompetisi Eropa terasa makin kuat.

Ada banyak sudut pandang yang bisa diambil menyusul kemenangan telak 3-0 Atletico Madrid atas Olympique Marseille di final Liga Europa, Kamis (17/5) dini hari WIB.

Misalnya, hasil tersebut mengakhiri puasa gelar Atletico sejak 2014 hingga merupakan kado perpisahan manis untuk sang legenda klub Fernando Torres. Namun ada satu sudut pandang yang tak boleh dilewatkan, yakni kian dominannya klub-klub Spanyol di kompetisi Eropa. 

Ya, terhitung sejak musim 2013/14 atau dalam lima tahun terakhir, klub-klub negeri Matador nyaris menyapu bersih seluruh trofi Liga Champions dan Liga Europa yang tersedia.

Satu-satunya klub non-Spanyol yang mampu memutus rantai juara itu adalah Manchester United ketika menjadi kampiun Liga Europa musim lalu. Selebihnya, Real Madrid, Barcelona, Sevilla, dan Atletico bergiliran menjadi yang terbaik di Benua Biru.

Andai Real Madrid mampu mengalahkan Liverpool di final Liga Champions di Kiev pada Sabtu (26/5) pekan depan, hegemoni klub Spanyol di klub Eropa tentu bakal makin tidak terbantahkan.

Sebagai tambahan, jika Atletico dan Real menjadi kampiun Eropa, maka Madrid akan mengulangi pencapaian unik Milan pada 1994 sebagai kota yang mampu merajai dua kompetisi utama Eropa. Kala itu, AC Milan menjuarai Liga Champions, sementara Inter Milan merengkuh Piala UEFA.

GFXID Dominasi (Keterlaluan) Spanyol

Sejarah juga membuktikan, klub-klub Spanyol memang merupakan pengoleksi gelar terbanyak Liga Champions dan Liga Europa, unggul cukup jauh ketimbang tim negara lain. Dominasi tersebut tampaknya akan terus berlanjut jika menilik tren belakangan.

Melihat begitu mudahnya Spanyol menaklukkan Eropa, tentu ada kesan jenuh atau membosankan. Tapi di satu sisi, ini juga menjadi cerminan kualitas liga di tiap negara. Tidak keliru untuk menyebut La Liga Spanyol sebagai liga yang paling berkualitas, paling kompetitif, paling ideal, atau singkatnya: terbaik.

Prestasi timnas Spanyol di kancah internasional boleh jadi sedang menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih sangat sulit untuk menggeser negara tersebut sebagai kiblat utama sepakbola Eropa.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Siap Jadi Tuan Rumah Lebih Dulu Lawan Persebaya
2. Thailand Pastikan Uji Coba Kontra Indonesia U-23
3. Neville Doakan Ronaldo Cetak Hat-Trick Kontra Liverpool
4. Klub Ezra Walian Selangkah Lagi Promosi
5. Deretan Klub Yang Tak Pernah Terdegradasi

Artikel Selanjutnya:
Jajal Korea Selatan, Luis Milla: Ini Modal Bagus Untuk Asian Games 2018
Artikel Selanjutnya:
Timnas Indonesia U-19 Berharap Dapat Tekanan Dari Persis Solo
Artikel Selanjutnya:
Carlo Ancelotti Terima Tawaran Napoli
Artikel Selanjutnya:
Persija Jakarta Akan Coret Satu Pemain
Artikel Selanjutnya:
Kedatangan Andres Iniesta Bisa Ubah Regulasi Pemain Asing J.League
Tutup