Kalidou Koulibaly: Bagi Maurizio Sarri, Sepakbola Adalah Matematika

BagikanTutup Komentar
Koulibaly memandang pelatihnya sebagai gabungan antara genius sepakbola dan profesor matematika.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Kalidou Koulibaly mengakui keberhasilan Napoli menjadi penguasa klasemen sementara Serie A Italia tidak bisa dilepaskan dari peran krusial sang pelatih, Maurizio Sarri. Menurutnya, Sarri adalah sosok pelatih genius yang bisa memandang pertandingan sepakbola layaknya sebuah soal matematika.

Awal musim ini, Napoli memang tampil luar biasa di bawah racikan Sarri. Partenopei bukan cuma sanggup menyapu bersih tujuh giornata pembuka dengan kemenangan, namun juga meraihnya dengan peragaan sepakbola cantik.

Secara individu, para pemain Napoli seperti Koulibaly juga ikut berkembang. Bek internasional Senegal ini mengaku sangat merasakan manfaat dari metode kepelatihan Sarri sehingga ia memuji habis allenatore 58 tahun itu.

“Dia membuat saya bisa kembali menemukan performa top. Saya juga makin percaya diri,” kata Koulibaly kepada Il Messaggero, Kamis (12/10).

“Dia benar-benar seorang genius. Dia melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh orang lain. Dia membuat saya memahami seluk-beluk sepakbola. Dia orang yang sangat terpelajar. Anda bertanya apa pun kepadanya, dia selalu memberikan jawaban yang tepat.”

“Saat datang pertama kali, dia bilang kepada saya, ‘Lakukan apa yang saya perintahkan dan Anda akan menjadi pemain penting’. Saya mengikuti kata-katanya, tapi saya tahu saya masih bisa lebih baik lagi. Pendeknya, bersama Sarri sepakbola terasa seperti matematika,” pungkasnya.

Sarri Napoli Serie A

Selepas jeda internasional Oktober, Napoli akan langsung melakoni grande partita kontra AS Roma, Minggu (15/10) dini hari WIB. Koulibaly optimistis timnya bisa menghentikan Edin Dzeko dkk. dan ia juga mulai berani membicarakan kans Scudetto Napoli di akhir musim.

“Roma adalah tim yang hebat dan ini akan menjadi laga sulit. Dzeko? Ini bukan duel antara saya dan dia. Akan percuma jika saya bisa menghentikan Dzeko tetapi pemain lain mampu menjebol gawang kami,” sambung Koulibaly.

“Kami percaya [bisa meraih Scudetto] dan saya ingin merasakannya. Saya tidak tahu apakah kami yang terkuat [di Serie A], tetapi saya sangat senang bermain bersama Napoli. Namun untuk saat ini, kami harus fokus dengan Roma. Juventus? Mereka punya sejarah dan uang. Ini akan menjadi musim yang seru,” pungkasnya.

 

Artikel Selanjutnya:
PSM Makassar Tak Sanggup Beli Pemain Baru Untuk Putaran Kedua
Artikel Selanjutnya:
Didekati PSMS Medan, Zah Rahan Tak Takut Didepak Madura United
Artikel Selanjutnya:
Tiga Klub Liga 1 Belum Memenuhi Syarat Soal Stadion
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Persebaya Surabaya 2-0 PSMS Medan
Artikel Selanjutnya:
ICC 2018: Unai Emery Bidik Start Kemenangan Bersama Arsenal
Tutup

Kami memakai cookies untuk memberi Anda pengalaman online terbaik. Dengan menggunakan situs kami, Anda sepakat dengan pemakaian cookies kami sesuai dengan kebijakan privasi kami.

Tampilkan lebih banyak Terima