GoalPedia: Pengaturan Alokasi Tiket Liga Champions Untuk Juara Liga Europa

BagikanTutup Komentar
Musim ini adalah yang ketiga kalinya juara Liga Europa bisa mendapatkan keistimewaan lolos ke Liga Champions musim berikutnya.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI     Ikuti di twitter

Sejak masih bernama Piala UEFA hingga berubah menjadi Liga Europa pada musim 2009/10, kompetisi yang sering dianggap sebagai kasta kedua di level Eropa karena kalah bergengsi dari Liga Champions itu terus berupaya meningkatkan reputasinya dan menjadi kompetisi yang lebih menarik.

Pada awalnya perubahan nama menjadi Liga Europa hanyalah bentuk upaya dari asosiasi sepakbola Eropa UEFA untuk mengubah citra kompetisi. Presiden UEFA saat itu, Michel Platini, berharap kompetisi tersebut bisa membuka kesempatan bagi lebih banyak klub untuk sukses di level Eropa, tidak hanya klub-klub raksasa saja.

Juara Liga Europa punya kesempatan tampil di Piala Super UEFA untuk menghadapi Juara Liga Champions, tapi seiring berjalannya waktu kompetisi tersebut nampaknya baru benar-benar diperhitungkan sejak adanya peraturan yang menetapkan sang juara Liga Europa bisa mendapatkan jatah untuk tampil di Liga Champions musim berikutnya.

Ketentuan itu mulai diterapkan sejak musim 2014/15. Sejak saat itu baru satu klub yang pernah merasakan keistimewaan tersebut, yaitu klub La Liga Spanyol Sevilla.

SIMAK JUGA - GoalPedia: Mengenal ABBA, Sistem Adu Penalti Baru

Mereka adalah juara Liga Europa dalam tiga edisi terakhir. Dua musim lalu gelar juara kompetisi tersebut telah membantu mereka tampil di fase grup Liga Champions, karena di ajang La Liga 2014/15 mereka hanya mampu finis di posisi kelima. Sehingga pada musim 2015/16 Spanyol menciptakan rekor dengan mengirimkan lima wakil di ajang Liga Champions.

Sevilla Europa League

Musim lalu Sevilla kembali menjadi juara setelah menaklukkan Liverpool di final yang berlangsung di Basel Mei 2016. Mereka lagi-lagi bisa langsung lolos untuk tampil di fase grup Liga Champions meski hanya finis di peringkat tujuh La Liga.

Sevilla memang selalu berhasil langsung lolos ke fase grup Liga Champions sebagai juara Liga Europa, namun sebenarnya UEFA hanya memberikan jatah lolos ke babak play-off bagi juara Liga Europa.

Melalui situs resminya UEFA memberikan penjelasan terkait hal tersebut.

Pada dasarnya juara bertahan Liga Champions adalah klub yang akan dipastikan punya satu tempat di fase grup Liga Champions musim berikutnya, mereka sudah tidak lagi bergantung pada posisinya di liga domestik.

Sementara jalur juara Liga Europa sebenarnya hanya mendapat jatah untuk tampil di play-off Liga Champions.

SIMAK JUGA - GoalPedia: Warna-Warni Stadium Announcer Dari Berbagai Liga
 
Kecuali jika mereka juga telah berhasil berada di posisi untuk lolos ke fase grup Liga Champions lewat jalur liga domestik atau ketika sang juara Liga Champions juga sudah dipastikan langsung lolos ke fase grup kompetisi musim berikutnya lewat jalur liga domestik.

Juara Liga Europa akan langsung lolos ke fase grup jika sang juara Liga Champions juga telah berhasil mendapatan tiket untuk langsung lolos ke fase grup lewat jalur liga domestik. Kondisi seperti itulah yang terjadi dalam dua musim terakhir. 

Saat Barcelona dan Real Madrid sukses menjadi juara Liga Champions dua musim terakhir, mereka juga telah meraih tiket untuk tampil di fase grup lewat jalur liga domestik, sehingga Sevilla sebagai juara Liga Europa berhak langsung lolos ke fase grup.

Beberapa perubahan situasi juga bisa terjadi karena ketentuan UEFA yang telah menetapkan satu negara tidak bisa mengirimkan lebih dari lima wakil di Liga Champions.

SIMAK JUGA - Goalpedia: Dari 1-2-7 Sampai 4-2-3-1, Sejarah Evolusi Formasi Sepakbola

Ada peluang bagi suatu negara yang memiliki jatah tiga klub di fase grup Liga Champions bertambah menjadi lima, dari dua klub meningkat menjadi empat, atau dari satu klub bertambah jadi tiga.

Sebagai contoh adalah seperti di tiga negara teratas UEFA (saat ini Spanyol, Jerman, Inggris). Jika dua klub dari salah satu negara tersebut menjuarai Liga Champions dan Liga Europa, dan keduanya tidak ada yang bisa lolos dari jalur liga domestik, maka yang akan terjadi adalah:

  • Klub yang menjuarai Liga Champions akan langsung lolos ke fase grup.
  • Juara Liga Europa akan tampil di babak play-off Liga Champions
  • Sementara klub yang berhasil lolos ke play-off Liga Champions lewat jalur liga domestik (misalnya, finis posisi empat di liga negaranya) mereka akan tergeser sehingga hanya akan lolos ke Liga Europa.

Dengan kriteria-kriteria yang telap ditetapkan, nampaknya juara Liga Europa musim ini (Manchester United atau Ajax yang akan berhadapan di final) berpeluang besar langsung lolos ke fase grup Liga Champions 2017/18.

Real Madrid telah memastikan tempat untuk tampil di fase grup Liga Champions lewat jalur liga domestik, sementara lawannya di final Juventus juga kemungkinan akan berada di posisi yang sama (finis di posisi dua teratas klasemen liga domestik).

Situasi berbeda terjadi jika Juventus menjadi juara Liga Champions musim ini namun hanya finis di posisi ketiga di Serie A Italia (lolos ke play-off Liga Champions).

Jika itu yang terjadi maka Juve akan langsung lolos ke fase grup sebagai juara bertahan Liga Champions, sementara juara Liga Europa harus memulai perjalanannya di Liga Champions musim depan lewat babak play-off.

 

Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Mitra Kukar 0–4 Borneo FC
Artikel Selanjutnya:
Martin Keown Takjub Dengan Kebangkitan Mesut Ozil
Artikel Selanjutnya:
Jamie Carragher Bantah Rekomendasikan Liverpool Beli Dejan Lovren
Artikel Selanjutnya:
RESMI: Ronald Koeman Tinggalkan Everton
Artikel Selanjutnya:
Kartu Merah Neymar Buat Unai Emery Frustrasi
Tutup