Goal Retro: Ketika El Clasico Tak Sanggup Menarik Atensi

BagikanTutup Komentar
Ada satu masa di mana El Clasico sama sekali tak menarik atensi khalayak sepakbola dunia, kendati untuk kali pertama dihelat di luar Spanyol.


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR      Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Akhir pekan ini akan kembali digelar pertandingan sepakbola paling dinanti sejagat. Apalagi jika bukan El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona. Atmosfer laga yang tersaji dalam tajuk jornada ke-33 La Liga Spanyol ini menjadi lebih panas, karena kedua tim masih dalam perburuan gelar juara yang begitu ketat.

AS memprediksi bahwa El Clasico edisi ke-233 ini akan menyedot atensi hingga 700 juta penonton, dari berbagai belahan dunia. Prediksi itu naik 50 juta dari jumlah penonton yang saksikan El Clasico di putaran pertama La Liga lalu.

Menjadi wajar jika El Clasico selalu bertambah gengsi dan nilai jualnya bahkan melebih duel Liga Primer Inggris manapun. Hal itu terjadi karena Madrid dan Barca terus menegaskan diri sebagai tim terbaik di dunia, dengan rutin hadirkan pemain bintang, gelontoran gelar, yang dibalut permainan atraktif.

Karenanya tak heran bila pada musim panas esok atau tepatnya 29 Juli 2017, promotor International Champions Cup (ICC) siap hadirkan bentrok El Clasico dalam turnamen pramusim tahunan di Amerika Serikat. Tepatnya di Hard Rock Stadium, Miami.

Meski tajuknya cuma partai persahabatan, kerukan uang yang besar tetap mampu digaransi. Dengan El Clasico untuk kali pertama digelar di Negeri Paman Sam, stadion berkapasitas lebih dari 65 ribu, dan ICC yang disiarkan di lima benua, bisa Anda bayangkan bakal seperti apa atensi khalayak sepakbola dunia pada partai ini nantinya.

SIMAK JUGA: PREVIEW Madrid - Barca

Namun tahukah Anda jika itu bukanlah El Clasico pertama yang dihelat di luar Spanyol? Ya, faktanya El Clasico pernah sekali digelar di luar Spanyol, yakni di Venezuela pada 1982. Namun ironisnya partai besar ini bagai dilupakan sejarah.

Kala itu Madrid dan Barca diundang ke Venezuela untuk memainkan turnamen tak resmi akhir musim, Copa Presidente de la Republica. Ajang yang diadakan di kota Barquisimeto tersebut, kemudian mempertemukan kedua tim di play-off perebutan tempat ketiga.

Namun momen pertandingan hadir di waktu yang benar-benar salah. Saat itu media dan publik jauh lebih fokus menyambut Piala Dunia 1982 di Spanyol. Selain itu heboh pula soal kedatangan Diego Maradona bersama Timnas Argentina, menilik sang pemain yang baru saja meresmikan kepindahannya ke Barca. El Clasico di Venezuela? Siapa yang peduli?

Benar saja, El Clasico ini secara mengenaskan cuma dihadiri 7000 penonton di stadion dengan siaran langsung televisi yang cuma mengudara di Venezuela. Selain itu Madrid dan Barca juga tak membawa tim terbaiknya.

Jika di Madrid hanya ada Vicente del Bosque dan kiper enerjik, Miguel Angel Remon, yang berstatus bintang, Barca cuma membawa Allan Simonsen dan kapten legendarisnya, Migueli. Selebihnya laga dipenuhi oleh sekumpulan pemain akademi masing-masing tim.

SIMAK JUGA: Twitter Rilis Emoji Khusus El Clasico

Los Merengues lantas menang tipis 1-0 atas Los Cules, lewat gol tandukan Del Bosque di menit ketujuh, memaksimalkan situasi sepak pojok. Kepada AS sang bintang kemudian mengungkapkan tak ada hal yang menarik dalam El Clasico tersebut.

Del Bosque juga mengkonfirmasi bahwa Madrid dan Barca memang tak membawa pemain terbaiknya. "Semua pemain penting tengah mempersiapkan diri untuk Piala Dunia 1982, Madrid dan Barca benar-benar membawa pemain pelapis untuk turnamen itu," kisahnya.

Winger Barca di masa itu, Francisco "Lobo" Carrasco, punya cerita menarik lainnya. "Saya ingat bagaimana panas dan lembabnya cuaca di Venezuela. Bahkan setiap satu setengah jam, kami harus mandi di hotel untuk menyegarkan diri," kenangnya, seperti dikutip AS.

Segalanya semakin ironis ketika koran olahraga terkemuka Spanyol, Mundo Deportivo, mengangkat berita transfer Maradona hingga tujuh halaman pertama dengan hasil El Clasico yang baru menyelip di halaman sembilan. Sementara El Pais dengan teganya cuma memuat tiga paragraf soal El Clasico perdana di luar Spanyol ini.

Di sisi lain mungkin terasa aneh bagi kita mendengar El Clasico dihelat dalam duel tak resmi. Namun Marca memaparkan sudah terjadi 31 El Clasico di ajang tak resmi yang hadir dalam sejarah panjang Madrid dan Barca. Terakhir kali terjadi pada 1991 kala bentrok bertajuk "Canal Plus Challenge" berakhir imbang 1-1.

 

Artikel Selanjutnya:
Sanksi Komdis PSSI Buat Madura United Rugi Miliaran Rupiah
Artikel Selanjutnya:
Kylian Mbappe Sabet Golden Boy Award
Artikel Selanjutnya:
Kim Jeffrey Kurniawan Bingung Performa Persib Bandung Buruk
Artikel Selanjutnya:
Pulih, Bagas Adi Nugroho Berpeluang Main Lawan Persegres Gresik United
Artikel Selanjutnya:
Tak Perlu Cemas Soal Kemajalan Cristiano Ronaldo
Tutup