Arsene Wenger: Derbi Manchester Ricuh? Belajarlah Dari Sumo!

BagikanTutup Komentar
Wenger memberikan tanggapan unik terkait keributan di lorong stadion Old Trafford selepas laga derbi.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Manajer Arsenal Arsene Wenger menyarankan Manchester United dan Manchester City untuk belajar satu-dua hal dari nilai-nilai yang terkandung pada sumo setelah kedua tim terlibat perselisihan pascalaga.

Selepas partai derbi di Old Trafford, Minggu (10/12), yang dimenangi City 2-1, muncul laporan yang menyebutkan terjadinya keributan besar antara pemain serta ofisial tim United dan City di lorong stadion. Jose Mourinho disebut mengkonfrontasi para pemain City yang menurutnya terlalu berlebihan merayakan kemenangan. Adu mulut hingga adu fisik pun tidak terhindarkan.

Asisten manajer City, Mikel Arteta, dikabarkan sampai mengalami luka di kepalanya. Pihak kepolisian serta petugas keamanan stadion sampai turun tangan untuk melerai pertikaian yang melibatkan sampai 20 pemain dan staf dari kedua klub. Wasit Michael Oliver tidak menyaksikan insiden ini sehingga luput dari laporan pertandingan, namun FA tetap akan menyelidikinya.

Wenger mengakui jika pertikaian semacam ini adalah hal wajar dalam sebuah laga besar. Namun, menurutnya, ada baiknya tim-tim sepakbola belajar dari sumo. Dalam olahraga tradisional Jepang itu, para pegulat sumo dilarang untuk menunjukkan kegembiraan maupun kesedihan sesudah bertarung.

“Ini pernah terjadi pada kami dan juga terjadi pada mereka. Idealnya, Anda hanya akan mengeluarkan gairah sepakbola Anda pada saat di lapangan, setelah itu Anda akan menjadi malaikat,” kata Wenger dalam jumpa pers jelang laga kontra West Ham United.

“Ketika Anda kalah di laga besar, sulit untuk melihat selebrasi dari lawan karena akan terasa seperti sebuah penghinaan. Itulah mengapa ketika saya di Jepang, saya menyukai sumo.”

“Dalam sumo, Anda tidak boleh bilang siapa yang memenangi sebuah duel. Si pegulat yang menang tidak menunjukkan kegembiraan sebagai bentuk sikap untuk menghargai lawannya. Itu menunjukkan betapa dalamnya budaya saling respek di sana.”

“Apakah ini adalah sesuatu yang bisa diterapkan di sini? Saya tidak tahu,” kata Wenger, yang pernah menukangi Nagoya Grampus Eight pada 1995 hingga 1996.

Wenger sendiri pernah menyaksikan timnya terlibat dalam insiden serupa pada 2004 silam, yang juga berlangsung di Old Trafford. Ketika itu manajer United Sir Alex Ferguson dilempari pizza oleh Cesc Fabregas yang saat itu masih membela Arsenal.

 

Artikel Selanjutnya:
Zinedine Zidane Jadi Juru Transfer Juventus?
Artikel Selanjutnya:
Cristiano Ronaldo Tak Buat Lorenzo Insigne Takut
Artikel Selanjutnya:
AC Milan Segera Pecat Gennaro Gattuso Untuk Digantikan Antonio Conte
Artikel Selanjutnya:
Paris Saint-Germain Pastikan Neymar & Kylian Mbappe Bertahan
Artikel Selanjutnya:
Arsene Wenger: Bertahan 22 Tahun Di Arsenal Adalah Kesalahan
Tutup