Agenda Pramusim 2017: AC Milan

BagikanTutup Komentar
Ajang uji coba di Tiongkok bisa menjadi pemanasan bagi Milan sebelum kembali mentas di Eropa musim depan.


OLEH  DEWI AGRENIAWATI

Sorak gembira menyambut peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan AC Milan kontra Bologna weekend kemarin. Ya, meski kompetisi Serie A masih menyisakan satu partai, namun kemenangan 3-0 di San Siro memastikan skuat Vincenzo Montella finis di peringkat keenam musim ini. 

Artinya, I Rossoneri siap kembali manggung di kompetisi Eropa, diawali dengan kualifikasi putaran ketiga Liga Europa. 

Ini tentu menjadi babak baru bagi Setan Merah setelah cukup lama absen di level Eropa. Sejak meninggalkan Vicente Calderon usai tersingkir oleh Atletico Madrid di fase gugur Liga Champions 2014, sepakbola Eropa memang hanya angan-angan untuk I Rossoneri. Andai Milan melaju mulus melalui fase kualifikasi dan play-off, maka mereka berhak menjadi salah satu dari total 48 tim yang mulai bersaing di babak penyisihan grup. 

“Dengan kemenangan ini, I Rossoneri akan main di kualifikasi Liga Europa. Kami meraih target, tapi AC Milan harus berambisi lebih tinggi. Saya pikir dengan kembali ke Eropa setelah beberapa tahun adalah hal penting bagi semua orang,” ucap kapten Riccardo Montolivo usai laga. 

Milan celebrating Milan Bologna Serie A

Namun sebelum benar-benar kembali menginjakkan kaki di level benua Biru, Setan Merah tentu perlu menguji ketangguhan mereka. Salah satu cara untuk mengetahui posisi tim di antara klub-klub top dunia adalah dengan mengikuti pramusim. Sejauh ini, Milan baru dipastikan bakal ambil bagian dalam ajang pramusim bergengsi bertajuk International Champions Cup (ICC) di Tiongkok. Bersama Borussia Dortmund, Bayern Munich, Arsenal dan rival sekota, Inter, Il Diavolo Rosso bakal unjuk gigi Guangzhou, Shanghai, Shenzhen dan Nanjing pada Juli mendatang. Ini adalah tahun ketiga beruntun turnamen pramusim elite tersebut digelar di Negeri Tirai Bambu. 

Milan akan mengawali petualangan mereka di Tiongkok dengan menghadapi Borussia Dortmund pada 18 Juli di Tianhe Stadium, Guangzhou. Selang empat hari kemudian, giliran juara bertahan Bundesliga Jerman Bayern Munich menjadi penantang klub kota mode tersebut di Longgang Stadium, Shenzehen. Ini bakal menjadi reuni antara Milan dan pelatih Bayern Carlo Ancelotti, yang pernah membawa Il Diavolo Rosso berjaya di Serie A maupun Liga Champions. Terakhir, keikutsertaan Milan di ICC ditutup dengan derby ke-219 versus Inter di Nanjing Olympic Sports Centre pada 24 Juli. 

Pramusim AC Milan

Sejauh ini belum dipastikan apakah Milan akan menggelar pramusim tambahan, namun jika melihat tiga nama besar di atas, rasanya cukup bagi allenatore Montella melihat sejauh mana kekuatan timnya sebelum benar-benar tancap gas di kompetisi resmi musim depan, baik domestik maupun Eropa. Andai Milan hanya memiliki tiga laga pramusim, bukan berarti Carlos Bacca dkk bisa berleha-leha.

Pasalnya, mereka sudah harus berjuang di kualifikasi Liga Europa dengan melakoni leg pertama pada 27 Juli dan dilanjutkan leg kedua pada 3 Agustus, setelah mereka mengetahui lawan dari hasil undian yang digelar pada 14 Juli mendatang. 

Laga pramusim juga bisa dijadikan acuan tim sebelum beraktivitas di bursa transfer. Baru-baru ini, Milan dipastikan kehilangan Keisuke Honda menyusul habisnya kontrak gelandang asal Jepang itu setelah tiga musim di San Siro. 

“Saya akan meninggalkan Milan di akhir musim, namun saya harap bertemu lagi dengan kalian segera, mungkin dalam peran berbeda dan bukan sebagai pemain. #weareacmilan,” demikian kicauan Honda dalam akun Twitter pribadi, setelah membantu Setan Merah menang 3-0 via satu golnya. 

Kabar lain yang turut disambut positif selain sukses menyegel tiket kualifikasi Liga Europa adalah soal jersey kandang baru Milan untuk musim 2017/18. Via akun Twitter resmi, I Rossoneri mengumumkan jersey kandang teranyar dan telah memperkenalkan seragam tersebut di laga kontra Bologna weekend lalu. 

“Ini sangat bagus, mengingatkan kembali era keemasan Milan,” komentar Montolivo, soal jersey kandang Milan yang terlihat sangat klasik dengan warna merah-hitam bold-nya. 

Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Grup G: Inggris - Panama
Artikel Selanjutnya:
Cetak Gol Penentu Kemenangan, Joachim Low Puji Toni Kroos
Artikel Selanjutnya:
Mesut Ozil: Kami Adalah Satu Tim
Artikel Selanjutnya:
Marco Reus: Jerman Sangat Gembira Dengan Kemenangan Telat
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Grup H: Jepang - Senegal
Tutup