AC Milan Menuju Starting XI Serbabaru

BagikanTutup Komentar
Tinggal belanja satu pemain lagi, Milan bakal menciptakan Starting XI yang sepenuhnya berasal dari rekrutan baru di musim panas ini.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

“Geliat” rasa-rasanya bukan kata yang tepat untuk menggambarkan aktivitas transfer AC Milan di musim panas ini. “Kegilaan” barangkali lebih pas, mengingat belanja pemain Milan memang sedang tidak normal.

Hingga Minggu (16/7), klub yang kini dimiliki konsorsium Tiongkok itu sudah mendatangkan sepuluh pemain baru. Lucas Biglia menjadi rekrutan teranyar, sementara Leonardo Bonucci merupakan yang termahal sekaligus terheboh. Total, jika turut menghitung bonus dan biaya tambahan, belanja musim panas Rossoneri sudah menembus sekitar €218 juta!

Jumlah itu menjadikan Milan sebagai klub terboros kedua sepanjang sejarah dalam satu bursa transfer, hanya kalah dari Real Madrid di musim panas 2009 yang mengeluarkan €259 juta. Kala itu, Madrid memboyong pemain top dunia seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, Xabi Alonso, dan Karim Benzema.

SIMAK JUGA: Mengapa Bonucci Ke Milan?

Jika ditilik lebih lanjut, mercato Milan di musim panas ini ternyata bisa menciptakan sebuah kesebelasan yang sepenuhnya berasal dari para rekrutan baru. Semuanya komplet di tiap posisi, dari winger hingga kiper, dari gelandang bertahan sampai full-back kiri-kanan.

Memang masih minus satu pemain, dalam hal ini Milan masih “kekurangan” satu penyerang baru untuk melengkapi formasi idaman 4-3-3 ala Vincenzo Montella. Namun sepertinya tinggal menunggu waktu saja bagi Setan Merah untuk menggaet rekrutan ke-11. Bahkan, menambah dua-tiga pemain bukan hal yang mustahil mengingat Deadline Day masih berjarak satu setengah bulan lagi.

Siapa pemain ke-11 itu? CEO Milan Marco Fassone punya jawaban yang amat menggoda. “Akan semakin manis jika kami berhasil memiliki satu di antara Andrea Belotti, Alvaro Morata, dan Pierre-Emerick Aubameyang," tuturnya seperti dikutip Mediaset Premium.

GFXID The All-New Milan

Banderol ketiga penyerang top itu jelas tidak murah. Morata dipatok €90 juta oleh Real Madrid. Aubameyang, yang pernah disia-siakan Milan sebelum meledak di Borussia Dortmund, disebut-sebut memiliki banderol €80 juta. Belotti menjadi yang termahal, karena Torino enggan melepasnya kecuali ada klub yang bersedia menebus klausul pelepasannya sebesar 100 juta.

"Kami sekarang sedang berada di Tiongkok untuk mendiskusikan segala sesuatunya, karena uang kami bukannya tidak terbatas. Kami akan melihat pada siapa pilihan akan jatuh, masih ada pula nama incaran yang belum terpantau media," lanjut Fassone.

Andai jadi meminang salah satu dari Morata-Aubameyang-Belotti, maka pengeluaran musim panas Milan berpotensi menyentuh €300 juta! Pengeluaran gila itu sebetulnya bukan yang pertama dilakukan Milan. Jelang musim 2001/02, Milan era Silvio Berlusconi pernah mengeluarkan €155 juta untuk mendatangkan pemain seperti Rui Costa, Filippo Inzaghi, dan Andrea Pirlo.

SIMAK JUGA: Perkuat Milan, Inter, Juventus - Bonucci Ikuti Jejak Legenda

Manuver Li Yonghong di musim panas ini tentu menghadirkan gairah baru bagi publik San Siro. Tapi di satu sisi, terbetik satu problem besar bagi Milanisti, yakni apakah pengeluaran fantastis ini melanggar Financial Fair Play? Jawabannya masih menunggu satu tahun lagi, mengingat UEFA baru akan menghitungnya di penghujung musim depan.

Artinya, selama satu musim ke depan Milan harus bisa menggenjot pendapatan secara signifikan agar neraca keuangan klub tidak besar pasak daripada tiang. Caranya beragam, mulai dari menjual pemain, tiket musiman, merchandise, hak siar, sponsorship dan tentu saja uang hadiah kompetisi.

Untuk yang terakhir, Milan boleh berharap mendulang cukup banyak dari Liga Europa 2017/18, kompetisi Eropa pertama yang mereka ikuti sejak musim 2013/14. Sebagai perbandingan, kampiun Liga Europa musim lalu Manchester United dilaporkan mampu meraup £77,5 juta (€88 juta) dari uang hadiah kompetisi, bonus sponsor, dan hak siar di ajang tersebut.

Milan új vezérkara Massimiliano Mirabelli Vincenzo Montella Marco Fassone Yonghong LiLi Yonghong dkk. wajib bersiasat agar tidak tersandung FFP.

Perjalanan Milan menuju ke sana jelas masih sangat panjang. Saat ini, Montella dan pasukannya harus melewati babak kualifikasi ketiga dan play-off sebelum bisa memasuki fase grup Liga Europa. Ini membawa kita kepada satu pertanyaan besar: apakah para pemain baru ini akan membawa Milan menuju kejayaan di musim depan?

Mantan penyerang Milan, Paolo Di Canio, menjawab tegas: tidak. “Milan hanya membeli satu pemain bermental juara, Bonucci, sementara rekrutan lainnya tidak. Rekrutan lain memang pemain bagus, tetapi belum pernah menjadi juara di level tertinggi. Dan ketika Anda membuat revolusi, itu membutuhkan waktu. Akan sangat mengejutkan jika Milan langsung juara,” katanya kepada Goal.

Well, selamat berjuang Milan dengan revolusinya dan semoga investasi besar-besaran ini tidak menjadi bumerang di kemudian hari.

 

Artikel Selanjutnya:
Marek Hamsik Samai Rekor Prestise Diego Maradona
Artikel Selanjutnya:
Ini Tuan Rumah Babak Penyisihan Grup Piala Presiden 2018
Artikel Selanjutnya:
Ernesto Valverde: El Clasico Bukan Laga Penentu Juara
Artikel Selanjutnya:
Pamit Dari Persipura Jayapura, Osvaldo Haay Menuju Persib Bandung?
Artikel Selanjutnya:
Barcelona Dalam Situasi Terbaik Menuju El Clasico
Tutup