SejarahMusuh
bebuyutan Ajax Amsterdam ini didirikan di sebuah pub bernama De
Vereeniging pada 1908 dengan nama Wilhelmina. Awalnya klub menggunakan
seragam berwarna biru dengan lengan merah dan celana putih. Setelah
beberapa kali berganti nama, saat promosi ke asosiasi sepakbola
nasional, nama SC Feyenoord mulai digunakan. Nama tersebut sesuai
distrik wilayah saat klub didirikan.
Selama Perang Dunia II,
Feyenoord mengungsi pindah ke stadion rival sekotanya, Sparta
Rotterdam, di Het Kasteel karena De Kuip digunakan sebagai markas Nazi.
Masa kejayaan Feyenoord terutama diukir pada akhir 1960-an. Setelah
menjuarai liga musim 1968/69, Feyenoord menjadi klub Belanda pertama
yang sukses merebut Piala Champions. Hebatnya, itu dilakukan setelah
Ajax gagal di final tahun sebelumnya di tangan AC Milan. Feyenoord
sukses membekuk sang juara bertahan dan di final menaklukkan Glasgow
Celtic di San Siro dengan skor 2-1.
Periode keemasan itu mulai
menurun, meski pada awal 1990-an Feyenoord mampu merengkuh empat kali
trofi Piala Belanda dalam rentang 1991 hingga 1995. Kali terakhir klub
dengan pendukung fanatik ini menjuari liga adalah musim 1998/99. Sempat
sukses menjuarai Piala UEFA 2001/02 di kandang sendiri, Feyenoord masih
berjuang menemukan kembali kejayaannya.
Posisi Akhir Musim 2008/09: Ke-7
Market Value: €65.500.000
Tahun Pertama Masuk Eredivisie: 1956/57
Jumlah Musim Di Eredivisie: 54
Nama Stadion: De Kuip (51.577 penonton)
Tiga Pemain Bintang:Giovanni van BronckhorstPemain
senior ini dipanggil pulang ke De Kuip untuk memberikan inspirasi
kejayaan serta pengalaman bermain di Skotlandia, Inggris, dan Spanyol.
Gio sudah memasuki usia senja sebagai pemain, tapi penampilannya tetap
dibutuhkan Feyenoord maupun timnas Belanda. Hebatnya, vitalitas sang
kapten dibutuhkan di lini tengah, sesuai posisi awal karirnya di De
Kuip. Mungkinkah Gio mampu menjawab tantangan yang disematkan kepadanya
musim ini?
Georginio WijnaldumSebagian masa depan
Feyenoord terletak di tangannya. Pemain berusia 18 tahun ini tampil
cemerlang musim lalu dengan menghidupkan lini tengah tim. Padahal,
kontribusinya sempat diragukan karena penampilan yang masih labil.
Wijnaldum, yang dikenal cuek, mengabaikan minat klub-klub besar Eropa,
seperti Real Madrid, Liverpool, dan Chelsea, dengan bertekad tetap
bertahan di De Kuip.
Ron VlaarMusim ini menjadi
musim penentuan bagi Vlaar, apakah dirinya mampu menjawab prediksi
banyak pengamat yang pernah mengatakan dirinya sebagai bek masa depan
Belanda. Tampil melejit di usia muda, karir Vlaar tersandung cedera
panjang. Bahkan Vlaar tidak bermain sama sekali musim lalu akibat
cedera lutut. Padahal, sebagai pemain muda, Vlaar pernah mencicipi
gelar juara Piala Eropa U-21 dua tahun berturut-turut, 2006 dan 2007.
Prakiraan Susunan Pemain: (4-3-3):
Darley; Tim de Cler, Kevin Hofland, Andre Bahia, Dani Fernandez;
Giovanni van Bronckhorst, Georginio Wijnaldum, Karim el Ahmadi; Diego
Biseswar, Jonathan de Guzman, Roy Makaay.
Pemain Cadangan:Rob
van Dijk (k), Ron Vlaar (b), Aleksandar Ignjatovic (b), Dwight Tiendall
(b), Leroy Fer (m), Luigi Bruins (m), Denny Landzaat (m), Andwele Slory
(s), Sekou Cisse (s), Jon Dahl Tomasson (s).
Nama Pelatih:Mario Been
Kegiatan Transfer: (hingga 11 Agustus 2009)Masuk: Dani
Fernandez (dari Arsenal Kiev), Sekou Cisse (Roda JC Kerkrade),
Aleksandar Ignjatovic (Borac Cacak), Erwin Mulder (Excelsior Rotterdam).
Keluar: Theo
Lucius (-), Glenn Kobussen (ke Go Ahead Eagles), Henk Timmer (-),
Serginho Greene (-), Jeffrey Altheer (-), Nicky Hofs (Vitesse Arnhem),
Sherif Ekramy (El Gouna), Lee Chun-soo (Al Nasr Riyadh), Michael Mols
(pensiun), Manteiga (Excelsior II), Michal Janota (Excelsior
Rotterdam), Kevin Wattamaleo (Excelsior Rotterdam), Norichio Nieveld
(Excelsior Rotterdam), Mitchell Schet (Excelsior Rotterdam), Kermit
Erasmus (Excelsior Rotterdam), Votek Machek (Excelsior Rotterdam),
Tobias Waisapy (Excelsior Rotterdam), Jordao Pattinama (Excelsior
Rotterdam).
Jadwal Tim: Klik di siniPrediksi Musim 2009/10:Masih
sulit untuk bersaing merebut tampuk juara Eredivisie musim ini. Pelatih
Mario Been tampaknya harus lebih dulu fokus membenahi skuadnya, mencari
formula yang tepat antara paduan pemain muda dengan senior, serta
mencegah masalah finansial klub mengganggu performa tim. Lebih mungkin
menargetkan posisi di zona Liga Europa saja.