RADAR TRANSFER: Ivan Perisic, Talenta Kroasia Lainnya

Ivan Perisic pantas diperebutkan di bursa transfer musim panas setelah tampil menawan di level klub dan timnas.

GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

Bursa transfer musim panas telah dibuka! Dengan demikian, berbagai klub sudah diperbolehkan untuk membeli dan melego sejumlah nama sebagaimana mereka yang berniat memperkuat barisan skuatnya jelang bergulirnya kompetisi musim depan.

Dari kancah Bundesliga, setidaknya ada sosok Ivan Perisic asal VfL Wolfsburg yang patut diperhatikan di pasar transfer kali ini. Dalam hal ini, pria berusia 25 tahun itu layak diburu mengingat performa gemilang yang ia tampilkan di musim lalu.

Seperti diketahui, mantan pemain Borussia Dortmund itu di kompetisi musim kemarin berhasil mengemas sepuluh gol dan empat assists dalam kampanye sukses Die Wölfe yang finis di urutan kelima hingga berhak lolos ke ajang Liga Europa 2014/15.

Performanya yang menawan lantas membuat pelatih Niko Kovac memanggilnya ke tim nasional Kroasia untuk Piala Dunia 2014. Dan selama tampil di Brasil, Perisic, yang terpaksa gugur di babak grup, mampu mencuri perhatian dengan mencetak dua gol dan satu assist.

PROFIL SINGKAT

Tanggal lahir: 2 Februari 1989
Posisi: Winger
Caps timnas: 32/5
 BANDEROL: £5,28 JUTA
REKOR MUSIM 2013/14
PENAMPILAN (INTI)
MENIT BERMAIN
GOL
ASSIST
KARTU KUNING/MERAH
33 (24)
2199
10
4
4/0
RIWAYAT KARIER (Laga/Gol)
2007-2009: Sochaux B
2009: Roeselare (pinjaman)
2009-2011: Club Brugge
2011-2013: Borussia Dortmund
2013-sekarang: VfL Wolfsburg
36/8
18/5
50/22
42/9
44/12
Berbicara mengenai yang bersangkutan tentu tidak bisa dilepaskan dari fakta bahwa ia adalah seorang pemain kidal. Dengan kakinya tersebut, ia piawai melakukan akselerasi tingkat tinggi dan memberi umpan matang kepada rekan setimnya, meski tidak jarang pula ia menciptakan gol dengan usahanya.

Lahir di Split, Kroasia, Perisic muda sudah mampu menarik perhatian sejumlah klub besar Eropa, termasuk Anderlecht, PSV Eindhoven, Ajax Amsterdam, Trabzonspor, Hertha Berlin dan Hamburg SV sebelum akhirnya memilih berlabuh di klub Prancis FC Sochaux pada 2007.

Petualangannya di Prancis tidak berlangsung mulus, lantaran ia hanya diturunkan ke tim B hingga dipinjamkan ke klub lain guna mendapatkan pengalaman. Pada Januari 2009, ia berabuh ke klub Belgia, Roeselare, yang kala itu bermain di divisi teratas.

Bermain di klub kecil, Perisic justru berhasil mencatatkan namanya di headline lantaran tampil cukup baik. Selama setengah musim membela klub tersebut, ia mengemas lima gol dan dua assists dalam 18 penampilan.

Setelah itu, Club Brugge mencium bakat pemain setinggi 187 cm ini dan memutuskan untuk merekrutnya pada Agustus 2009 dengan membayarkan uang senilai 250 ribu euro kepada Sochaux, di mana sang pemain diberi kontrak berdurasi tiga tahun.

Di klub barunya, ia tidak kesulitan untuk langsung bersinar. Dipercaya tampil di sayap kiri, Perisic mampu mengemas enam gol dan enam assists di Jupiler Pro League. Setahun kemudian, performanya benar-benar melejit setelah mencetak 16 gol dan delapan assists dalam 27 penampilan di divisi teratas Belgia, hingga membuatnya diganjar dengan gelar top skor di musim 2010/11.

Kegemilangannya bersama Brugge membuat kariernya terus berkembang dan dipercaya tampil di tim nasional dengan mencatatakan debut melawan Georgia pada 26 Maret 2011. Dua bulan berselang, juara Bundesliga Borussia Dortmund memutuskan untuk mendatangkannya setelah menyepakati besaran harga sebesar €5 juta dengan Brugge, di mana ia diberi kontrak selama lima tahun.

Di Westfalenstadion, kehadiran Perisic begitu vital sebagaimana ia turut menyumbang andil dalam keberhasilan Die Borussen menyabet gelar Bundesliga dan DFB-Pokal di musim 2011/12. Secara total, ia membukukan delapan gol dan enam assists dalam 34 penampilan di dua kompetisi tersebut.

Di musim baru, sang pemain hanya sempat mencicipi setengah perjalanan Dortmund sebelum akhirnya dilego ke Wolfsburg pada Januari 2013. Soal kepindahannya itu, Die Wölfe membutuhkan biaya setotal €8 juta untuk melabuhkannya ke Volkswagen Arena.

Bersama Wolfsburg, Perisic mengemas dua gol dan satu assist di musim perdana sebelum tampil menggila dengan menorehkan sepuluh gol dan empat assists di musim kemarin. Atas performanya tersebut, pelatih tim nasional memanggilnya untuk Piala Dunia 2014.

Saat berlaga di Brasil, ia sempat dinobatkan sebagai man of the match di laga melawan Kamerun karena sukses menginspirasi kemenangan 4-0 atas perwakilan Afrika tersebut. Meski pada akhirnya harus tersingkir, namun Perisic memberikan warna tersendiri.



Mengenai kemampuan, pelatih Dieter Hecking menyebutnya handal dalam memainkan peran untuk penyerangan, dengan berkata: "Dia [Perisic] piawai bermain di berbagai posisi di lini serang, baik itu di sektor sayap dan tengah," demikian ujarnya ketika menyambut kepindahan sang pemain. "Dia juga bisa meningkatkan kualitas di tim. Kami tidak ingin berinvestasi untuk memperkuat tim cadangan, namun untuk meningkatkan level performa di tim utama - dan Perisic bisa memberikannya."

Kelebihannya itu rupanya juga tercetak di Castrol Index Rangking saat yang bersangkutan berlaga di Piala Dunia, di mana ia hanya kalah dari James Rodriguez asal Kolombia. Dalam hitung-hitungan mereka, Perisic diganjar nilai 9,74 dan sukses mengungguli David Luiz, Karim Benzema hingga Arjen Robben sekalipun.
    
Meski tergolong sebagai seorang pemain hebat, namun ia kerap bermasalah dengan kebijakan yang diambil oleh klub yang mempekerjakannya. Saat masih di Dortmund, ia sempat menyatakan ketidakpuasannya lantaran hanya duduk di bangku cadangan karena posisinya direbut Marco Reus.

Di musim lalu, ia bahkan pernah menolak jabat tangan dari Hecking karena tidak dimainkan selama 90 menit di tiga laga Bundesliga secara beruntun. Menanggapi itu, sang pelatih terpaksa melakukan pembelaan mengenai tindakan anak buahnya. "Itu tidak seburuk yang terjadi, hal itu hanya emosi sesaat," kilah Hecking kala itu.

Saat jendela jual-beli pemain kembali dibuka, bakat Kroasia ini dikaitkan dengan kepindahan ke sejumlah klub Italia, sebagaimana hal itu ditekankan oleh agennya yang bernama Tonci Martic.

"Saya bisa mengonfirmasi bahwa saya bertemu dengan [Riccardo] Bigon dari Napoli. Namun di samping itu, saya tidak bertemu dengan dia seorang," ujar Martic kepada ilsussidario.net.

"Dalam beberapa hari terakhir saya sempat berbincang dengan perwakilan Inter, Milan, Roma dan klub-klub lainnya. Namun kami tidak hanya membicarakan soal Perisic, kami juga membicarakan pemain-pemain lain.

"Saya sendiri memfasilitasi para pemain bagus yang bisa ditransfer di musim panas," tutupnya.

Jika ditilik dari performa dan usianya, maka kepindahan ke Italia di musim panas ini bisa ia pertimbangkan selagi Serie A yang akan memberinya tantangan baru. Selain itu, kompetisi Italia mungkin akan semakin semarak mengingat Perisic adalah bakat Kroasia lainnya yang masih bisa diasah dalam beberapa tahun ke depan.
 
Dia [Perisic] piawai bermain di berbagai posisi di lini serang, baik itu di sektor sayap dan tengah. Dia juga bisa meningkatkan kualitas tim - Hecking.




 
Transfer Pemain >> Halaman Khusus Transfer Pemain
>> Berita Transfer Pemain Lainnya
>> Daftar Lengkap Transfer Pemain Resmi
>> LIVE: Bursa Transfer & Gosip Pemain
>> Rumor & Perkembangan Terkini Transfer Pemain