thumbnail Halo,

Kiper yang tampil fenomenal di Brasil ini jadi salah satu hot property di jendela transfer musim panas dengan statusnya bebas agen.


GOALOLEH    DEWI AGRENIAWATI     Ikuti di twitter

Mungkin tak banyak yang tahu siapa Guillermo Ochoa sebelum dia manggung di Piala Dunia. Bahkan negara yang dibelanya, Meksiko, juga tak banyak diperhitungkan di turnamen empat tahunan di Brasil.

Tapi siapa sangka, Ochoa mampu menyihir para pecinta sepakbola dengan aksi-aksi briliannya di bawah mistar gawang. Dua kali gawangnya tetap perawan selama penyisihan grup, termasuk ketika menahan gempuran bertubi-tubi dari Brasil pada matchday kedua yang berakhir imbang tanpa gol. Gawang Ochoa akhirnya kebobolan untuk kali pertama ketika menghadapi Kroasia di partai terakhir, tapi mereka memastikan kemenangan 3-1 sekaligus lolos ke babak 16 besar.

Sayang, meski telah bekerja keras Ochoa harus angkat koper lebih dulu setelah ditaklukkan Belanda di perdelapan-final melalui gol di menit-menit akhir pertandingan.

Penampilan impresif kiper 28 tahun pasti tak luput dari perhatian klub-klub besar. Apalagi dia datang ke Amerika Selatan dengan status bebas agen setelah kontraknya dengan Ajaccio berakhir seiring degradasi klub ke Ligue 2.
Akankah Ochoa jadi rebutan di jendela transfer musim panas?

Profil. Ochoa lahir di Guadalajara, Meksiko, 13 Juli 1985 dan memulai debut klub di negara kelahirannya, America, pada 2004 melawan Monterrey. Ochoa kemudian memenangkan titel pertama pada 2005 dan menjadi pilihan utama klub hingga 2011, melakoni lebih dari 200 penampilan untuk America.
PROFIL SINGKAT

Tanggal lahir: 13 Juli 1985
Posisi: Kiper
Caps timnas: 63
 BANDEROL: Bebas Agen
REKOR MUSIM 2013/14
PENAMPILAN (INTI)
MENIT BERMAIN
KEBOBOLAN GOL
CLEAN SHEET
KARTU KUNING/MERAH
37 (37)
3330
71
2
1/0
RIWAYAT KARIER (Laga)
2011-2014: Ajaccio
2004-2011: America
112
211

Penampilan apiknya membuat Ochoa dikaitkan dengan beberapa klub di musim dingin 2010. Sejumlah surat kabar Inggris melaporkan ketertarikan Manchester United terhadap pemain berambut keriting dan The Daily Mail mengklaim Ochoa menjalani trial dengan Fulham, meski berita ini dibantah kedua pihak.

Di awal musim 2011/12, Ochoa akhirnya berlabuh di klub yang baru promosi ke Ligue 1 Ajaccio dengan kontrak berdurasi tiga tahun. Ochoa banyak membantu klub yang mengalami kesulitan hampir sepanjang turnamen untuk bertahan di kompetisi teratas Prancis, dengan mencetat delapan clean-sheet, 43 penyelamatan dan 151 blok.

Di musim keduanya bersama Ajaccio, Ochoa kembali menjadi pilihan utama dan lagi-lagi dia berperan besar mempertahankan eksistensi klub di Ligue 1 kali ini dengan 12 tanpa kebobolan.

Sayang, dia tak bisa berbuat banyak di musim terakhirnya karena Ajaccio akhirnya harus terdegradasi ke divisi bawah meski dia sempat menampilkan performa heroik pada laga kontra Paris Saint-Germain, di mana dia mampu melakukan 12 penyelamatan dari total 39 tendangan PSG dan menjaga gawangnya tanpa kebobolan hingga menit 86 sebelum Edinson Cavani memaksa laga berakhir imbang 1-1. Ochoa pun memutuskan tak memperpanjang kontrak di klub sebelum terbang bersama Meksiko ke Brasil.

Pada 9 Mei 2014, Ochoa masuk dalam skuat final Meksiko untuk Piala Dunia. Dia melakoni debutnya di turnamen terakbar dunia menghadapi Kamerun pada 13 Juni yang berakhir 1-0 untuk El Tri. Empat hari kemudian, di partai kedua melawan Brasil, Ochoa melakukan empat penyelamatan gemilang, termasuk sundulan keras dari Neymar yang kemudian dibandingkan dengan penyelamatan Gordon Banks terhadap Pele pada 1970 dan menyabet man of the match. Ochoa cuma kebobolan satu gol selama fase grup, melawan Kroasia dalam kemenangan 3-1 yang meloloskan Meksiko ke babak 16 besar.

Di fase gugur, dia kembali melakukan sejumlah penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan 1-0, sayang Belanda akhirnya bangkit melalui Wesley Sneijder dan penalti Klaas-Jan Huntelaar di menit akhir laga untuk memastikan comeback 2-1. Meski kalah, dia kembali dinobatkan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.

Kemampuan
Memiliki postur 185 cm jadi modal Ochoa untuk jadi salah satu kiper terbaik. Lini belakang Meksiko boleh lega memiliki kiper seperti Ochoa. Kesigapan mengantisipasi serangan lawan menjadi keunggulannya di bawah mistar. Tengok saja sejumlah penyelamatannya sepanjang Piala Dunia, salah satunya saat mengamankan tendangan first time bek Belanda Stefan de Vrij yang berusaha memaksimalkan sepak pojok.

Salah satu “korban” Ochoa di negeri Samba adalah Neymar yang dipaksa gigit jari dengan mementahkan dua peluang emasnya saat Brasil ditahan imbang tanpa gol. Salah satunya adalah ketika bintang Barcelona melompat tinggi untuk melepaskan sundulan, bola meluncur ke tiang dekat namun tangan kanan Ochoa dengan cepat menepis bola. Padahal saat itu, Neymar diharapkan menambah rekening gol setelah mengawali debut Piala Dunia dengan lesakkan dua gol ke gawang Kroasia.

Selain unggul dalam refleks, Ochoa juga baik dalam positioning dan berani mengambil risiko demi menyalamatkan gawang. Tidak jarang Ochoa memaksa keluar dari garis saat terjadi kemelut di depan gawangnya. Contohnya saat dia menepis usaha Arjen Robben setelah bintang Belanda mengungguli bek Meksiko untuk masuk ke area penalti.

Prediksi
Setelah memamerkan kebolehannya selama empat kesempatan manggung di Brasil, tampaknya Ochoa tidak akan kesulitan menemukan pelabuhan baru. Apalagi, ditambah status bebas transfer yang melekat saat ini.

AC Milan sempat dikaitkan dengan ayah satu anak sebelum Piala Dunia digelar. Agen Jorge Berlanga mengklaim I Rossoneri tertarik mendapatkan sang kiper untuk menjadi pesaing Christian Abbiati di San Siro.
“Saya percaya dia ingin lanjutkan karier di Prancis, tapi dia juga menerima tawaran dari Milan. Saya harap dia melangkah ke klub besar. Dia sangat pantas, tapi saya tak tahu ke mana dia akan main musim depan,” tutur Berlanga.

Kabar terbaru menyebutkan Liverpool bakal bergerak cepat mengamankan servis pemain yang secara resmi meninggalkan Ajaccio 30 Juni lalu, namun agennya mengatakan mereka belum menerima tawaran ofisial.

Selain Liverpool, Arsenal dan Atletico Madrid juga membidik tanda tangan pemain 28 tahun. Namun, Ochoa sendiri pernah mengungkapkan keinginannya main di Bundesliga.

"Saya bermimpi untuk bermain di Bundesliga. Liga tersebut merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Hal itu akan sangat bagus jika saya bisa bermain di sana," ungkap Ochoa kepada Bild.

“Saya tidak suka penjaga gawang mereka. Dia sangat spektakuler, dia melekukan pekerjaan luar biasa, dia tenang dan percaya diri di lapangan - dialah pemain terbaik di laga ini,” Scolari soal Ochoa.


Piala Dunia >> Halaman Khusus Piala Dunia 2014
>> Semua Berita Piala Dunia 2014
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Piala Dunia 2014
>> Live Update Piala Dunia 2014


Terkait