thumbnail Halo,

Saga transfer sensasional dilakukan Liverpool tepat di hari terakhir bursa musim dingin 2010/2011.


GOALOLEH   AHMAD REZA HIKMATYAR     Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Bursa transfer musim dingin musim 2010/11 mungkin bakal jadi yang paling dikenang dalam sejarah pesepakbolaan Inggris. Ya, tepat tiga tahun lalu publik Inggris Raya disuguhi kejutan yang mungkin tak pernah terbayang, jelang ditutupnya jendela transfer musim dingin.

Tiga pesepakbola yang sedang melejit kala itu mampu mencuri perhatian khalayak sepakbola dunia di ranah bursa transfer. Pelaku utamanya? Adalah sebuah klub kebanggan Merseyside bernama Liverpool Football Club.

Tanpa pernah diduga sebelumnya, para Liverpudlian dibuat tercengang oleh manajemen klub tatkala mereka menjual bintang utama klub saat itu, Fernando Torres. Tak sembarangan, karena El Nino dijual ke seteru utama mereka, Chelsea, dengan mahar fantastis sebesar £50 juta.

Satu kepindahan yang kontroversial mengingat sang striker jadi salah satu sosok paling dibenci publik Stamford Bridge, menilik rivalitas kedua kubu. Banderol yang disanggupi The Blues kemudian mencatatkan Torres sebagai pemain termahal Inggris Raya.

Namun kegilaan belum berhenti. Di tengah mepetnya deadline bursa transfer, The Reds tetap mampu menjaga perhatian publik sepakbola dunia.

Double Suprise dihadirkan, Liverpool menghabiskan £57,7 juta untuk mendatangkan Andy Carroll dari Newcastle United dan Luis Suarez dari Ajax Amsterdam.

                  Liverpool kudu merogoh kocek sedalam £57,7 juta untuk Carroll & Suarez

Nama pertama merupakan pembelian termahal Si Merah, sekaligus menjadikannya pemain termahal asal Inggris Raya. Big Andy  datang ke Anfield dengan rekor transfer £35 juta. Jelas sebuah perjudian bagi seorang “anak baru” di kancah Liga Primer Inggris kala itu.

Nama kedua tak mau kalah mencuri perhatian. Suarez ikut memecahkan rekor sebagai pesepakbola termahal asal Uruguay, sebelum dipecahkan Edinson Cavani dua setengah tahun kemudian. El Pistolero ditebus senilai £22,7 juta dari Ajax.

Tak heran, berbagai opini pun bermunculan. Para kritikus sepakbola menilai pembelian dua pemain tersebut sebagai transfer panik Liverpool pasca kepergian Torres. Masa depan lantas menjawab saga transfer tersebut dalam dua sisi yang berbeda.

Mari kita tilik kiprah ketiga pemain saat ini. Meski Chelsea mampu meraup gelar Liga Champions dan Liga Europa pasca kedatangan Torres, kiprah individu mantan kapten Atletico Madrid itu di London tak bisa dibilang sukses.

Sementara Carroll tak sanggup menahan beban ekspektasi publik terhadapnya, sebagai pemain termahal asal Inggris Raya. Kariernya terus mengalami penurunan hingga dilepas Liverpool dan kini membela klub papan tengah Liga Inggris, West Ham United.

Lalu Suarez? Melihat performanya yang terus menanjak dari musim ke musim bersama Liverpool, rasa-rasanya El Pistolero bakal menjelma sebagai legenda baru Merseyside.


Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait