thumbnail Halo,

Thierry Henry memberikan uluran tangannya, secara harfiah, untuk membawa Les Blues berangkat ke Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.


GOALOLEH   DEDE SUGITA


Sepakbola tak pernah lepas dari kontroversi, dan tepat pada hari ini setengah windu silam, terekam salah satu episode paling kontroversial dalam permainan ini ketika uluran tangan Thierry Henry -- dalam arti harfiah -- membantu Prancis mengamankan tiket putaran final Piala Dunia 2010 dengan Republik Irlandia sebagai korbannya.

Kedua negara terundi untuk saling berhadapan di putaran play-off setelah menuntaskan fase grup di peringkat kedua. Les Blues kalah bersaing dari Serbia di Grup 7, sementara The Boys in Green mesti mengakui keunggulan Italia di Grup 9.

Prancis, yang sedari awal dijagokan melewati Irlandia, makin di atas angin setelah memenangi leg pertama di Dublin, 14 November 2009, dengan skor 1-0 berkat gol semata wayang Nicolas Anelka. Artinya hasil imbang saja dalam pertemuan kedua di Stade de France empat hari berselang sudah cukup untuk memberangkatkan mereka ke Afrika Selatan.

Di luar prediksi, skuat besutan Giovanni Trapattoni mampu mencuri keunggulan 1-0 pada menit ke-32 melalui Robbie Keane, sekaligus menyamakan agregat 1-1. Les Blues asuhan Raymond Domenech berusaha keras membalas, tapi sampai waktu normal berakhir mereka tak kuasa menaklukkan Shay Given yang tampil brilian di bawah mistar.

Aksi handball King Henry memupus harapan Irlandia

Alhasil, pertarungan pun mesti disambung ke babak perpanjangan waktu. Di masa inilah, tepatnya menit ke-102, Henry menunjukkan aksi tak simpatik. Umpan tendangan bebas Florent Malouda sengaja dikontrolnya dengan tangan kiri, sebelum menyodorkan umpan tarik yang dikonversi William Gallas.

Otomatis para pemain Irlandia memprotes keras, namun wasit Martin Hansson dari Swedia tetap mengesahkan gol meski insiden handball itu sebetulnya sangat jelas. Kubu tamu makin sebal setelah Henry tanpa ekspresi berdosa ikut merayakan gol penyeimbang Gallas dengan penuh suka cita. Keunggulan agregat Prancis 2-1 bertahan sampai bubaran.

Selepas pertandingan, sang kapten mengakui aksi handball tersebut, namun melepas tanggung jawab dengan menyatakan "Saya bukan wasit". Irlandia sendiri melayangkan permohonan resmi kepada FIFA untuk mengulang laga, tapi federasi sepakbola dunia itu dengan tegas menolaknya.

Meski kekalahan tak adil ini sulit dilupakan, sakit hati kubu Irlandia mungkin terobati setelah melihat kiprah Les Blues di putaran final. Karma seolah berlaku, karena Prancis berperforma sangat buruk. Tak hanya gagal lolos dari babak grup, mereka menempati urutan terbawah dengan dua kekalahan dan satu seri dalam tiga partai. Kampanye Prancis bahkan diwarnai dengan perselisihan intern berupa pemberontakan sejumlah pemain pada pelatih Domenech, yang akhirnya dipecat usai turnamen.





Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait