thumbnail Halo,

Pertemuan pertama, dan satu-satunya, antara Corinthians dan Chelsea yang terjadi 83 tahun lalu berakhir imbang 4-4.


CATATAN   FERNANDO H. AHUVIA     PENYUSUN   AGUNG HARSYA    

Corinthians dan Chelsea bersiap tampil di laga puncak Piala Dunia Antarklub di Yokohama, Jepang, Minggu (16/12). Pertemuan tersebut bukan yang pertama karena kedua tim pernah saling berhadapan dalam sebuah laga persahabatan 83 tahun lalu. Laga uji coba itu digelar dalam rangkaian tur Chelsea ke Amerika Selatan dan digelar di markas seteru abadi Corinthians, stadion Palestra Itália milik Palmeiras.

Tur Amerika Selatan

Sebelum menjalani musim kelima beruntun mereka di divisi dua liga Inggris, Chelsea melakukan tur tiga pekan ke Amerika Selatan dengan kapal Asturias. Tujuan mereka adalah mengadakan sejumlah laga pemanasan yang kala itu biasa dilakukan klub-klub Eropa.

Chelsea mendarat di dermaga Santos tetapi mengawali tur di Argentina. Usai memetik hasil memuaskan di sana dan Uruguay, antara lain menghadapi Penarol, mereka akhirnya kembali menyambangi Brasil.

Pertama-tama, Blues berkunjung ke Rio de Janeiro dan memainkan dua pertandingan. Mereka menghadapi gabungan pemain Rio dan memetik hasil sekali imbang serta sekali kalah.

Banjir gol dan kritik terhadap tim tamu

Menariknya, pertandingan uji coba ini terjadi pada 4 Juli 1929. Tepat pada tanggal yang sama 83 tahun kemudian, Corinthians mengalahkan Boca Juniors 2-0 di Sao Paulo untuk merebut gelar Copa Libertadores pertama mereka.

Saat itu, Chelsea bukan tim mentereng seperti sekarang ini dan tidak ada seorang Roman Abramovich yang menghabiskan uangnya untuk klub. Stadion Palestra Itália terisi penuh dan pertandingan diwarnai delapan gol, tetapi jurnalis lokal mencatat sejumlah kritik dari jalannya pertandingan.

Chelsea langsung memimpin 3-0 berkat gol-gol Willie Jackson, Andy Wilson, dan Sidney Elliot. Sebelum babak pertama berakhir, Corinthians mampu menyamakan kedudukan berkat sumbangan dua gol Gambinha ditambah gol Grané. Usai jeda, De Maria membawa tuan rumah unggul 4-3, tetapi Elliot mencetak satu gol lagi untuk mengakhiri pertandingan dengan kedudukan 4-4.

Hasil pertandingan disambut kecaman keras oleh sejumlah media utama Sao Paulo. Misalnya Folha da Manhã yang mencerca tim tamu asal Inggris itu kecuali kiper Sam Millington dan pemain depan Sidney Elliot:

"Chelsea tidak menggiring bola sama sekali dan kewalahan saat berupaya mengopernya. Gelandang mereka tampil buruk dan hanya tampil baik sesekali. Pertahanan mereka diperkuat kiper yang tangguh dan itu pantas dipuji. Bek tengah terlalu sering membuang bola dengan tujuan membuang waktu. Mereka punya kebiasaan buruk naik untuk memasang perangkap off-side. Kalau harus ada yang dipuji dari para pemain depan mereka, pastilah Elliot, pemain yang rajin dan terus berlari. Pemain lain yang layak dipuji adalah penjaga gawang. Fakta lain yang menarik adalah bagaimana mereka menendang bola, yaitu dengan ujung sepatu, bukan cara yang disarankan untuk dilakukan apalagi saat berada dekat dengan gawang."

Selama tur Amerika Selatan saat itu, Chelsea bermain 16 kali dan mengemas rekor lima kali menang, tiga kali imbang, dan delapan kali kalah.

Data pertandingan

 Corinthians 4-4 Chelsea

Tempat: Estádio Palestra Itália
Tanggal: 4 Juli 1929
Wasit: Ângelo Benjamin Bevilacqua

GOL Babak pertama: Willie Jackson (0-1), Andy Wilson (0-2), Sidney Elliot (0-3), Gambinha (1-3), Grané (2-3), Gambinha (3-3). Babak kedua: De Maria (4-3), Sidney Elliot (4-4).

CORINTHIANS: Tuffy; Grané (c), Del Debbio; Nerino, Guimarães, Leone; Apparício, Peres, Gambinha, Rato, De Maria. Pelatih: Virgílio Montarini.

CHELSEA: Sam Millington; George Smith, Tommy Law (C); William Russell, George Rodger, Sid Bishop; John Meredith, Jackie Crawford, Sidney Elliot, Andy Wilson, Willie Jackson. Pelatih: David Calderhead.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait