thumbnail Halo,

Puluhan ribu loyalis Corinthians diyakini siap menginvasi Jepang untuk melihat tim kesayangan meraih titel Piala Dunia Antarklub untuk kali pertama sejak edisi 2000.


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti di twitter
Mata para pecinta sepakbola tak lama lagi akan dimanjakan oleh salah satu perhelatan terakbar di jagat lapangan hijau untuk tim-tim terbaik dunia. Yah, apalagi kalau bukan Piala Dunia Antarklub 2012, yang terhitung bergulir mulai 6 sampai 16 Desember.

Segenap klub jawara di konfederasi mereka masing-masing siap lahir batin untuk saling berduel satu sama lain menjadi yang tersohor di Jepang, tempat diselenggarakannya turnamen tahunan ini.

GOAL.com pun tak ketinggalan menyemarakkan ajang prestisius ini dengan menyuguhkan Anda profil tujuh tim yang bakal ambil bagian di turnamen ini. Dan pada edisi kali ini, kami akan menguak profil salah satu kontestan, yakni Corinthians.

SEJARAH SINGKAT
Lima orang pekerja muda di daerah Bom Retiro, Sao Paulo, menjadi bagian tak terpisahkan dari cerita awal terbentuknya Klub Sepakbola Corinthians Paulista pada 1 September 1910. Adapun klub dinamakan demikian sebagai bentuk penghormatan untuk klub Inggris yang bernama Klub Sepakbola Corinthian, yang melakukan tur ke Brasil di tahun yang sama. Pada akhir 20-an, The Timao, julukan Corinthians, meresmikan markas mereka yang diberi nama Stadium Alfredo Schurig [Parque Sao Jorge]. Namun, stadion yang kerap dijuluki "kebun kecil" nyaris tidak memiliki fungsi layaknya stadion lantaran kapasitasnya yang "hanya" mampu menampung 18.000 suporter. Untuk pertandingan-pertandingan sarat prestise, stadion ini tidak terpakai.

Selama lebih dari 102 tahun melanglangbuana mempertahankan eksistensi, Corinthians memiliki segudang pengalaman historis, seperti invasi Corintiana -- sebutan fan Corinthians -- yang berbondong-bondong datang menyaksikan semi-final Brazilian Championship pada 1976 menghadapi Fluminense di Maracana. Dalam laga iu, tercatat lebih dari 70.000 fans bertolak ke Rio de Janiero. Setahun berselang, The Timao menyudahi puasa gelar selama 22 tahun dengan mengalahkan Ponte Preta di Morumbi berkat sebiji gol heroik dari Basilo. Memasuki 1982-1983, klub merasakan Corinthiana Democracy -- pergerakan di ranah sepakbola Brasil dalam rangka melawan dictatorship -- yang lantas mengakhiri periode 18 tahun dalam belenggu pemerintahan diktator.

Pada dekade 90-an, Corinthians memenangkan empat titel domestik: tiga dari ajang liga Brasil [1990, 1998, 1999] dan 1995 ditandai dengan raihan trofi di kancah Brazilian Cup. Tepat ketika pergantian dasawarsa, The Timao menjadi klub pertama yang memenangkan ajang paling bergengsi di belantika sepakbola dunia, yakni Piala Dunia Antarklub, dengan menumbangkan Vasco dalam drama adu penalti. Namun masa-masa nadir juga bukannya tak pernah dilalui tim ketika menginjak 2007: Corinthians tersesat ke Serie B Liga Brasil. Setahun kemudian, klub berhasil bangkit secara gesit dan kembali menahbiskan diri ke Serie A. Era Ronaldo, salah satu legenda termasyuhur sepakbola Selecao, pun masuk, The Timao lantas kian mantap menemukan tren kemenangan pada 2009. Klimaks dari rangkaian kebangkitan mereka itu ditandai dengan torehan gemilang trofi pertama Copa Libertadores pada 2012, yang lantas mengukuhkan satu tempat bagi mereka untuk berlaga di pentas Piala Dunia Antarklub tahun ini.
TAKTIK & GAYA BERMAIN
Tite saat ini tengah berada pada momen terbaik dalam kariernya sebagai pelatih Corinthians lantaran dia memiliki skuat yang sangat mendalam dan solid. Di Piala Dunia Antarklub, sang juru racik strategi sudah menyiapkan timnya dengan skema 4-2-3-1, dengan menggunakan tiga gelandang pendobrak dan satu ujung tombak.

Salah satu aset terbesar Corinthians adalah fleksibilitas permainan mereka secara taktis. Mereka mampu dengan cepat dan tanggap seketika mengubah taktik bermain, dan bahkan lini serang The Timao teribilang rajin membantu lini pertahanan ketika tim diserang.
BINTANG | Paulinho
Bintang Corinthians dan juga timnas Brasil, Paulinho, sejatinya bersama The Timao sempat menyandang status pemain antah-berantah. Tidak banyak publik mengenalnya. Namun, dia memiliki segala syarat untuk menjadi pemain kelas dunia, dan itu pun dibuktikannya dengan jangka waktu relatif singkat sejak kemunculannya di klub. Dengan Tite yang gemar memainkan formasi 4-2-3-1 di hampir setiap pertandingan, memudahkan sang gelandang bertahan memamerkan bakat besarnya di lapangan.

Gaya bermainnya yang dinamis menjadikan dirinya sebagai sosok kunci bagi Corinthians ketika tim berhasil menggondol trofi liga Brasil pada 2011 disusul Copa Libertadores. Paulinho, bersama partner-nya di tengah, Ralf, digadang-gadang sebagai sepasang defensive midfielder panas di negaranya.
SIMBOL | Emerson Sheik
Sejak dirinya mendarat di Corinthians pada 2011, Emerson menjadi pemain pertama yang memenangkan Brasileirao tiga kali berturut-turut dengan tiga tim yang berbeda. Tak hanya itu, dia kemudian mencatatkan namanya ke dalam sejarah manis The Timao dengan mencetak dua gol di final Libertadores kontra Boca Juniors.

Bajir pujian tak henti-hentinya mengalir. Memiliki energi dan fisik yang mumpuni di lapangan, dia menjelma menjadi striker yang hobi membuat masalah di area pertahanan lawan. Selain melihat keindahan bermainnya di lapangan, sayangnya Emerson juga dikenal tempramen dan kerap membuat onar. Bahkan publik lebih sering mendapatinya dalam kondisi berapi-api ketimbang melihat dirinya tak terlibat dalam provokasi.
BINTANG MUDA | Romarinho
Inilah sang pahlawan ketika klub ditahan Boca Juniors dalam laga pertama final Copa Libertadores. Romarinho pun saat ini tengah dalam perjalanannya merebut hati para loyalis Corinthians. Adapun sang youngster mulai menancapkan jejaknya bersama The Timao setelah dia terpilih menjadi pemain terbaik di ajang Paulista Championship tahun ini.

Romarinho kerap mengambil keuntungan kala rekan-rekan setimnya cedera pada musim ini. Artinya, saatnya si muda yang memberikan kontribusi bagi tim. Namun, kemungkinan besar Romarinho masih bakal lebih banyak duduk di bangku cadangan sebelum dia benar-benar dipercaya menempati first team.
TIGA FAKTA MENARIK
  • Corinthians memenangkan edisi perdana Piala Dunia Antarklub dengan mengalahkan Vasco dalam drama adu penalti pada 2000.
  • FIFA yakin adanya invasi suporter Corinthians ke Jepang. Asosiasi Sepakbola Jepang [JFA] baru-baru ini menyatakan, lebih dari 8.500 suporter telah memperoleh visa perjalanan yang diperuntukkan untuk menyambangi Jepang. Namun, dari kubu The Timao mengklaim, lebih dari 20.000 suporter siap menyemuti stadion di Negeri Sakura.
  • Bek sayap kiri Fabio Santos dan gelandang Danilo pernah mencicipi trofi Piala Dunia Antarklub ketika mereka berbalut seragam Sao Paulo pada 2005 silam.

PRAKIRAAN STARTING XI
Pelatih Tite tampaknya menggunakan formasi terakhir tim di ajang liga untuk membuat penyesuaian dan memutuskan bagaimana skema yang akan digunakan di Piala Dunia Antarklub. Pertanyaan yang mungkin sulit dijawab sang pelatih hanya ada pada barisan lini serang tim, yang mana nama-nama seperti Danilo, Douglas, Emerson, Paolo Guerrero, Jorge Henrique, Martinez, Romarinho, semuanya siap bersaing untuk satu tempat di starting line-up.

Guerrero, eks pemain Bayern Munich dan Hamburg yang baru diboyong Corinthians pada 2012 ini, diragukan bisa tampil maksimal di turnamen ini karena cedera, dia dianggap gagal pulih tepat pada waktunya. Henrique dipastikan siap untuk menggantikan perannya.


Cássio
Alessandro, Chicão, P. André, F. Santos
Ralf, Paulinho
Danilo, Douglas, Emerson
Guerrero

Terkait