thumbnail Halo,

Ulsan yang merupakan juara Liga Champions Asia 2012 harus bisa melewati Chelsea untuk mencapai final dan melampaui prestasi Pohang Steelers di tahun 2009.


PROFIL OLEH   KIM HYUN-MIN     ALIH BAHASA   HENRY AA    
Piala Dunia Antarklub 2012 akan segera digelar dan ini merupakan ajang akhir tahun yang amat dinanti karena melibatkan klub-klub paling tenar untuk berebut status terbaik.

Turnamen yang akan berlangsung dari 6 hingga 16 Desember di Jepang ini adalah arena pertempuran klub-klub top dari seluruh konfederasi di dunia. Meski mayoritas fans sepakbola familiar dengan nama-nama seperti Chelsea dan Corinthians, beberapa kontestan lainnya masih perlu diperkenalkan.

GOAL.com menyajikan kepada Anda seluruh tujuh tim yang bakal ambil bagian dalam kompetisi yang amat diantisipasi ini, dan berikut ini adalah profil klub Ulsan Hyundai.
SEJARAH SINGKAT
Ulsan Hyundai didirikan pada Desember 1983. Klub ini pertama kali bermarkas di Incheon, dan awalnya bernama Hyundai Horang-i (horang-i berarti harimau dalam bahasa Korea). Mereka berpartisipasi di K-League sejak pertama kali bergulir pada 1984, dan finsi di peringkat ketiga. Mereka pindah ke Gangwon pada 1987 lalu terakhir ke Ulsan sejak 1990, dan kemudian mengubah namanya menjadi Ulsan Hyundai pada 2008.

Mereka hanya dua kali meraih gelar K-League (pada 1996 dan 2005, tapi memegang rekor dengan enam kali menjadi runner-up) dan prestas itu membuat mereka disebut-sebut sebagai salah satu klub kuat di Korea Selatan. Mereka juga pernah menjuarai piala liga, terbanyak setelah Suwon Samsung Bluewings.

Pelatih Kim Ho-Gon tiba di Ulsan pada 2009, meskipun performa mereka sempat kurang stabil pada awal kepelatihannya tapi mereka semakin membaik sejak tahun lalu. Ulsan sangat mengandalkan pertahanan dengan serangan balik yang cepat dan agresif, hasilnya mereka memenangkan ACL dan menjadi runner-up di K-League. Gaya permainan Ulsan dikenal dengan ‘iron mace football’ dan sudah diakui oleh para fans mereka. Kedatangan para pemain seperti Lee Keun-Ho, Kim Seung-Yong and Rafinha membuat Ulsan bertambah kuat dan menjadi salah satu tim terkuat di Asia.
TAKTIK & GAYA BERMAIN
Gaya serangan balik Ulsan semakin membaik di musim ini dengan kecepatan yang dimiliki Lee Keun-Ho & Rafinha serta akurasi dari Kim Seung-Yong. Mereka total mencetak 27 gol dari 12 laga di AFC Champions League matches, termasuk 16 gol di enam laga yang menggunakan sistem gugur.

Formasi dasar tim ini adalah 4-2-3-1, dengan striker jangkung Kim Shin-Wook memimpin lini depan. Di belakangnya, ada Lee Keun-Ho, Kim Seung-Yong dan Rafinha yang mempunyai pergerakan bebas. Lee Ho dan Estiven mengkontrol tempo permainan sebagai duo gelandang jangkar, sedangkan lini belakang dipimpin oleh kapten tim Kwak Tae-Hui. Terkadang Ulsan juga beradaptasi dengam memakai formasi 4-4-2.
BINTANG | Lee Keun-Ho
Lee Keun-Ho yang terpilih sebagai ACL MVP dan AFC Asian Player of the Year, kembali ke Korea setelah tiga tahun bermain di J-League untuk menjalani masa wajib militer. Pergerakan dan tusukannya di daerah penalti membuat bek lawan harus bekerja keras untuk mengimbanginya. Meskipun sempat mengalami cedera, ia masih tampil impresif di K-League musim ini dengan mencetak delapan gol dalam 21 pertandingan. Ia juga mencetak lima gol untuk timnas Korea Selatan pada 2012, empat diantaranya di ajang kualifikasi Piala Dunia.
SIMBOL | Kwak Tae-Hui

 
Kwak Tae-Hui merupakan kapten Ulsan sekaligus timnas Korsel. Seperti halnya posisinya di the Taeguk Warriors, Kwak merupakan sentral pertahahan sekaligus pemimpin Ulsan. Kepemimpinannnya merupakan tulang punggung dari gaya "iron mace football" Ulsan. Kwak juga dikenal dengan sundulannya yang bagus saat terjadi bola mati, Ia menunjukkan kelebihannya itu dengan mencetak gol pembuka dalam final ACL melawan Al Ahli.    

PEMAIN MUDA | Kim Shin-Wook
Di usia 24, Kim Shin-Wook yang punya tinggi badan 196 cm ini merupakan pemain termuda di jajaran pemain utama Ulsan. Ia memulai karirnya sebagai pemain bertahan tapi kemudian menjadi striker sejak 2009 saat Ulsan sedang mengalami krisis penyerang. Ia bisa mengancam dari segala sisi lapangan, tapi kekuatan utamanya adalah di udara yang membuatnya menjadi pelengkap penting dalam skema serangan balik Ulsan yang cepat dan mematikan.

TIGA FAKTA MENARIK

  • Ulsan mendapat julukan "the gangsters of Asia" pada 2006, ketika mereka memenangkan A3 Champions Cup and mencapai babak final ACL sebelum kemudian dikalahkan tim K-League lainnya, Jeonbuk Motors.
  • Pada Agustus lalu, Kim Ho-Gon menjadi pelatih ke-12 dalam sejarah K-League yang berhasil meraih kemenangan ke-100. Kim Jung-Nam, pemegang rekor kemenangan terbanyak dengan 241 kemenangan, juga pernah melatih Ulsan yaitu dari tahun 2004 sampai 2008.
  • Lee Keun-Ho, Lee Ho dan Lee Jae-Sung mendapatkan dispenasi khusus untuk bermain di Piala Dunia Antarklub meskipun masih menjalani latihan wajib militer. Mereka akan dilepas pada 10 Desember. Mereka akan kembali menjalani tugas di kamp militer pada 17 Desember, sehari sesudah jadwal laga final di Yokohama International Stadium

PRAKIRAAN STARTING LINE-UP
Pelatih Kim Ho-Gon selalu berkeras untuk tidak mengubah susunan pemain utamanya, jadi hampir di tiap pertandingan Ulsan akan menurunkan formasi yang nyaris sama di ajang K-League. Untuk saat ini bek sentral Kang Min-Soo akan absen karena mengalami cedera engkel. Dua pemain yaitu Lee Jae-Sung dan Kim Chi-Gon bersaing ketat untuk mengisi pos yang ditinggalkan Min-Soo.

Zambia

Kim YK
Lee Yong, Lee JS, Kwak TH, Kim YS
Lee Ho, Estiven
Rafinha, Lee KH, Kim SY
Kim SW


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait