thumbnail Halo,

Jawara Afrika ini akan berusaha mengukir prestasi lebih tinggi dari PD Antarklub 2006, ketika mereka menjegal Internacional dan Club America untuk menyegel peringkat ketiga.


PROFIL OLEH   FAROUK ESAM     ALIH BAHASA   DEDE SUGITA    
Piala Dunia Antarklub 2012 akan segera digelar dan ini merupakan ajang akhir tahun yang amat dinanti karena melibatkan klub-klub paling tenar untuk berebut status terbaik.

Turnamen yang akan berlangsung dari 6 hingga 16 Desember di Jepang ini adalah arena pertempuran klub-klub top dari seluruh konfederasi di dunia. Meski mayoritas fans sepakbola familiar dengan nama-nama seperti Chelsea dan Corinthians, beberapa kontestan lainnya masih perlu diperkenalkan.

GOAL.com menyajikan kepada Anda seluruh tujuh tim yang bakal ambil bagian dalam kompetisi yang amat diantisipasi ini, dan berikut ini adalah profil Al Ahly.

SEJARAH SINGKAT

Al Ahly didirikan pada 1907 sebagai klub olahraga kedua di Mesir setelah El-Sekka, dan mulai mendominasi persepakbolaan Mesir pada 1940-an. Di era 1980-an klub merengkuh sukses di pentas kontitental, menjuarai Piala Champions Asia pada 1982 dan 1987. Mereka kembali berjaya dalam turnamen serupa yang telah berganti nama, pada 2001, 2005, 2006, dan 2008 di bawah pelatih asal Portugal, Manuel Jose, yang tercatat sebagai arsitek tersukses sepanjang sejarah klub.

Kejayaan kontinental pada 2012 memastikan mereka sebagai dengan titel terbanyak di kawasan Afrika, berupa tujuh trofi Liga Champions, empat Piala Winner, empat Piala Super, dan satu gelar Kejuaraan Klub Afro-Asia.

Al Ahly adalah klub pertama yang dua kali berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub FIFA menyusul kiprah berurutan pada 2005 dan 2006. Raihan perunggu pada 2006 menjadikan mereka tim Afrika pertama yang memenangi medali di kompetisi ini.
TAKTIK & GAYA BERMAIN
Setelah bertindak sebagai asisten Manuel Jose pada 2005 dan 2006, kini manajer Hossam Al-Badri akan memimpin tim di Jepang untuk pertama kalinya.

Badri menyukai gaya menyerang dengan mempergunakan lima gelandang. Taktik ini merupakan salah satu kunci penting sukses tim menghadapi Esperance di final Liga Champions Afrika. Al Ahly diperkirakan akan dapat mendominasi laga pertama, di mana mereka akan bersua Sanfrecce Hiroshima atau Auckland City.
BINTANG | Hossam Ghaly

Merupakan pemimpin tim dan salah satu elemen terpenting di lini tengah, mantan pemain Feyenoord dan Tottenham ini kembali ke performa terbaik tahun ini dan meraih titel Afrika keduanya bersama tim, setelah merengkuh yang pertama pada 2001.

Bila Al Ahly melaju di turnamen dan bisa finis di tiga besar, Ghaly berpeluang menjadi salah satu kandidat untuk anugerah pemain terbaik turnamen.
SIMBOL | Mohamed Aboutrika

Inspirasi di lapangan dan ruang ganti, Aboutrika adalah kandidat pertama untuk anugerah Pemain Lokal Terbaik Afrika tahun ini, bersaing dengan dua pemain dari klub TP Mazembe.

Dia akan berpartisipasi di Piala Dunia Antarklub keempatnya, setelah sebelumnya selalu ambil bagian setiap kali Al Ahly lolos ke ajang ini. Pengalamannya pasti akan menguntungkan rekan-rekannya yang lebih muda, yang akan berkiprah di Jepang untuk pertama kalinya.

PEMAIN MUDA | Rami Rabeia
Starting XI Al Ahly sebagian besar terdiri dari pemain berusia antara 24 dan 30 tahun yang telah matang di klub. Tapi di bangku cadangan banyak talenta muda seperti bek Rami Rabeia yang diprediksi akan meneruskan posisi Wael Gomaa, dan Mahmoud Trezeguet yang saat ini tetap menjadi pilihan keempat bagi pelatih Al-Badri di sektor tengah.
TIGA FAKTA MENARIK

  • Al Ahly sejajar dengan Auckland FC untuk penampilan terbanyak di Piala Dunia Antarklub FIFA, berkiprah di empat dari sembilan turnamen.
  • Pelatih Hossam Al-Badri adalah satu-satunya figur yang sebelumnya bertindak sebagai asisten pelatih dalam tiga PD Antarklub (2005, 2006, dan 2008).
  • Hossam Ashour adalah kolektor penampilan terbanyak sepanjang masa di PD Antarklub dengan jumlah tujuh pertandingan.

PRAKIRAAN STARTING LINE-UP

Al Ahly akan berada dalam performa puncak untuk menghadapi tantangan di turnamen kali ini, dan sejumlah keputusan sulit harus dibuat untuk menyusutkan skuat menjadi 23 pemain. Setelah melewatkan final Liga Champions Afrika, bek kiri Sayed Moawad diperkirakan kembali untuk ajang ini.

Selain kembalinya Moawad, pelatih Al-Badri sepertinya tak akan melakukan banyak perubahan dari starting XI yang diturunkannya dalam laga final Liga Champions Afrika kontra Esperance di Rades.



Ikrami

Fathi, Gomaa, Najib, Moawad
Saeed, Ghaly, Ashour, Soliman

Trika

Gedo


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait