thumbnail Halo,

Cacau telah melengkapi kepindahannya ke Cerezo, dan bakal menularkan pengalamannya bersama Stuttgart di Jepang.


GOALEKSKLUSIF   CESARE POLENGHI     PENYUSUN   DONNY AFRONI    

Setelah diperkenalkan kepada publik kemarin, rekrutan anyar Cerezo Osaka Cacau berbincang-bincang dengan pemimpin redaksi Goal Jepang Cesare Polenghi mengenai misinya menyelamatkan peringkat 15 klasemen sementara Liga Utama Jepang (J-League) itu dari ancaman degradasi.

Pemain kelahiran Brasil ini sudah tak asing dengan pertarungan melepaskan diri dari ancaman degradasi dengan pengalamannya selama 11 musim di Bundesliga Jerman bersama VfB Stuttgart. Cacau mendeklarasikan motivasinya untuk menyelamatkan klub dengan pengalaman yang dimilikinya. Berikut petikan wawancara dengan Cacau:

Cesare Polenghi: Usia berapa ketika Anda datang ke Jerman?

Cacau: Saat itu Maret 2000, saya masih 19 tahun.

Polenghi: Anda masih menjadi warga Brasil saat itu, dan belum menjadi pemain profesional sebelum pindah ke benua baru. Setelah 14 tahun, Anda datang ke benua baru. Bagaimana Anda membandingkannya dengan pengalaman ketika pertama kali ke Jerman?

Cacau: Pada awalnya sangat sulit, tapi itu makin membaik seiring berjalannya waktu. Perbedaannya sekarang adalah saya punya keluarga di sini. Kehadiran saya membantu saya untuk menghadapi tantangan baru ini.

Polenghi: Anda terlihat mengumbar senyum dalam sesi jumpa wartawan, dan terlihat sangat positif. Seperti apa Anda mengggambarkan sosok diri Anda?

Cacau: Anda bisa bilang senyum saya sebagai ciri khas saya, tapi kenyataannya saya terkadang cenderung menutupinya. Saya lebih memilih menjadi pendengar. Tapi saya memahami, saya harus keluar dan berkomunikasi, sehingga saya berusaha memperbaikinya. Di atas lapangan, saya berkemauan keras, dan bisa sangat bergairah. Itu salah satu ciri-ciri saya.

Polenghi: Banyak pemain Jepang di Bundesliga. Apa kesan Anda, baik mereka sebagai pemain maupun warga Jepang?

Cacau: mereka punya teknik yang sangat bagus, dan mereka tidak pernah menyerah ketika bermain, terutama Gotoku Sakai. Saya sering menghadapi dia dalam latihan, dan ketika saya berpikir sudah melewatinya, dia mengejar dan berusaha menghentikan saya. Tak kenal menyerah, dan dikombinasikan dengan kemampuan teknik, itu kesan saya kepada para pemain asal Jepang. Dari sisi kepribadian dan karakter, banyak hal menarik, pemain yang mudah senyum. Mereka suka mengobrol, membuat lelucon. Gambaran itu sangat kuat.

Polenghi: Seperti apa gambaran yang Anda miliki mengenai kehidupan di Jepang?

Cacau: Sebelum datang ke sini, kesan saya adalah Jepang sangat teroganisir, dan jalanan bersih, karena warganya tidak buang sampah sembarangan. Saya berpikir setiap orang mempunyai sikap bagus, dan sistem pendidikannya juga bagus. Sejak tiba di sini, saya terkejut melihat bagaimana Jepang ternyata melebihi perkiraan saya. Itu benar-benar luar biasa.

Polenghi: Apa yang Anda pikir mengenai J-League? Apa harapan Anda?

Cacau: Saya tahu level tekniknya tinggi, dan begitu juga dengan level kompetisinya. Sangat sulit memprediksi tim apa yang akan memenangi liga, dan setiap tim punya peluang. Tak ada jurang yang terlalu dalam di antara klub-klub. Saya sangat senang bermain di lihat yang begitu banyak talenta, dan sangat kompetitif.

Polenghi: Saya ingin bertanya berkaitan dengan degradasi. Anda berpengalaman dengan hal ini bersama Stuttgart, tapi apa yang akan Anda berikan untuk Cerezo?

Cacau: Hal paling penting yang ingin sampaikan [kepada rekan satu tim di Cerezo], tim perlu bersatu. Jika satu atau dua pemain hanya ingin melakukan apa yang ingin mereka lakukan, sangat sulit. Agar bisa keluar dari situasi seperti ini, setiap pemain harus mengombinasikan kekuatan mereka, dan melangkah menuju satu tujuan. Sangat penting setiap pemain bermain dengan sikap yang sama. Itu pengalaman saya [di Stuttgart], dan saya pikir saya bisa menerapkannya di Cerezo.

Polenghi: Apa target Anda bermain di Jepang?

Cacau: Secara pribadi, saya ingin memberikan kontribusi sebanyak mungkin kepada tim. Tentu saja saya ingin mencetak banyak gol, tapi saya juga ingin menciptakan banyak umpan. Hanya saja, sebagai pemain, saya mendedikasikan semua kekuatan saya untuk memberikan kontribusi kepada tim. Itu hal paling penting sekarang.

Polenghi: Bagaimana reaksi istri dan anak-anak ketika Anda mengatakan ingin ke Jepang?

Cacau: Ketika pertama kali saya mendapatkan tawaran datang ke Jepang, dan melihat lingkungan tempat tinggal kami, dan mengenai sekolah anak-anak kami, kesan saya sangat positif. Saya memberitahu keluarga saya tentang apa yang saya lihat, dan ketika mereka melihat lingkungan melalui dunia maya, mereka setuju itu merupakan tempat tinggal yang bagus. Tentu saja saya ingin mendapatkan kesempatan pergi ke Jepang, dan bermain di sini. Kami sepakat sebagai sebuah keluarga, dan itu merupakan ide yang bagus.

Polenghi: Jerman menghadapi Brasil di Piala Dunia 2014. Tim apa yang Anda dukung?

Cacau: Anak-anak saya lahir di Jerman, karena itu kami mendukung mereka sejak awal. Kalau tidak salah, saya ingat mereka merupakan satu-satunya yang merasa senang dengan hasil akhir (tertawa).

Polenghi: Terima kasih atas waktu Anda.

Cacau: Sebetulnya, saya ingin bertanya, berapa lama untuk mengingat bahasa Jepang?

Polenghi: Jika bersungguh-sungguh, Anda sudah bisa berbicara memakai bahasa Jepang dalam waktu satu tahun. Berbicara tidak terlalu sulit. Warga Jepang sangat sopan. Jika Anda ingin belajar, maka setiap orang akan membantu. Saya kira Anda akan bisa banyak bicara setelah satu tahun. Tahun depan, sesi wawancara kita dalam bahasa Jepang!


Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone


Terkait