thumbnail Halo,

Klub kehormatan wilayah Kansai tersebut kini akan kembali bersaing di J1 usai pertama kali terdegradasi semusim sebelumnya.

SEJARAH
Dibentuk tahun 1980 sebagai klub milik Panasonic, tim yang akhirnya berganti nama menjadi Gamba Osaka memenangi Piala Emperor di tahun 1990 sebelum kemudian menjadi salah satu dari 10 pendiri J.League pada 1993.

Setelah menyelesaikan musim di peringkat ketiga pada 2002 dan 2004, klub kemudian memecahkan catatan prestasi mereka kala 2005, secara dramatis memenangi liga. Saat itu, rival sekota mereka, Cerezo Osaka bermain imbang dengan FC Tokyo di kandang, Gamba sukses memetik kemenangan atas Kawasaki Frontale dan keluar dari bayang-bayang empat tim lainnya untuk menuju puncak gelar juara.

Pencapaian sukses Gamba berlanjut di 2007, saat merengkuh Piala Nabisco. Satu musim kemudian mereka menjadi tim kedua Jepang yang secara beruntun memenangi Liga Champions Asia usai menundukkan Adelaide United dengan skor agregat 5-0. Di ajang Piala Dunia Antarklub, Gamba juga mencatatkan hasil terhormat dengan menduduki tempat ketiga. Periode yang sama, Yasuhito Endome memimpin timnya meraih Piala Emperor pada 1 Januari 2008 untuk melengkapi gelar ganda.

Meski Gamba memenangkan Piala Emperor lainnya satu tahun kemudian dan secara konsisten menunjukkan peragaan sepakbola menyerang, mereka selanjutnya kerap gagal untuk mereplikasi prestasi yang ditorehkan pada 2005. Antara 2002 hingga 2011, klub mengakhiri musim di peringkat ketiga sebanyak enam kali, di samping itu mereka juga mengakhiri musim sebagai runner-up pada 2010.

Tahun 2012 merupakan petaka bagi Gamba, bagaimanapun, sebagai tim yang tersandung sejak awal musim dan tidak pernah berhasil bangkit. Untuk pertama kalinya mereka terdegradasi setelah menutup musim di posisi ke-17, namun semusim berikutnya mereka tampil dominan sesusai harapan fans selama mengarungi J2 pada tahun 2013 dan kembali ke kasta tertinggi dalam waktu singkat.

PEMAIN BINTANG
Beberapa pemain tim nasional Jepang pernah berkostum Gamba, termasuk striker veteran Ryuji Bando dan mantan pemain Mallorca Akihiro Ienaga.

Bek tengah Tsuneyasu Miyamoto bermain di Osaka selama 12 tahun, termasuk dua musim saat ia menjadi kapten tim. Ia membela Jepang di Piala Dunia 2002 dan 2006, dan berperan dalam sukses meraih Piala Asia 2004. Usai pensiun di tahun 2011, Miyamoto lulus dari program Magister FIFA.

Bintang Korea Selatan sekaligus pemain terbaik Asia pada 2012, Lee Keun-Ho pernah menghabiskan satu setengah musim di Gamba, mengemas 17 gol dari 40 penampilan di semua kompetisi.

Gamba juga terkenal dengan keluar masuknya beberapa pemain berkualitas asal Brasil. Magno Alves memenangi gelar sepatu emas pada 2006 dengan 26 golnya, dan terpilih masuk dalam tim terbaik musim tersebut.

Pemain internasional Kamerun, Patrick M’Boma mencetak 29 gol dari total 34 laga untuk Gamba di 1997, bermain di sana secara singkat hingga 1998 sebelum hengkang ke Cagliari. Ia kemudian kembali ke J-League pada 2003, memperkuat Tokyo Verdy dan Vissel Kobe sebelum pensiun.

STADION


Stadion Osaka Expo ‘70, secara lokal dikenal sebagai Banpaku, memiliki kapasitas yang dapat menampung 20,000 suporter. Gamba bermukin di sana sejak 1980.

Saat ini klub berencana untuk membangun stadion baru yang letaknya berdekatan, yang berkapasitas 40,000 penonton dan dijadwalkan selesai pada Oktober 2015.

WARNA DAN KOSTUM

Setelah beberapa tahun mengenakan seragam berbasis warna biru, Gamba beralih ke garis vertikal biru dan hitam saat musim 1997. Desain seragam ini kadang-kadang diselipkan warna aksen, termasuk kuning dan merah.

MASKOT

Gamba Boy dirancang oleh Susumu Matsushita, yang juga telah mendesain maskot untuk tim profesional bisbol Orix Buffaloes dan beberapa video game serta majalah. Inspirasi untuk Gamba Boy berasal dari dewa Yunani Zeus. Dia adalah maskot manusia pertama di liga.

Terkait