thumbnail Halo,

Kampiun play-off J-League 2013 ini merupakan klub pertama dari kepulauan Shikoku yang mampu tampil di kasta tertinggi.

 

SEJARAH

Klub anyar J1 ini bermula dari sebuah klub milik perusahaan Otsuka Pharmaceutical Co. pada tahun 1995, namun menghindar untuk menjadi sebuah klub profesional di tahun 90an sebagaimana mereka berlaga di kompetisi format lama, Japan Football League.

Nama Vortis terinspirasi dari kata vortice, bahasa Italia yang artinya pusaran air dan merujuk pada pusaran air yang terkenal di sekitar Naruto.

Setelah menjadi anggota asosiasi di 2004, menyusul dua titel JFL secara berturut-turut, Vortis berkompetisi di J2 sejak 2005. Meskipun klub selalu berakhir pada peringkat terakhir di tiga musim beruntun antara 2006 dan 2008, performa mereka terus meningkat dan nyaris promosi di 2011.

Kendati mereka awalnya hanya satu-satunya klub profesional dari pulau Shinkoku, mereka memiliki klub rival yakni Ehime FC, yang bermain di J2.

Vortis akhirnya mencapai divisi teratas di 2014 setelah secara dramatis memenangi babak play-off J1, dengan mengalahkan Kyoto Sanga 2-0.

STADION


Naruto Athletic Stadium, juga dikenal sebagai Pocari Sweat Stadium, merupakan stadion multi-fungsi yang bisa menampung hingga 20.000 suporter. Terletak di kota Naruto dan telah direnovasi dua kali sejak kali pertama dibuka pada 1971.

WARNA DAN JERSEY

Vortis mengenakan warna biru gelap sebagai warna utama jersey mereka.

MASKOT

Vort-kun dan Tis-chan terinspirasi oleh Tanuki, seekor anjing racoon Jepang. Mereka kali pertama muncul di musim 2009.

Terkait