thumbnail Halo,

Tahun 2013 akan berakhir, Goal menyajikan tujuh pemain berusia 23 tahun ke bawah yang menyemarakkan J-League musim ini dengan teknik dan potensi mereka.


GOALOLEH CESARE POLENGHI & DAN ORLOWITZ   PENYUSUN  TEGAR PARAMARTHA   

AMF Yoichiro Kakitani, Cerezo Osaka (23)


Sejauh ini, inilah pemain muda paling populer di Jepang pada tahun 2013, Kakitani menjalani musim yang luar biasa dengan menghiasi skuat utama timnas Samurai Biru. Setelah tahun 2012 yang impresif, pemain asli Osaka tersebut terus berkembang, ia mendapat pengakuan dan masuk ke dalam Best XI J-League dan juga pemain terbaik versi Goal dan Fair Play awards.

Penyerang modern dan dinamis, Kakitani dapat mengontrol bola dengan kedua kaki dan juga melepaskan tembakan keras dan akurat. Catatan 21 golnya musim ini praktis membuat tim pemantau dari Eropa kepincut, dan Kakitani diyakini akan menjadi pemain Jepang berikutnya yang akan bergabung dengan pemain-pemain Jepang lain di Bundesliga Jerman.


AMF Manabu Saito, Yokohama F. Marinos  (23)


Meskipun gelandang eksplosif ini masih belum menemukan performa konsisten, sumbangsihnya terhadap Yokohama F. Marinos musim ini sangat krusial. Saito telah menjadi salah satu ancaman besar bagi kebanyakan pertahanan klub J-League, ia mencetak gol yang sangat berkesan seperti ketika melawan Omiya Ardija ketika dia melewati empat pemain sebelum menjebol gawang lawan. Alberto Zaccheroni, pelatih timnas Jepang, tidak melewatkan hal tersebut sehingga ia memanggil Saito secara reguler sejak Agustus kemarin.


DMF Hotaru Yamaguchi, Cerezo Osaka (23)


Dia adalah jantung Cerezo Osaka dan juga tim nasional juga akhir-akhir ini, Yamaguchi terus berkembang sepanjang musimini dan menjadi salah satu pemain paling konsisten di J-League. Ia mampu merebut bola dari kaki lawan sama baiknya dengan ketika ia mendistribusikan bola kepada rekan-rekannya, kombinasinya dengan Kakitani membantu Cerezo berada di papan atas.


FW Yuya Osako, Kashima Antlers  (23)


Saat Kashima Antlers menjalani musim yang mengecewakan di mana mereka gagal mendapatkan satupun trofi juara untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun, Yuya Osako terus berkembang dan menempatkan dirinya sebagai salah satu penyerang terbaik di J-League. Catatan 19 golnya musim ini sudah cukup untuk meyakinkan Zaccheroni memberi kesempatan dia bermain di timnas senior, sebuah kesempatan yang dipakai oleh Osako untuk bersinar ketika menghadapi Belanda pada November kemarin.

Saat Jepang tertinggal 2-0 menjelang jeda, Osako mencetak satu gol dan menciptakan satu assist untuk membantu Samurai Biru meraih hasil imbang yang prestisius. Osako tampak sempurna untuk gaya permainan Jepang di bawah Zac: dia tidak terintimidasi oleh bek-bek kuat dan merasa nyaman menjadi striker tunggal.


FW Takumi Minamino, Cerezo Osaka (18)


Dengan torehan lima gol dan mendapat penghargaan Rookie of the year, Takumi Minamino dipandang oleh banyak pihak sebagai pemain muda paling berbakat di musim ini. Pencapaian paling impresifnya datang ketika ia melepaskan tembakan yang menjebol gawang Manchester United di laga uji coba musim panas kemarin ketika pertandingan dimainkan di Nagai Stadium, Osaka. Cepat dan intuitif, Minamino juga menyadari bahwa harus bekerja keras bila dia ingin bergabung dengan deretan pemain Cerezo yang telah menjadi bintang.


FW Masato Kudo, Kashiwa Reysol (23)


Striker andalan Kashiwa Reysol ini semakin berkembang dan tajam di musim 2013. Ia menjadi top skor klub dengan torehan 19 gol, mengungguli seniornya, Junya Tanaka (enam gol) dan pemain asing asal Brasil Cleo (sembilan gol). Ketajamannya tidak disiakan oleh pelatih timnas Zaccheroni dan sejauh ini ia telah mencatatkan empat caps bersama timnas dengan koleksi dua gol.


GK Masatoshi Kushibiki, Shimizu S-Pulse  (20)


Meski masih sangat muda, Kushibiki telah menampilkan kualitas yang luar biasa dalam 20 pertandingan pada tahun 2013. Reaksinya tidak hanya mengejutkan tim pemantau, tetappi juga banyak striker J-league yang melihat tembakan-tembakan mereka berhasil dipatahakan oleh kiper berusia 20 tahun dengan pergerakan seperti kucing. Meski Kushibiki masih harus berkembang, dia tentu telah menjadi kiper muda terbaik musim ini. Jika ia diberi kesempatan bermain secara reguler, dia diyakini akan menjadi prospek yang bersinar di tim nasional.




Gabunglah bersama Goal Indonesia di media sosial:
Facebook goal.indonesia
Facebook goal.indonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Google Plus +goalcomindonesia
Twitter @GOAL_ID
Twitter @GOAL_ID

Terkait