thumbnail Halo,

Setelah tampil mengesankan di sepakbola regional, Marinos menjadi kekuatan baru sepakbola Jepang, dengan memenangi kejuaraan pada 1989 dan 1990.

SEJARAH
Yokohama adalah kota pelabuhan terbesar di Jepang, dan kemungkinan besar menjadi awal dari berkembangnya sepakbola yang dibawa angkatan laut Inggris. Jadi bukan menjadi hal yang mengejutkan bila tim terbesar di kota ini disebut Marinos, yang dalam bahasa Spanyol berarti pelaut.

Klub ini pertama kali dibentuk pada 1972 oleh divisi sepakbola Nissan Motors. Setelah tampil mengesankan di sepakbola regional, Marinos menjadi kekuatan baru sepakbola Jepang, dengan memenangi kejuaraan pada 1989 dan 1990.

Waralaba Yokohama, yang kemudian disebut Yokohama Marinos, menjadi klub pertama yang diterima sebagai salah satu pendiri J-League pada 1991. Setahun kemudian, mereka memenangi Piala Emperor, trofi pertama mereka sebagai klub profesional.

Ketika J-League memulai musim pertamanya pada 15 Mei 1993, Marinos membuka laga dengan menghadapi Verdy Kawasaki dan menang 2-1.

Namun demikian mereka harus menunggu hingga 1995 untuk bisa memenangi titel J-League pertama mereka, dengan mengalahkan Verdy di dua laga final setelah memenangi tahap pertama kompetisi.

Pada 1999, Yokohama Flugels mengalami kebangkrutan. Marinos kemudian 'mengajak' tim tersebut dengan menambahkan F di nama mereka.

Tahun keemasan Marinos terjadi pada 2000an, dengan memenangi kejuaraan pada 2003 dan 2004 juga Piala Yamazaki Nabisco pada 2001.

Sebagai salah satu kontributor terbesar untuk tim nasional jepang di skuat Piala Dunia, Marinos juga menjadi salah satu tim paling populer di J-League meski mengalami paceklik prestasi.

PEMAIN BINTANG
Kapten pertama Yokohama F. Marinos adalah Kazushi Kimura, yang diusianya ke 34 tahun memimpin tim melakoni debutnya sebelum kemudian berganti peran sebagai manajer. Ramon Diaz menjadi pemain marquee di awal kompetisi, menjadi pencetak gol terbanyak pada 1993. Ia juga kemudian kembali sebagai pelatih.

Masami Ihara, bek tengah elegan yang menghabiskan satu dekade di Marinos dan ambil bagian di Piala Dunia 1998, menjadi kapten tim legendaris Marinos. Yoshikatsu Kawaguchi menjadi penjaga gawang Marinos sejak 1995 hingga 2001 sebelum menjajal peruntungan di Inggris bersama Portsmouth. Di usia 38 tahun, ia masih aktif bermain di Jubilo Iwata dengan lebih dari 400 penampilan di J-League.

Salah satu pemain paling populer di Yokohama adalah Shunsuke Nakamura, yang kembali ke klub pada 2012 setelah menjalani musim sukses di Eropa dengan bermain untuk Reggina, Celtic dan Espanyol.

Bek karismatik Yuji 'Bomberhead' Nakazawa menjadi salah satu pahlawan Jepang di Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan dan salah satu pemain asing paling diingat adalah Marquinhos, yang sudah mencetak lebih dari 130 gol.

STADION


Anda tinggal berjalan kaki selama 15 menit dari stasiun kereta api Shin-Yokohama, untuk bisa sampai ke Nissan Stadium, dengan kapasitas stadion terbesar di Jepang yang bisa menampung lebih dari 72,000 fans. Pertama dibuka pada 1998. Pertama kali dibuka pada 1998, lapangan di kelilingi oleh lintasan lari dan menjadi venue final Piala Dunia 2002 antara Brasil dan Jerman. Nissan Stadium juga kerapmenjadi tuan rumah Piala Dunia Antarklub.

WARNA DAN JERSEY

Marinos menggunakan warna biru dan merah dengan celana warna putih, yang membuat fans kerap menyebut tim sebagai Tricolore. Banyak desain jersey disamakan dengan elemen dasar seragam pelaut dan jersey teranyar melibatkan motif singa laut dan jangkar.


MASKOT

Maskot asli klub adalah Marinos-kun, singa laut yang menjadi simbol Yokohama. Marinosuke, keponakannya, dipublikasikan pada 2000.

Terkait