thumbnail Halo,

Nagoya Grampus merupakan inkarnasi modern dari klub sepakbola Toyota, perusahaan otomotif terkenal yang mendukung tim pada 1939.

SEJARAH
Salah satu pendiri J-League, Nagoya Grampus merupakan inkarnasi modern dari klub sepakbola Toyota, perusahaan otomotif terkenal yang mendukung tim pada 1939.

Sedikit tim di Jepang terikat denga satu nama pemain, dan bagi Grampus, pemain tersebut adalah Dragan Pixi Stojkovic, yang bergabung tim di 1994 di bawah asuhan Arsene Wenger. Legenda Yugoslavia itu menjadi MVP pada 1995 dan membantu Grampus memenangi Piala Emperor pada 1995 dan 1999.

Meski kerap disebut sebagai tim besar dan memiliki stadion yang baru, Grampus gagal memenangi satu pun gelar sejak pensiunnya Stokovic pada 2001 dan kerap kehilangan pemain yang memilih pindah ke klub lain.

Meski belum pernah terdegradasi, Grampus mengalami kesulitan hebat di dekade pertama abad 21, sampai akhirnya Stojkovic kembali ke tim dan menjadi manajer pada 2008. Pixy membawa Grampus memenangi J-League pada 2010, disusul kesuksesn di Xerox Supercup.

PEMAIN BINTANG
Gary Lineker sempat bergabung dengan Grampus di musim pertama J-League, sebelum memutuskan pensiun karena bermasalah dengan cedera. Lineker sempat tampil di 18 laga dan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi kala itu, yaitu mendaat tiga juta dolar per tahun.

Sejak 1999, gawang Grampus dikawal Seigo Narazaki, yang sempat menjadi pemain tertua yang aktif di J-League dengan usia 37 tahun. MVP 2010 itu juga mencatat 77 caps bersama tim nasional antara 1998 dan 2010.

Grampus juga banyak mendatangkan pemain dari Eropa, seperti Frode Johnsen dari Norwegia. Striker dengan tinggi 1,88 meter itu memulai laga dengan mengesankan, mencetak dua gol ke gawang JEF Chiba pada Juli 2006 dan membawa klubnya tampil di Liga Champions Asia untuk kali pertama pada 2008.

Keisuke Honda juga memulai karirnya bersama Grampus. Saat itu ia masih berstatus sebagai seorang siswa sekolah menengah atas. Kagawa bermain di Nagoya pada 2005 hingga 2007 sebelum pindah ke VVV Venlo.

STADION


Toyota Stadion menjadi kandang mereka. Meski mengesankan, tapi lokasi stadion yang harus berjalan satu jam dari Nagoya cukup menyulitkan fans. Dengan kapasitas stadion mencapai 45 ribu tempat duduk, stadion ini memiliki salah satu atap dengan desain modern.

Di buka pada 2001, stadion ini juga tak digunakan di Piala Dunia 2002. Namun beberapa kali tim nasional Jepang menjamu tamu mereka di venue ini.

Mizuho Athletic Stadium menjadi salah satu stadion cadangan Grampus.

Colors and Uniform

Sejak 1993, warna merah dan Kuning sudah menjadi identitas Grampus, tapi jersey terbaru mereka lebih berwarna jingga.

Jersey tim ini juga unik dengan menunjukkan nama klub di bagian dada ketimbang sponsor utama mereka, Toyota di tahun 1990-an. Baru pada 2001 sponsor klub mengambil alih bagian dada jersey pemain.


MASKOT

Sepeti klub Jepang lainnya, Grampus memiliki keluarga maskot, Grampus Kun, Grampaco-chan, Grampus Kun Jr dan Grara yang terinspirasi Paus.

Terkait