thumbnail Halo,

Albirex Niigata mempertahankan hubungan dekat dengan suporter mereka, dengan di saat yang sama mereka melebarkan sayap di seluruh dunia dengan usaha ekspansi yang unik.

 

Sejarah
Niigata adalah satu-satunya kota besar di Laut Jepang, dan dikenal sebagai salah satu klub yang memiliki suporter terbaik di Jepang. Tidak seperti kebanyakan tim J-League, Albirex diawali sebagai klub amatir, Niigata 11, pada 1955. Kemudian berubah nama menjadi Albireo Niigata pada 1995, saat itu mereka langsung melesat naik ke jajaran klub besar sebelum bergabung ke J2 pada 1999. Mereka akhirnya meraih promosi pada tahun 2003 dan sejak saat itu menjadi klub tetap di kasta tertinggi.

Rata-rata penonton klub ini menjadi rival dari Urawa Reds untuk menjadi yang tertinggi di liga, meskipun mereka miskin trofi juara. Pada tahun 2004,  saat pertama kali mereka berkompetisi di J1, Albirex menjadi tim J-League pertama yang mencapai rata-rata penonton 40 ribu di setiap laga, meski beberapa pertandingan harus direlokasi karena ada gempa bumi di tahun itu.

Albirez adalah klub yang unik di antara klub lainnya, dengan memiliki hubungan dengan klub luar negeri. Albirax Niigata Singapore bermain di kompetisi negara tersebut, S-League, dan mampu memenangkan Piala Liga Singapura pada 2011. Di tahun 2013, Albirex Niigata Barcelona mulai bermain di divisi empat Liga Catalunya.

Meski tim ini masih berjuang untuk mengklaim trofi pertama mereka dan tidak pernah bermain di final piala domestic, dukungan yang diberikan oleh suporter membuat Albirex unik dan memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu klub raksasa di sepakbola Jepang.

Pemain Top
Mantan pemain tim nasional Jepang Hisashi Kurosaki bermain utnuk Albirex pada tahun 2001, ia mencetak 21 gol dalam 44 pertandingan di J2.

Satu tahun kemudian, gelandang asal Brasil Marcus bergabung, ia mencetak 19 gol di J2 pada 2002 dan 32 gol di 2003, dan berperan besar untuk membantu Albirex meraih tiket promosi ke J1.

Marcio Richardes, pemain Brasil lain, yang saat ini memperkuat Urawa Reds, menghabiskan empat musim di Niigata dan menjadi salah satu pemain terbaik J-League pada tahun 2010.

Kisho Yano, yang saat ini bermain di Nagoya Grampus, adalah pemain Albirex pertama yang dipanggil ke tim nasional pada tahun 2007. Dia bermain di beberapa pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan menjadi pemain pengganti di Piala Dunia 2010 menghadapi Kamerun.

Pemain Jepang keturunan Jerman, Gotoku Sakai, yang kini menjadi pemain reguler Stuttgart, berkembang di Niigata, ia bergabung ke Albirex pada tahun 2009 hingga 2011 sebelum akhirnya hengkang ke Bundesliga di bursa transfer Januari. Dia mewakili Jepang di Olimpiade London 2012 dan menjalani debutnya di timnas senior satu tahun kemudian.

Stadion


Dibuka pada tahun 2001 untuk persiapan Piala Dunia 2002, Big Swan Stadium menjadi stadion yang bertahun-tahun selalu disesaki oleh suporter di  J-League. Stadion tradisional Jepang yang memiliki multi-fungsi ini menggelar tiga pertandingan Piala Dunia dan mengakomodasi lebih dari 42 ribu fans.


Warna & Jersey

Warna jersey Albirex adalah biru, oranye dan putih, terinspirasi dari warna Oranye Albireo di rasi bintang Cygnus, warna biru laut Jepang dan warna putih angsa Jepang dan salju. Mereka adalah klub kedua di J-League, setelah Vegalta Sendai, yang mengambil inspirasi dari rasi bintang untuk nama mereka.

Maskot

Albi-kun, angsa putih, yang menjadi maskot klub sejak tahun 2000. Dia mengenakan mahkota, mempresentasikan kekuatan klub. Pada 2002, Albi-kun menikah dengan Swan-chan, dan melahirkan tiga anak [A-kun, B-kun dan Ru-chan] pada tahun 2007.

Terkait