thumbnail Halo,

Setelah memenangkan gelar liga pertama mereka di tahun 2012, Purple Archers kini terus berusaha menggeser salah satu kutub kekuatan J-League dari Kanto ke daerah Barat Jepang.

 

Sejarah
Sanfrecce Hiroshima adalah salah satu klub tertua di Jepang, yang awalnya didirikan pada tahun 1938. Dalam pra-era J, tim yang saat itu bernama Mazda SC mencetak rekor dengan memenangkan empat trofi Japan Soccer League secara beruntun pada tahun 1965 hingga 1968.

Sebagai salah satu dari sepuluh klub asli J-League, tidak butuh lama bagi Sanfrecce untuk meraih trofi pertama mereka dengan menjadi juara di periode pertama musim 1994. Namun, mereka akhirnya kalah oleh Verdy Kawasaki di final kejuaraan dan menunggu hamper 20 tahun untuk mengakhiri puasa gelar juara.

Skuat Hiroshima bahkan berhasil mendominasi J-League setelah meraih trofi pada tahun 2012. Pelatih tahun pertama, Hajime Moriyasu, juga ikut berpartisipasi sebagai pemain saat mereka juara di tahun 1994.

Dengan mengabaikan juara Xerox Cup pada 2008, periode tahun 1994 hingga 2013 lebih memberikan kegelapan daripada cahaya, dengan Sanfrecce menempati posisi ketujuh sebagai posisi terbaik mereka pada 2005, 2010 dan 2011.

Sejak berdirinya klub, Sanfrecce juga mampu menggapai lima pertandingan final piala domestic [empat Emperor Cup dan satu Yamazaki Nabisco Cup], dan mereka secara luar biasa gagal di kelima final itu. Tetapi mereka berhasil meraih trofi kedua Xerox Cup pada 2013 dengan mengalahkan Kashiwa Reysol.

Pada tahun 2002 dan 2007, klub harus rela mengalami degradasi, meski di kedua tahun itu mereka langsung bangkit dan meraih promosi di tahun berikutnya.

Cikal bakal tim yang meraih juara pada 2012 sebenarnya berawal di tahun 2008, ketika mereka mendominasi divisi dua dan memenangkan gelar juara J2. Sanfrecce kemudian meraih popularitas sejak saat itu, berkat banyaknya pemain muda dan selebrasi gol yang sangat menghibur, bahkan mereka menjadi ‘artis internasional’ di Youtube.

Saat ini Sanfrecce bisa disebut sebagai salah satu klub papan atas di J-League dan mereka mewakili Jepang di Piala Dunia Antarklub pada 2012. Meski mereka menempati posisi kelima, kapten Hisato Sato menjadi top skor dengan tiga gol.

Pemain Top
Dengan memperkuat tim selama 14 musim, gelandang Hajime Moriyasu menjadi andalan pelatih Hans Ooft dan kemudian dipanggil ke tim nasional ketika Ooft menjadi pelatih Samurai Biru. Setelah pension pada akhir musim 2003, Moriyasu kembali bergabung ke Sanfrecce sebagai staff pelatih, menjadi pelatih kepala pada 2012 dan memimpin anak asuhnya meraih trofi J1 untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.

Rekan satu tim Moriyasu, Takuya Takagi, dikenal suporter sebagai ‘meriam Asia’, dengan catatan 27 gol dari 44 pertandingan bersama timnas Jepang dan memiliki catatan mencetak lebih dari satu gol dalam setiap tiga pertandingan bersama Sanfrecce/Mazda.

Dikenal sebagai kekuatan tembakan yang tidak seperti pemain asal Jepang dan gol-gol akrobatiknya, Tatsuhiko Kubo bermain lebih dari 200 pertandingan untuk Sanfrecce dan menjadi bagian dari skuat timnas Jepang yang memenangi Piala Asia 2000.

Juara periode pertama tahun 1994, terdapat pemain asal Ceko Ivan Hasek, yang menjadi kapten timnas ketika Ceko menembus perempat-final Piala Dunia 1990. Hasek mencetak 19 gol di periode pertama musim 1994 menjadi rekor klub hingga 2012, ketika Hisato Sato memecahkan rekor tersebut.

Pemain asal Tokyo yang saat ini memperkuat Southampton Tadanari Lee bermain tiga musim di Sanfrecce, tetapi ia cepat menjadi favorit suporter dengan selebrasi gol memanahnya [Sanfrecce memiliki julukan Purple Archers]. Selebrasi itu menjadi semakin terkenal setelah ia berhasil mencetak gol dramatis ke gawang Australia di final Piala Asia 2011, yang membuat timnas Jepang menang 1-0.

Ikon Sanfrecce saat ini tentu saja Hisato Sato, yang sudah hampir mendekati 300 caps bersama Purple Archers dan mencetak hampir 150 gol di liga. Kapten tim ini memenangi sepatu emas dan juga MVP liga tahun 2012.

Stadion


Stadion multi-fungsi Hiroshima Big Arch dibuka pada tahun 1992, dikenang sebagai tempat di mana Jepang meraih gelar Piala Asia pertama dengan mengalahkan juara bertahan Arab Saudi. Meskipun stadion ini berkapasitas 50 ribu, fasilitas yang tidak diperbarui dan jauhnya jarak pandang suporter membuat manajemen dan suporter memulai petisi untuk membangun stadion baru dalam waktu dekat.

Warna & Jersey

Meskipun Mazda SC menggunakan warna biru sebagai warna utama, Sanfrecce memakai warna ungu saat bergabung dengan J-League. Selain dipandang sebagai warna ‘bangsawan’ karena kedekatan hubungan dengan keluarga kerajaan, warna itu memiliki dua keuntungan, yaitu tidak dipakai oleh tim lain dan jersenya menjadi tampak mencolok ketika bermain malam hari.

 Insiden unik terjadi pada tahun 1995, ketika pemain Sanfrecce terpaksa meminjam jersey replica dari suporter karena mereka hanya membawa jersey tandang ketika menghadapi Yokohama Flugles, yang memakai warna putih sebagai warna utama mereka.


Maskot

Maskot Sanfrecce adalah pasangan beruang hitam asia, yang merupakan hewan lokal di daerah itu. Sancce, kombinasi dari bahasa Inggris [thanks] dan bahasa Italia [grazie] untuk kata terima kasih, yang ditujukan untuk para suporter klub. Beruang lainnya, adalah Frecce [pacar wanita Sancce], yang muncul  pada tahun 2000.

Terkait