thumbnail Halo,

Meski tak mampu mengulang sukses awal, Bellmare tetap jadi panutan klub pinggiran untuk bersaing melawan klub metropolitan.


Sejarah
Shonan Bellmare adalah tipe klub pinggiran di J-League yang di awal tahun sepakbola profesional Jepang, membantu menciptakan alternatif terhadap tim bisbol yang kebanyakan berbasis di kota besar.

Awal mula berdirinya Bellmare terjadi pada 1978, ketika mereka adalah klub sepakbola dari Fujita Industries. Setelah gagal menembus J-League pada 1994, Bellmare, yang ketika itu dihubungkan dengan kota Hiratsuka, baru bergabung setahun kemudia. Mereka sukses tampil mengagumkan dengan menyabet Piala Kaisar.

Kemenangan tak terduga ini memberikan peluang kepada Bellmare untuk bergabung di Piala Winners Asia, di mana mereka akhirnya memenangkannya. Sayang, itu menjadi trofi terakhir yang dimenangkan sepanjang sejarah klub hingga saat ini.

Pada 1998 Bellmare mengirim tiga pemain ke Jepang yang untuk kali pertama tampil di Piala Dunia. Satu diantara mereka adalah pemain muda Hidetoshi Nakata, yang menuju Italia di musim berikutnya. Ketika Fujita memutuskan meninggalkan klub, Bellmare terpaku sebagai juru kunci di divisi pertama pada 1999 dan terdegradasi ke divisi kedua.

Meski memberikan brand anyar dari Bellmare Hiratsuka menjadi Shonan Bellmare, demi meningkatkan fans di kawasan Shonan di Kanagawa, klub tetap berkutat di kompetisi kelas dua selama satu dekade berikutnya. Baru pada 2009 Bellmare mengamankan tiket promosi ke J1 dan mereka hanya 'numpang lewat' karena kembali ke divisi kedua setahun berikutnya. Dengan raihan tiket promosi terakhir setelah finis kedua di J2 musim 2012, mereka kini dikenal sebagai salah klub "elevator" di Jepang.

Sejarah mereka mungkin tak segemilang klub tetangga di Kawasaki dan Yokohama, tapi Bellmare tetap mendapat dukungan lokal, menyusul adanya indikator menjanjikan untuk masa depan klub di liga.

Pemain Top
Gelandang asal Brasil Betinho memimpin lini depan Bellmare di awal musim profesional, dengan raihan 24 gol pada 1994 dan 25 di musim berikutnya. Setelah pensiun, namanya tercatat dalam hall of fame klub pada 2003.

Selain dia ada Nobuyuki Kojima, yang menjadi starter kiper Bellmare selama lima musim pertama dengan lebih dari 180 pertandingan.

Tak perlu diragukan lagi, pemain paling terkenal yang pernah membela Bellmare adalah Hidetoshi Nakata, yang dua kali terpilih sebagai pemain terbaik AFC pada 1997 dan 1998. Setelah mewakili Jepang di Piala Dunia 1998, dia gabung ke tim Italia, Perugia, dan sukses mengangkat trofi bersama AS Roma dan Parma. Meski pensiun pada 2006 setelah total tiga kali tampil di Piala Dunia, dia tetap menjadi salah satu pemain paling terkenal dan termasuk ikon internasional.

Yang teranyar, ada gelandang Brasil Adiel yang memberikan kontribusi besar pada skuat antara 2006 dan 2011. Meski menjadi elemen penting yang membawa Bellmare promosi pada 2009, cedera pada kedua kaki memaksanya absen di J1 musim 2010.

Stadion


Dibangun pada 1987, Shonan BMW Stadium Hiratsuka menjadi kandang Bellmare. Stadion yang juga memiliki lintasan lari dapat menampung lebih dari 18.000 penonton dan sempat digunakan sebagai markas timnas Nigeria selama Piala Dunia 2002. Hirasutka juga digunakan sebagai kandang NTV Beleza di Liga Nadeshiko.

Warna dan Seragam

Warna unik hijau neon yang digunakan Bellmare diperkenalkan sebagai 'warna image' dari perusahaan induk Fujita. Shanon dikenal memiliki beberapa desain spesial selama beberapa tahun, termasuk seragam untuk memperingati Festival Bintang Jepang.


Maskot

King Bell the First, didesain dengan gaya dewa Yunani Poseidon, lengkap dengan mahkota dan trisula, mewakili laut lepas pantas Shonan.

Terkait