thumbnail Halo,

Tim pendatang baru sudah memberikan dampak di J1, dengan pimpinan pelatih cerdas asal Korsel.


Sejarah
Meski saat ini mereka didukung oleh banyak sponsor, Sagan Tosu lahir sebagai klub grassroots pada 1997 yang sebelumnya berdiri sebagai klub lokal Tosu Futures. Tim yang bermarkas di Kyushu bermimpi menjadi waralaba profesional yang akhinya menjadi kenyataan pada 1999 ketika mereka termasuk salah satu dari sepuluh tim yang berkutat di J2.

Dari sepuluh klub tersebut, Sagan Tosu menjadi tim terakhir yang mendapat promosi setelah finis di peringkat kedua di musim 2011.

Meski diprediksi banyak pihak keikutsertaannya di J1 tak akan bertahan lama, Sagan mampu mengejutkan peragu dengan debut luar biasa di kompetisi tertinggi Jepang. Di akhir musim 2012 tim Kyushu hanya selisih satu kemenangan dari peringkat tiga klasemen dan berpeluang menyabet tempat di Liga Champions Asia. Namun, kekalahan dari Yokohama F. Marinos memaksa Sagan harus mengakhiri kompetisi di tempat kelima.

Di liga yang terkenal dengan pelatih asal Jepang atau Brasil, Sagan tampil unik dengan kehadiran mantan gelandang dan pemain internasional Korea Selatan Yoon Jong-Hwan. Pria 40 tahun menjadi otak di balik sukses tim meraih tiket promosi pada 2011 dan musim fantastis di tahun berikutnya.

Meski terbilang klub baru, Sagan Tosu membesarkan dua andalan lini depan Jepang: Mike Havenaar dan Yohei Toyoda yang memelopori serangan klub, dan mendapat panggilan ke timnas Jepang.

Pemain Top
Tosu menjadi klub terakhir untuk pemain internasional Argentina David Bisconti, yang menghabiskan setengah musim di Sagan sebelum pensiun pada 2002.

Pemain loyal Omi Sato termasuk bagian krusial di tahun-tahun awal Sagan, dia tampil mulai 1998 hingga 2005. Striker top ini dikenal dengan gol hasil solo run-nya dan mengangkat lini depan tim untuk beberapa musim.

Tatsunori Arai menghabiskan tiga musim di klub dalam dua periode dan tampil sebagai topskor pada 2005.

Striker Yoshihito Fujita juga menghabiskan tiga musim betsama Sagan: torehan 24 golnya di 2007 membuktikan kapasitas dan dia terus mempertahankan penampilan pada 2008 meski dibekap cedera dengan catatan 18 gol, termasuk hat-trick Vegalra Sendai.

Mantan pemain yang paling terkenal mungkin adalah Mike Havenaar, pemain dengan tinggi 194 cm yang mulai menemukan sentuhannya di Sagan pada 2009 sebelum mengecap sukses selama dua musim di Ventrofet Kofu. Tinggi badan dan kekuatannya di kotak penalti membuat Havenaar ditaksir klub Eredivisie Vitesse dan menyegel tempat reguler di timnas besutan Alberto Zaccheroni


Stadion


Best Amenity Stadium bukan satu-satunya stadion tercantik di J-League, tapi juga termasuk stadion yang mudah dijangkau karena berlokasi hanya tiga menit dari Stasiun Tosu. Dibuka pada 1996, stadion berkapasitas 24.500 pernah menggelar kualifikasi Olimpiade dan pertandingan persahabatan Nadeshiko Jepang, juga beberapa acara olahraga non-sepakbola.

Warna dan Seragam

Sagan mewarisi warna biru tua dan pink dari Sagan Futures, tapi mereka mengubah warna menjadi biru terang pada 2006. Desain seragam 2011 mereka diawasi oleh Masashi Sakaida, potter terkenal asal Jepang.

Maskot

Wintosu, maskot Sagan, terinspirasi dari murai Eurasian.



Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait