thumbnail Halo,

Setelah selama hampir satu dekade berjuang sebagai klub kecil di J1, Squirrels bertekad membangun tim dengan mengandalkan pemain muda.


Sejarah
Meski Omiya Ardija dianggap klub kedua di prefektur Saitama lantaran berada di bawah bayang-bayang Urawa Reds, Squillers -julukan Omiya- telah mengembangkan fondasi cukup kuat dan dalam beberapa tahun terakhir justru sering mengungguli klub tetangga yang diklaim lebih familiar.

Didirikan oleh Komunikasi NTT pada 1969, Ardija tidak siap gabng di J-League pada 1993 dan memilih berkompetisi di Liga Sepakbola Jeoang. Baru pada 1999 mereka termasuk diantara sepuluh klub binaan J2, sampai akhirnya mencapai promosi pada 2004.

Seperti biasa, di mana sebuah kota memiliki lebih dari satu klub sepakbola, Saitama juga menggelar derby yang kali antara Ardija dan Urawa Reds yang kali pertama digelar di liga pada 2000. Ardija memang inferior dibandingkan Urawa, bahkan sempat kalah telak enam gol tanpa balas di salah satu partai derby, namun mereka sempat memetik kemenangan bersejarah 1-0 yang masih dikenang hingga sekarang.

Sejak 2005, klub telah menjadi anggota permanen di J1. Meski belum memenangkan gelar atau menjadi pesaing serius di Piala Liga, mereka selama bertahun-tahun menunjukkan ketahanan dan tak pernah terperosok di bawah peringkat 15 bahkan ketika sempat nyaris terdegradasi.

Pemain Top
Ardija adalah klub pertama yang dianggap sebagai rumah oleh penjaga gawang Eiji Kawashima, yang sejak saat itu menjadi starter tim nasional Jepang.

Ada juga nama pemain internasional Panama Jorge Valdes yang menghabiskan dua musim di Ardija, mencetak 34 gol dalam 50 penampilan saat mereka berkutat di J2.

Penyerang Brasil Rafael Marquez pernah menjadi pemain kunci saat klub sukses menghindari degradasi, dia bermain di klub selama tiga tahun pada periode 2009-2012 sebelum kembali ke tanah kelahirannya dan gabung dengan Botafogo.


Stadion


NACK 5 Stadium dapat dicapai dengan waktu 20 menit dengan berjalan kaki dari lokasi sentral, Stasiun Omiya. Selama perjalanan, fans akan melewati pedagang pinggir jalan, jalan-jalan yang indah dan gerbang template. Stadion sendiri dibangun pada 2960 dan menggelar beberapa pertandingan di Olimpiade Tokyo 1964. Stadion sekarang, yang diperluas pada 2007 untuk memenuhi standar J-League, dapat menampung lebih dari 15.000 suporter dan tiket di sini sering habis terjual.

Warna dan Seragam

Ardija satu diantara tiga klub, termasuk Shimizu S-Pulse dan Albirex Niigata, yang menggunakan orange sebagai warna dasar mereka. Biru tua, yang menjadi jersey kedua, sering digunakan sebagai aksen pada seragam mereka.


Maskot

Ardi dan Miya, maskot yang menggambarkan dua tupai, resmi 'bergabung' di klub pada 1999 dan 2008. Miya terpilih sebagai 'Maskot Wanita Terbaik' oleh fans J-League pada 2012.



Goal hadir via ponsel dengan alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi Goal secara langsung untuk OS ponsel Anda:
Apple iTunes
Apple iOS
Blackberry App World
Blackberry
Google Play
Android
Nokia OVI Store
Nokia
Windows Phone
Windows Phone

Terkait