thumbnail Halo,

Di usianya yang sudah mencapai 36 tahun, ia masih menunjukkan tajinya sebagai striker papan atas di J-League.


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Musim 2013 di J-League Jepang baru memasuki dua pertandingan, akan tetapi striker Yokohama F Marinos ini sudah lima kali mencatatkan namanya di papan skor.

Marcos Gomes de Araujo atau yang lebih dikenal dengan Marquinhos, sekali lagi menunjukkan sinarnya di Jepang, sejak pertama kali datang pada tahun 2001.

Penampilannya saat ini sudah berubah, rambut kucir kudanya telah dipotong. Ada yang bilang, dihilangkannya rambut ciri khas Marquinhos itu akan menyebabkan performa pemain berusia 36 tahun ini menurun, layaknya seorang Samson yang kehilangan kekuatan setelah rambut gondrongnya dicukur.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, ketika ia berhasil membohongi fisik tuanya dan mampu menceploskan lima gol dari sembilan kali kesempatan menembak ke gawang.

Di J-League, ia telah mencetak 124 gol menyamai rekor sebelumnya yang dipegang rekan senegaranya Uesley. Kedua striker Brasil ini duduk di peringkat empat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di J-League.

J-League sendiri bisa dibilang menjadi rumah kedua bagi beberapa pemain Brasil. Namun Marquinhos bisa dibilang merupakan pemain Samba yang paling berkontribusi banyak di Jepang, terutama melihat catatan golnya.


Marquinhos (kanan) - Selalu tampil kinclong di J-League sejak musim 2001 hingga kembali berseragam Yokohama F Marinos pada musim 2013.


Berikut adalah catatan impresifnya di J-League:

Musim 2001 dan 2002 – Karier Marquinhos dimulai dengan mencatatkan 10 gol dari 29 penampilannya bersama Tokyo Verdy. Performanya di Nabisco Cup juga mendapatkan banyak pujian.

2003 – Berseragam Yokohama F Marinos untuk pertama kali. Marquinhos lalu mencetak delapan gol di liga dan empat gol lainnya di Nabisco Cup. Sayang, timnya hanya duduk di peringkat kedua liga.

2004 – Ia pindah ke JEF United di tahun 2004 dan terus menambah pundi-pundi golnya. Ia mampu menggelontorkan 12 gol dari 14 kali penampilannya.

2005 dan 2006 – Marquinhos lalu bergabung ke Shimizu S-Pulse dan performanya semakin mengesankan di mana ia mampu mencetak 20 gol dari 43 kali penampilannya. Ia juga mencetak tiga gol di Nabisco Cup.

2007-2010 – Tak diragukan lagi, inilah masa kejayaan bomber Samba ini di J-League. Marquinhos mencetak 59 gol dari 110 penampilannya, kali ini bersama Kashima Antlers. Tiga gelar liga berhasil diraihnya plus dua trofi Emperor Cup. Pada tahun 2008 menjadi topskor J-League dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player.

2012 – Marquinhos sebelumnya bergabung ke Vegalta Sendai pada 2011 namun ia membatalkan kontraknya akibat gempa bumi hebat yang melanda timur Jepang pada 11 Maret 2011. Ia memutuskan balik ke tanah airnya, bergabung dengan Atletico Mineiro. Namun musim lalu, ia kembali ke Marinos dan mencetak 10 gol dari 22 penampilan.


GOAL.com hadir via ponsel di alamat m.goal.com.
Unduh juga aplikasi GOAL.com secara langsung untuk OS ponsel Anda:


Terkait