thumbnail Halo,

Tom Byer membagi pengalaman bagaimana memulai karir teknisnya sebagai pelatih pada 1993 di mana ia memperkenalkan konsep dengan fokus pada pengemangan teknis pada anak di Jepang.


EKSKLUSIF   TOM BYER     PENYUSUN   TAUFIK BAGUS    

J-League akan merayakan ulang tahun ke-20 bulan ini dan akan menyenangkan bisa melihat sukses yang ada setelah kerja keras selama bertahun-tahun oleh banyak orang.

Yang menarik, di tahun yang sama, 1993, saya membuat keputusan terkait karir saya dengan fokus sepenuhnya pada pelatihan teknis, dengan memperkenalkan konsep fokus pada pengembangan teknis untuk anak-anak di Jepang.

Filosofi saya, yang tak pernah berubah selama 20 tahun, adalah cara terbaik membantu pemain bagus berkembang adalah dengan membuat pemain terburuk untuk bisa menjadi lebih baik. Mereka bisa membantu mendorong pemain bisa menjadi lebih baik, dan mereka bisa membantu diri mereka sendiri untuk juga menjadi lebih baik.

Saya meyakini bahwa pemain tim nasional Jepang sama baiknya ketika saya pertama kali tiba di Jepang. Perbedaannya adalah pada saat itu sedikit sekali pemain dengan kaliber seperti mereka.

20 tahun kemudian, kualitas pemain terus berkembang di semua level. Ambil contoh di setiap akhir minggu dan menyaksikan pemain dari sekolah dasar bermain, rata-rata level kualitas mereka adalah sangat bagus. Dan setelah Anda menutup jeda antara yang terbaik dan yang terburuk, Anda bisa melihat perubahan paradigma di secara keseluruhan level di negara ini.

"Itulah yang terjadi di Jepang sekarang ini. Dua musim lalu, tim yang baru promosi Kashiwa Reysol memenangi J-League. Di tahun yang sama, dua tim J-2 bisa mencapai final Piala Raja setelah mengalahkan tim J1. Rata-rata yang ada sangat kuat, bagaimana pun Anda melihatnya.

Ketika saya memperkenalkan ide pelatihan teknis, di sini pada 1993, kami menyusun sekolah dengan fokus hanya pada pengembangan teknis. Semua didasarkan pada premis dasar bahwa anak-anak tidak mendapatkan pelatihan teknis yang cukup di klub mereka. Karenanya perlu adanya pengenalan tambahan yang bisa meningkatkan pemain dengan memberikan mereka cara untuk meningkatkan kemampuan teknis mereka.

Dimulai dengan satu sekolah dan terus tumbuh menjadi dua, tiga dan seterusnya. Sekarang ini, sudah banyak sekolah semacam ini di Jepang. Anak-anak berusia di antara lima sampai 12 tahun datang sekali atau dua kali seminggu untuk dilatih secara khusus oleh pelatih teknis, yang melatih secara spesifik, berkelanjutan dan menipulasi bola, mengulang secara terus menerus, seperti pemain golf atau tenis, yang melatih pukulan mereka.

Setelah memperkenalkan konsep ini di Jepang lewat sekolah sepakbola kami, kami ingin menyebarkan apa yang kami lakukan ini ke banyak orang engan niat untuk memperkuat inti dari sepakbola Jepang dari akar hingga ke atas. Saya sendiri sudah membantu dalam 2,000 sesi latihan lebih yang diikuti lebih dari 500,000 anak-anak, pelatih dan para orang tua. Dengan satu pemain satu bola, kami menunjukkan kepada semuanya bagaimana mereka bisa meningkatkan kemampuan teknis mereka lewat latihan sendiri.

Pada 1998, program televisi ternama di Tokyo, Ohasuta, mendatangi kami untuk membuat segmen khusus dengan fokus hanya pada teknis bermain. Selama 13 tahun, saya bekerja untuk Sekolah Teknis Tomsan di pagi hari kerja dengan banyak anak-anak menyaksikan tayangan ini sebelum mereka pergi ke sekolah. Dalam paket tersebut, manga top di Jepang, CoroCoro Comic, juga memberikan saya dua halaman penuh dengan judul yang sama yang dibaca oleh sekitar dua hingga tiga juta anak-anak per bulan.

Haslnya, Japan terinfeksi dengan keyakinan bahwa bila Anda ingin menjadi pesepakbola yang baik, maka semua harus dimulai dengan pengembangan teknis bermain. Saya juga meyakinkan Weekly Soccer Digest untuk memberikan kami dua halaman untuk membahas latihan teknis selama dua dekade.

Pada saat itu, mereka mungkin menjadi satu-satunya penerbit yang berkomitmen untuk memuat pengembangan teknis bermain. Tapi setelahnya hingga saat ini, dan di toko buku mana pun di Jepang, Anda akan banyak melihat majalah dan memunculkan pengenalan kemampuan teknis bermain sepakbola, model yang sudah kami aplikasikan sejak dua dekade lalu.

Latihan teknis telah menjadi bagian krusial bagi anak-anak untuk bisa mengembangkan kemampuan mereka.

Terkait