thumbnail Halo,

Empat peserta terpilih mewakili Asia Tenggara ke putaran final Nike The Chance di Barcelona, Agustus mendatang.

Program Nike The Chance telah menyelesaikan putaran final regional Asia Tenggara dengan memberikan empat tiket kepada peserta dari empat negara untuk berlaga di tingkat global di Barcelona, Agustus mendatang.

Program ini merupakan ajang pencarian bakat tahunan serta perwujudan mimpi menjadi pesepakbola profesional dengan cara memberikan jalan berupa pelatihan selayaknya pemain profesional di klub top dunia. Untuk tahun ini, Nike memilih Barcelona sebagai final tingkat global dengan penanganan langsung dari Pep Guardiola. Di tingkat regional Asia Tenggara, Jakarta menjadi tuan rumah seleksi 20 peserta dari empat negara, yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Terpilih dari Indonesia adalah pemuda Surabaya berusia 17 tahun, Evan Dimas, yang juga gelandang dan kapten timnas Indonesia U-17 saat menjuarai HKFA International Youth Invitation Tournament di Hongkong, Januari lalu. Evan tampil paling menonjol selama seleksi meski tak menyangka bakal menjadi salah satu yang terpilih berangkat ke Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus mengobati kekecewaan saat gagal mengikuti program Deportivo SAD Indonesia tahun lalu.
PEMENANG THE CHANCE ASIA TENGGARA
 Muhammad Faris bin Ramli (SINGAPURA)

  • Lahir: 24 Agustus 1992
  • Posisi: Pemain depan
  • Baru saja lulus dari Temasek Poly dan segera mengikuti wajib militer.
 Rahmat Che Hashim (MALAYSIA)

  • Lahir: 26 Juni 1988
  • Posisi: Striker
  • Lulus dari University Malaysia, Pahang, tahun lalu dan berasal dari Kelantan.
 Napapon Sripatheep (THAILAND)

  • Lahir: 10 Mei 1993
  • Posisi: Gelandang
  • Berasal dari Bangkok dan pemain tim cadangan SCG Muanthong United.
 Evan Dimas (INDONESIA)

  • Lahir: 13 Maret 1995
  • Posisi: Gelandang
  • Main di SSB Mitra Surabaya dan kapten timnas Indonesia U-17.

"Saya senang berangkat ke Barcelona, mewakili Indonesia dan bisa bertemu Pep Guardiola," ujar pengidola Ahmad Bustomi ini usai pengumuman.

"Belum ada persiapan sama sekali, termasuk rekomendasi dari pelatih, tapi bahasa Inggris memang diperlukan untuk mengembangkan karier saya."

Napapon Sripatheep menjadi wakil Thailand. Pemain tim cadangan SCG Muangthong United ini lama menjadi andalan tim kampusnya, Rattana Bundit University.

"Ini salah satu momen terbesar dalam hidup saya bisa berangkat ke Barcelona dan mewakli negara saya di ajang final global The Chance," tukasnya.

"Saya akan terus berlatih dan berlatih supaya bisa melakukan yang terbaik di Barcelona. Kelemahan saya adalah ukuran tubuh saya dan terkadang saya tidak cepat mengambil keputusan, tapi saya tahu kecepatan adalah keunggulan saya, jadi saya harap bisa memanfaatkannya."

Dari negara jiran, Malaysia, muncul nama Rahmat Che Hashim. Lulusan Teknik Sipil University Malaya ini merupakan pemenang tertua dengan usia 24 tahun. Rahmat sempat tak bisa berkata-kata ketika diwawancara wartawan tentang kebahagiannya dapat menyambung karier sepakbola.

"Saya akan bermain sebagaimana biasanya di Barcelona nanti," ujar peserta yang berposisi sebagai striker ini.

"Saya harus bekerja keras. Saya sudah bekerja keras supaya bisa berangkat dan sekarang ada kesempatan bersaing dengan pemain muda terbaik dari seantero dunia. Saya harus mengembangkan diri, saya akan mencoba yang terbaik, dan lebih penting lagi saya akan memberikan yang terbaik."

Terakhir, Muhammad Faris bin Ramli adalah wakil dari Singapura. Penggemar Manchester United ini juga merupakan pemain tim yunior Singapura yang baru lulus dari Temasek Poly dan bersiap mengikuti wajib militer.

"Saya merasa terhormat dan beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini. Nike memberi saya kesempatan dan tanpa ragu saya mengambilnya. Mulai sekarang, saya akan terus mengembangkan kemampuan bermain," tukas pemain depan ini.

"Saya takkan berhenti berlatih. Saya akan menggandakan upaya. Barcelona klub terbaik dunia. Saya rasa para peserta di tingkat global nanti akan bermain dengan intensitas sangat tinggi. Saya akan mengerahkan yang terbaik dan juga bersiap dengan baik."



"Ini salah satu momen terbesar dalam hidup saya bisa berangkat ke Barcelona dan mewakli negara saya di ajang final global The Chance"

- Napapon Sripatheep


Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait