thumbnail Halo,

Pemain muda Papua harus mengasah mental bertanding...

Di luar dugaan tim-tim favorit seperti Akademi Sepakbola Emsyk dan SSB Numbay Star harus memupus harapan mewakili Papua ke Liga Danone 2011 di Jakarta. Padahal dua tim Emsyk dan Numbay Star selama tiga tahun berturut-turut selalu bertemu di final. Namun kali ini mereka harus tersingkir di putaran di babak sebelumnya.

“Saya kira kompetisi Liga Danone ini sangat bagus bagi anak-anak usia 12 tahun ke bawah tetapi mestinya setiap daerah khususnya Papua harus melakukan pra-kompetisi. Hal ini penting agar anak-anak terbiasa dengan atmosfir kompetisi,” tutur Robby Maruanaya kepada GOAL.com Indonesia di Jayapura, Jumat (22/4).

Mantan pemain belakang timnas itu menambahkan semakin banyak kompetisi di tingkat lokal akan menambah jam terbang dan mental bertanding mereka bisa terasah.
 
Sekolah Sepak Bola (SSB) Biak keluar sebagai juara turnamen sepak bola usia dini tahunan Piala Danone wilayah Papua setelah di partai final menekuk perwakilan dari Kabupaten Jayapura, SSB Wahenlou dengan skor tipis 2-1.

Dengan raihan ini, SSB Biak berhak mewakili Papua berlaga pada turnamen Piala Danone tingkat Nasional Juli mendatang di Jakarta. Adapun juara II, III, dan IV diraih SSB Wahenlou, SD Negeri Kotaraja dan SSB Emsyk Wamena.

Laga antara SSB Biak vs SSB Wahenlou sendiri sempat diwarnai aksi protes dari kubu SSB Wahenlou yang menganggap gol kedua lawan tidak sah. Karena sebelum mencetak gol pemain SSB Biak telah berada dalam posisi offside.  Namun aksi protes ini tidak berlangsung lama dan pertandingan kembali dilanjutkan hingga usai.  

“Kami memang menargetkan untuk keluar sebagai juara tahun ini. Tahun lalu kami gagal juara karena ada beberapa faktor non teknis,” kata pelatih SSB Biak, Henock Mofu usai laga.

Ia mengatakan, timnya hanya satu bulan mempersiapkan diri sebelum berangkat ke Jayapura untuk mengikuti Turnamen Danone Cup.

“Setelah kami kembali ke Biak, kami akan langsung kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti turnamen tingkat nasional Juli nanti,” ujarnya.

Mofu siap menggenjot dan meningkatkan permainan tim sebelum berangkat ke Jakarta karena ia menilai persaingan ditingkat Nasional tentu lebih berat lagi dibanding di tingkat Provinsi.

“Kami juga akan melobi para pejabat yang ada di Biak agar kedepannya mereka lebih memprioritaskan dan meperhatikan pembinaan sepak bola usia dini, ” tandasnya. (gk-34)