thumbnail Halo,

Juru taktik timnas U-16 ini mengaku beruntung anak asuhnya bisa kebobolan lebih dari satu gol.

Pelatih timnas U-16 Mundari Karya mengungkapkan, ia terpaksa menerapkan permainan bertahan ketika dikalahkan Jordania dalam pertandingan terakhir Grup A  AFC U-16 Championship di Stadion Jar, Taskhent.

Kekalahan dari Jordania ini memusnahkan ambisi menciptakan sejarah baru lolos ke perempat-final untuk kali pertama. Hasil ini membuat timnas U-16 hanya menempati posisi ketiga klasemen akhir dengan nilai tiga.

“Sangat sulit bagi pemain untuk tampil bagus hari ini, karena banyak diantara mereka yang sedang sakit. Itu yang menjadi alasan kami menerapkan permainan bertahan,” ungkap Mundari dilansir laman konfederasi sepakbola Asia [AFC].

“Jordania adalah tim yang bagus, dengan pemain berkualitas. Mereka telah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka berhasil menciptakan banyak pekuang, dan beruntung kami hanya kebobolan satu gol.”

“Hasil akhir tentu saja tidak bagus bagi kami. Tapi para pemain, dalam kondisi tertentu, sudah melakukan yang terbaik.”

>> Halaman Khusus Sepakbola Indonesia
>> Jadwal - Hasil - Klasemen Superliga Indonesia.

Berita Terkini Sepakbola Indonesia

Terkait