thumbnail Halo,

Pemecah rekor pencetak gol terbanyak dalam semusim La Liga ini merangsek ke posisi runner-up GOAL.com 50.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 22 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Kecepatan. Kekuatan. Presisi. Banyak yang menganggap atribut-atribut itu sangat integral untuk pesepakbola di era modern, dan Cristiano Ronaldo memiliki semuanya. Ronaldo seolah dibentuk untuk permainan masa kini, dikonstruksi untuk mencetak gol, dan kesuburannya di depan gawang musim lalu mengesahkan nama Ronaldo sebagai salah satu goleador terdahsyat sepanjang sejarah La Liga.

"Ada dua opsi: Cristiano dan Messi. Bila Anda menganggap Cristiano sebagai nomor satu, maka Messi adalah nomor dua. Bagi saya sendiri semuanya sudah jelas, Cristiano adalah nomor satu."

- Jose Mourinho

Akan tetapi, kampanye kemarin toh tak bisa dikatakan memuaskan dalam segala aspek buat Ronaldo. Meski performa tim yang dibelanya, Real Madrid, meningkat pesat dibanding edisi sebelumnya, Los Blancos kembali harus mengakui keunggulan Barcelona, yang juga kian mendongkrak standar permainan mereka, di La Liga dan Liga Champions. Kegagalan tersebut menjadi ending antiklimaks untuk musim debut Jose Mourinho, yang juga diwarnai sederet laga el clasico kontra sang seteru abadi yang penuh kontroversi.

MOMEN TERBAIK 2010/11

FINAL COPA DEL REY
REAL MADRID 1-0 BARCELONA
Sering dikritik lantaran jarang menyuguhkan performa bagus melawan Barcelona, Ronaldo membungkam semua keraguan tersebut dengan melesakkan gol sundulan ciamik di masa extra-time yang memastikan raihan trofi perdananya bersama Madrid.
Kendati demikian, Ronaldo sukses menjaga torehan impresif rasio gol per laganya dalam beberapa tahun terakhir. Ia terus mengamuk mengoyak jala lawan sekalipun kans menjuarai liga telah tertutup sebelum jornada pamungkas. Statistik edannya di pekan-pekan terakhir pun membawanya memecahkan rekor topskor dalam semusim La Liga.

Baik itu memakai catatan 41 gol dari Marca yang 'menghibahkan' gol Pepe kontra Real Sociedad di bulan September kepada Ronaldo, ataupun statistik media-media lain sebanyak 40 gol, posisi CR7 sebagai pencatat rekor anyar melewati Telmo Zarra dan legenda Madrid, Hugo Sanchez, tak tergoyahkan.

Jumlah tersebut juga lebih dari cukup guna menghadirkan Sepatu Emas Eropa untuk kali kedua bagi Ronaldo sekaligus menjadikannya satu-satunya pemain yang pernah meraih penghargaan tersebut dengan dua klub berbeda -- sebelumnya bersama Manchester United.

Ronaldo menggelontorkan 11 gol di empat gim liga terakhir untuk mengangkangi striker Barca, Lionel Messi. Sepanjang musim lalu, ia menjaringkan quat-trick ke gawang Racing Santander dan Sevilla, tiga tim, yakni Getafe, Athletic Bilbao, serta Malaga harus rela menderita trigol dari Ronaldo. Secara keseluruhan, lelaki kelahiran Portugal itu mengukir 53 gol dari 54 laga di semua ajang, angka yang amat sensasional untuk ukuran pemain yang lebih sering diposisikan sebagai sayap kiri ketimbang menjadi ujung tombak utama di dalam kotak penalti.

Ronaldo mungkin saja menganggap gol-golnya itu sia-sia lantaran timnya masih gagal mendongkel Barca dari singgasananya. Kendati begitu, ia tetap mendapatkan momen istimewa yang pantas dikenangnya di final Copa del Rey. Pesepakbola termahal dunia itu melompat tinggi untuk menanduk umpan silang Angel Di Maria. Gol sundulan yang keren di babak perpanjangan waktu itu menjadi gol penentu yang memastikan trofi Piala Raja kembali ke ibu kota Spanyol sekaligus menjegal langkah Barca mengemas treble kedua dalam tiga tahun.

Itu bukan medali yang benar-benar diidamkan Ronaldo, tapi yang jelas ia sudah mempersembahkan kemampuan terbaiknya untuk mendorong Madrid menuju sukses. Dia mengerti benar bahwa demi mengonfirmasikan posisi Los Merengues sebagai penantang utama Barca sekali lagi di musim 2011/12, ia wajib memproduksi kualitas yang sama seperti musim lalu. Misi yang sungguh berat, tapi Ronaldo adalah figur yang kapabel menangani tekanan dan ekspektasi yang dibebankan di pundaknya.

"Secara keseluruhan, Ronaldo mengukir 53 gol dari 54 laga di semua ajang, angka yang amat sensasional untuk ukuran pemain yang lebih sering diposisikan sebagai sayap kiri ketimbang menjadi ujung tombak utama di dalam kotak penalti."

Target utamanya musim depan tetap sama: terus menciptakan gol-gol yang bakal mengantar Real Madrid merengkuh poin penuh dan menjungkalkan Barcelona. Duel kedua tim di sepasang laga Supercopa de Espana mengindikasikan bahwa perbedaan level di antara dua musuh bebuyutan ini semakin tipis, dan balapan menuju titel akan sangat ketat.

Satu hal yang pasti, saat Madrid kehilangan Ronaldo, mereka adalah tim yang sangat berbeda dengan pengurangan kekuatan yang sangat signifikan. Memang, ia acapkali menggiring bola sendirian dan terkadang terlihat egois, tapi itu justru memperlihatkan ambisinya yang teramat tinggi untuk meraih sukses, dan betapa ia sangat ingin menghadiahkan trofi utama bagi Madridistas, sesuatu yang bisa terwujud musim depan.

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait