thumbnail Halo,

Daftar pesepakbola terbaik GOAL.com musim 2010/11 berlanjut dengan striker subur asal Kolombia yang berkontribusi penting dalam rengkuhan trigelar Porto.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 22 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Tak banyak striker yang mampu menjadi pusat perhatian dengan merumput di liga yang kurang populer seperti Primeira Liga Portugal, tapi Radamel Falcao termasuk contoh langka pesepakbola yang dapat mematahkan anggapan tersebut.

Bersama Hulk, Falcao membentuk salah satu duet termaut dalam satu dekade terakhir. Tak pelak, mereka pun menjadi subjek perbincangan hangat di bursa transfer musim panas ini berkat performa sensasional yang disuguhkan musim lalu.

Tapi, seperti halnya sebagian besar pasangan penyerang klub liga minor yang berpisah setelah mencapai puncak, kerja sama mereka di Porto pun tak bertahan lama. Hulk memang hampir pasti tetap di Estadio do Dragao, tapi sang rekan asal Kolombia resmi meneken kontrak bersama Atletico Madrid setelah hanya dua tahun berseragam Porto.

Falcao sendiri sebenarnya sudah mengguncang Portugal bahkan sebelum ia mendarat di negara yang beribu kota di Lisbon itu. Di musim panas 2009, ia sempat diklaim bakal merapat ke Benfica dari River Plate.

Namun, hanya berselang beberapa hari setelah spekulasi merebak, pada 7 Juli kubu Os Aguias mengonfirmasi bahwa mereka tak akan mendatangkan Falcao lantaran sang striker terlalu lama merespons tawaran yang disodorkan.

Well, Porto pun sebenarnya telah memonitor Falcao sebagai pengganti ideal Lisandro Lopez yang hengkang ke Olympique Lyon. Hanya sepekan setelah pengumuman yang dikeluarkan Benfica, Os Dragoes resmi merekrut pemain bertinggi 177 cm itu dengan banderol murah meriah, cuma €3,9 juta.

"Falcao akan menapaki jalur yang tepat, di Porto atau di mana pun, dia selalu selalu identik dengan gol yang sangat sering dicetaknya."

- Manajer Chelsea, Andre Villas-Boas

Di awal kedatangannya, muncul tanda tanya besar seputar kapabilitas Falcao untuk menghasilkan impak di Eropa karena catatannya selama berkarier di River tak bisa dibilang impresif, tapi keraguan tersebut langsung sirna setahun kemudian setelah Falcao mengemas 34 gol di semua ajang pada musim debutnya bersama Porto dan membuat fans langsung melupakan kepergian Lopez.

Akan tetapi, di balik ketajamannya di depan gawang, terselip sedikit kekecewaan karena Porto gagal menjuarai liga dan 'hanya' sanggup merebut Piala Portugal. Ini terutama diakibatkan Falcao kehilangan rekan terbaiknya, Hulk, di sebagian besar kampanye 2009/10 karena terganjal skorsing panjang menyusul kerusuhan di markas Benfica.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 LIGA EUROPA
PORTO 5-1 VILLARREAL
Bomber asal Kolombia ini memimpin amukan Porto usai jeda dengan menggelontorkan quat-trick di 45 menit kedua untuk mengantar timnya menjejakkan satu kaki di final Liga Europa.
Falcao langsung menggebrak saat mengawali musim kedua di Porto, mencetak gol kedua dalam kemenangan 2-0 di ajang Piala Super Portugal. Tapi, rekening golnya tergolong seret di pekan-pekan perdana Primeira Liga 2010/11. Ia hanya membukukan dua gol di tujuh laga pembuka.

Setelah itu, Falcao benar-benar mengamuk, khususnya di kancah Eropa. Ia selalu bersinar di saat menentukan dengan menjaringkan gol dalam kemenangan 3-1 atas Rapid Wina, serta dalam dua laga versus Villarreal yang berakhir dengan keunggulan agregat 7-3. Di kompetisi domestik, gol-golnya berandil besar bagi Porto saat menghancurkan Benfica 5-0 di liga dan 3-1 di Piala Portugal.

Gol semata wayang Falcao juga muncul sebagai penentu kemenangan atas tim senegara, Braga, di final Liga Europa di Dublin Arena.

Secara keseluruhan, sang bomber mengukir 38 gol, di antaranya lahir lewat dwigol di enam laga, dua kali hat-trick, plus torehan fenomenal empat gol ke gawang Villarreal. Ia juga masuk buku sejarah setelah melampaui rekor Juergen Klinsmann sebagai pencetak gol terbanyak dalam semusim Liga Europa/Piala UEFA yang telah bertahan selama 15 tahun. Falcao melesakkan 17 gol dari 14 gim, unggul dua gol dari legenda Jerman itu.

Catatan Falcao bahkan bisa lebih dahsyat lagi andai ia tak absen pada sepuluh laga antara Januari-Februari gara-gara belitan cedera lutut. Kendati pencapaian treble Porto yang memborong titel Liga Portugal, Piala Portugal, serta Liga Europa tak bisa dianggap hasil kerja Falcao seorang diri, vitalnya kontribusi lelaki kelahiran Kota Santa Marta itu jelas tak bisa dibantah.

Dua musim mengabdi di Porto, sumbangan 72 gol dari 85 penampilan di semua ajang membuat nama Falcao layak disejajarkan dengan striker-striker legendaris klub raksasa Portugal itu, seperti Pinga dan Fernando Gomes.

"Kendati pencapaian treble Porto yang memborong titel Liga Portugal, Piala Portugal, serta Liga Europa tak bisa dianggap hasil kerja Falcao seorang diri, vitalnya kontribusi lelaki kelahiran Kota Santa Marta itu jelas tak bisa dibantah."

Namun, karier Falcao yang cukup singkat di Estadio do Dragao dipastikan berakhir setelah Atletico Madrid bersedia merogoh kocek hingga €40 juta untuk menebusnya. Porto pun tak mungkin mempertahankan sang pemain karena ia berambisi membuktikan kehebatannya di liga yang lebih elite.

Lubang besar yang ditinggalkan Falcao pasti bakal susah ditambal Si Biru-Putih. Meski presiden klub, Pindo da Costa, bulan lalu mengatakan bahwa Hulk adalah satu-satunya pemain yang tak tergantikan di Porto, waktu akan membuktikan bahwa ia seharusnya mempertimbangkan Falcao di posisi serupa.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait