thumbnail Halo,

Striker Barcelona yang turut membantu kesuksesan klubnya di kancah domestik dan Eropa ini meneruskan daftar 50 pemain terbaik GOAL.com.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Saat David Villa bergabung dengan Barcelona dari Valencia dengan harga €40 juta musim panas tahun lalu, semua orang seperti sepakat bahwa ini merupakan salah satu transfer yang persentase kesuksesannya paling tinggi. Penyumbang gol reguler dan konsisten dengan rata-rata 20 gol per musim selama lima edisi terakhir, punggawa timnas Spanyol ini diperuntukkan sebagai pengganti Zlatan Ibrahimovic guna memperluwes pergerakan operan Barca dan tentu saja menggetarkan jala lawan.

Memang itulah yang dilakukannya. Villa menutup kampanye 2010/11 dengan ukiran 23 gol dan enam assist di semua kompetisi, 18 gol dan lima assist-nya muncul dari 32 laga Primera Liga di mana Villa turun sebagai starter. Dengan Lionel Messi umumnya diposisikan sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-3 ala Pep Guardiola, Villa seringkali diplot menyisir sisi sayap dan bermain lebih jauh dari mulut gawang ketimbang semasa berkostum Valencia.

Kendati demikian, Villa tetap sukses memproduksi gol demi gol. Di saat bersamaan, ia juga mampu menjaga estetisme serta keindahan sepakbola raksasa Catalan itu dan berkombinasi dengan bagus bersama rekan-rekan barunya.

"Villa hadir di sini bukan hanya sebagai penuntas serangan. Villa bersinonim dengan kedalaman. Itu berarti dia selalu siap membuka jalur operan, menarik bek-bek lawan sekaligus menciptakan ruang untuk pemain lain."

-
Johan Cruyff 

Dinilai sebagai satu di antara para striker terbaik dunia, Villa sama sekali tak mengecewakan setelah merapat ke Camp Nou. Ia beradaptasi dengan mulus dalam skema Guardiola. Bisa dibilang Villa sudah terbiasa dengan sistem serupa di timnas Spanyol. Bahkan, enam orang dari starting XI Tim Matador saat menghadapi Belanda di final Piala Dunia 2010 adalah personel Barcelona.

MOMEN TERBAIK 2010/11

  FINAL LIGA CHAMPIONS
BARCELONA 3-1 MAN. UNITED
Menyumbang gol ketiga timnya lewat tendangan deras dari jarak sekitar 20 meter untuk mengonfirmasikan kemenangan meyakinkan The Catalans atas wakil Inggris itu di Wembley.
Debut liga untuk Barca, melawan Racing Santander pada akhir Agustus, dilakoni Villa dengan melesakkan gol penutup dalam kemenangan 3-0. Hanya berselang dua minggu, ia kembali mengukir nama dalam scoresheet di laga perdana Liga Champions berseragam Barca, menang 5-1 versus Panathinaikos.

Perkembangan Villa di Barcelona terus berlanjut dengan tugasnya sebagai aktor pendukung Messi di depan gawang diperankan secara sempurna hingga hingga pertengahan musim.

Usai winter break, catatan golnya menukik. Meski begitu, etos kerja dan pengorbanannya demi kepentingan tim tetap sangat kentara, dan di bulan Maret Villa sukses mengangkangi Raul Gonzalez sebagai topskor sepanjang masa timnas Spanyol dengan menjaringkan gol ke gawang Republik Ceko, tapi lelaki 29 tahun itu hanya sekali masuk papan skor dalam 16 partai kompetitif bagi Barcelona antara awal Maret sampai medio Mei.

Tetapi, segalanya berakhir baik buat Villa. Ia mengulang catatannya saat debut di Barcelona, melesakkan gol penutup dalam kemenangan 3-1 atas Manchester United di final Liga Champions. Menerima bola di luar kotak penalti, mantan bintang Sporting Gijon ini melepas tembakan yang tak mampu dijangkau Edwin van der Sar, menjadi kulminasi yang pas untuk menutup kampanye Villa dan Barca.

"Dengan Lionel Messi umumnya diposisikan sebagai penyerang tengah dalam formasi 4-3-3 ala Pep Guardiola, Villa seringkali diplot menyisir sisi sayap, tapi ia tetap sukses memproduksi gol demi gol."

Tentu saja, sebiji gol itu tak dapat menyembunyikan kemerosotan performanya di tiga bulan terakhir musim 2010/11. Bahkan, sempat muncul laporan bahwa Barca berniat mendatangkan penyerang yang lebih muda semisal Giuseppe Rossi milik Villarreal.

Tetapi, bagi seorang pesepakbola seperti Villa, yang telah menjelma sebagai salah satu bomber terbaik Spanyol sejak milenium baru dan memiliki keinginan bekerja keras yang tinggi seperti juga kemampuan tekniknya, rasanya terlalu prematur untuk mengatakan bahwa dia telah habis.


Ikuti GOAL.com Indonesia di
twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait