thumbnail Halo,

Striker kuat asal Brasil yang menjadi figur vital dalam langkah Porto menyabet treble musim lalu ini melanjutkan hitung-mundur GOAL.com 50.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Amat jarang bagi seorang pemain dapat langsung menerobos ke jajaran pesepakbola terbaik dunia dalam waktu yang begitu singkat seperti Hulk. Pada 2008, sang striker yang waktu itu masih berusia 22 tahun bergabung dengan Porto sebagai figur tak dikenal, bahkan di negara kelahirannya sendiri sekalipun, tapi hanya setahun kemudian ia sudah mendapat pengakuan dunia.

Di musim pertama di Estadio do Dragao, Hulk, yang digaet Porto dengan dana €5,5 juta, membentuk trio penyerang impresif bersama Lisandro Lopez serta Cristian Rodriguez dan berhasil menarik perhatian dengan serangkaian penampilan oke di Liga Champions, terutama kala menghadapi Atletico Madrid, di mana performa Hulk menghasilkan komparasi dengan Ronaldo oleh media di Spanyol.

Sadar bahwa Hulk mulai mengundang ketertarikan dari tim-tim elite Eropa hanya dalam kurun setahun merumput di Porto, klub tersebut lantas menawarkan ekstensi kontrak berdurasi dua tahun dan melonjakkan klausul pelepasannya dari semula €40 juta jadi €100 juta, angka buy-out clause tertinggi yang pernah dipatok di Portugal.

"Ini mungkin sulit dipercaya, tapi saya tak akan menukar Hulk dengan Cristiano Ronaldo."


-
Pinto da Costa, presiden Porto

Tak perlu waktu lama bagi Hulk untuk menanti penampilannya dilirik Dunga, pelatih timnas Brasil ketika itu, yang segera memanggil sang penyerang untuk dua laga ujicoba pada Oktober 2009, melawan Inggris dan Oman. Starter tak tergantikan di Porto dan menjadi anggota timnas Brasil, saat itu tampaknya cuma langit yang jadi batas pencapaian Hulk, tapi musim keduanya di Portugal ternyata berjalan stagnan, dan itu disebabkan insiden dalam satu pertandingan.

MOMEN TERBAIK 2010/11

Super Liga Portugal
PORTO 5-0 BENFICA
Hulk membintangi kemenangan timnya dalam salah satu hasil paling mengejutkan musim lalu ini. Dengan sprint dahsyat di sayap kanan, ia jauh meninggalkan David Luiz sebelum mengirim assist untuk Varela. Ia juga melesakkan dua gol terakhir Porto untuk melengkapi performa istimewanya.
Pada 20 Desember 2009, Hulk menyerang seorang steward usai kekalahan tandang 1-0 di Benfica menyusul kerusuhan dalam terowongan menuju ruang ganti.

Awalnya Hulk dijatuhi skorsing selama empat bulan, tapi pada Maret Dewan Peradilan Federasi Sepakbola Portugal mengurangi suspensi tersebut menjadi hanya tiga laga, namun keputusan itu muncul setelah sang pemain harus dipinggirkan di 17 gim.

Alhasil, Hulk pun hanya ambil bagian di delapan laga domestik pada paruh akhir musim dan dicoret Dunga dari daftar pemain untuk Piala Dunia di Afrika Selatan.

Pascaperiode yang sangat membuat frustrasi tersebut, Hulk menatap kampanye 2010/11 sebagai ajang pembuktian bahwa pencapaian Porto yang kurang baik di musim sebelumnya tak akan terjadi jika ia tak menerima hukuman yang disebutnya sebagai "skorsing tak adil".

Perjalanan Hulk untuk menuntaskan dendam dimulai kala melawan Benfica, juara bertahan liga yang dilibas 2-0 di ajang Piala Super Portugal. Kemenangan itu pun menandai start gemilang Porto bersama pelatih anyar Andre Villas-Boas.

Meski Hulk tak masuk papan skor di laga tersebut, ia toh langsung menebusnya dengan berondongan tujuh gol dalam empat gim berikut, termasuk hat-trick kala memukul Genk 4-2 di Liga Europa.

Tapi, kontribusi Hulk buat timnya jauh lebih dari sekadar gol. Teknik dan kecepatan yang dipadukan dengan kekuatan fisik luar biasa menjadikannya figur unik di sepakbola. Perannya dalam skuad kian penting di pertengahan musim ketika striker Radamel Falcao harus absen selama hampir dua bulan akibat cedera lutut. Selama periode tersebut, Hulk mengemas empat gol dan memimpin lini depan Porto dengan baik sekaligus memastikan catatan klub tetap stabil.

"Teknik dan kecepatan Hulk yang dipadukan dengan kekuatan fisik luar biasa menjadikannya figur unik di sepakbola."

Walau finishing touch-nya tampak sedikit berkurang memasuki fase-fase akhir musim, Hulk tetap memainkan peran vital dalam pencapaian Porto merengkuh titel Liga Portugal, Piala Portugal, serta Liga Europa. Ia membukukan total 36 gol dari 54 gim di semua kompetisi.

Namun, ternyata itu tetap belum mampu meyakinkan suksesor Dunga di timnas Brasil, Mano Menezes, untuk memasukkan namanya dalam skuad ke Copa America. Menezes sendiri pasti akan memikirkan ulang strateginya setelah performa mengecewakan Selecao dalam turnamen tersebut, dan sang pelatih bisa jadi akan memberikan peran influensial bagi Hulk di masa depan.

Sementara itu, tantangan terbesar untuk Porto mungkin adalah mempertahankan tenaga Hulk. Pada 201/12 ini, Hulk akan menapaki musim keempat bersama klubnya itu. Tak pelak, ia mungkin mempertimbangkan sebuah tantangan anyar di akhir kampanye nanti. Kendati begitu, banderol €100 juta yang disematkan padanya bisa membuat peminat potensial mengurungkan niat, dan perbedaan amat signifikan antara release clause Hulk dan Falcao (€45 juta) -- striker penting lainnya di Porto -- bisa saja berujung pada instabilitas skuad.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait