thumbnail Halo,

Daftar 50 pesepakbola terbaik 2010/11 versi GOAL.com berlanjut dengan penyerang berkelas asal Italia yang mengukuhkan posisi di deretan striker top Eropa ini.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Menatap start 2010/11, sudah tiga tahun terlewati sejak Giuseppe Rossi memutuskan berganti haluan dari Manchester United ke Villarreal. Sang Italiano telah cukup berhasil mengesankan publik El Madrigal yang apresiatif, namun tetap kalah menonjol dibanding striker-striker terbaik lainnya di Spanyol. Baru pada musim kemarinlah lelaki 24 tahun itu melejit dari seorang talenta yang tengah berkembang hingga menjadi penyerang komplet yang matang.

"Itu benar. Saya menyesal tak memanggilnya [Rossi] ke Piala Dunia di Afrika Selatan."

- Mantan pelatih Italia, Marcello Lippi

Sebelum memasuki musim keempat dalam balutan jersey kuning Villarreal, catatan gol tertinggi Rossi berjumlah 19 pada 2008/09, tapi ia melampaui rekor pribadinya itu dengan selisih yang lumayan jauh, 32 gol dalam 50 penampilan di semua ajang.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 LA LIGA:
ESPANYOL 0-1 VILLARREAL
Lewat sudut amat sempit, Rossi melepas tembakan yang melesat melewati Carlos Kameni dan bersarang di dalam gawang, sebuah gol yang berujung kemenangan krusial bagi target The Yellow Submarines ke Liga Champions.
Tapi, peningkatan pesat Rossi untuk bergabung dalam deretan talenta ofensif terbaik bukan semata terlihat dari koleksi golnya. Di bawah arahan Juan Carlos Garrido, Villarreal menyuguhkan sepakbola paling apik dan cerdas di luar kubu Camp Nou, dan striker kelahiran New Jersey, AS, itu merupakan tumpuan utama permainan menyerang mereka.

Nama-nama seperti Borja Valero serta Santi Cazorla, yang termasuk gelandang-gelandang paling kreatif di Tanah Matador, tahu benar cara memaksimalkan kelebihan-kelebihan Rossi, baik itu first touch-nya yang istimewa, kemampuannya untuk menyelinap dan mencari celah, atau melepaskan diri dari pemain bertahan lawan dan menuntaskan serangan dengan kaki kirinya yang dahsyat.

Seluruh aspek dari permainan Rossi di atas bekombinasi sempurna musim lalu, 18 gol dari 36 partai La Liga sangat vital bagi pencapaian tim asuhan Garrido untuk mengunci peringkat empat dan tiket ke play-off Liga Champions. Torehannya di Liga Europa bahkan lebih impresif lagi dengan total 11 gol dari 12 laga yang sekaligus membantu Tim Kapal Selam Kuning melaju hingga semi-final.

Dengan performa menanjak di level klub, pemanggilan reguler ke tim nasional, sesuatu yang amat didambakannya menyusul kekecewaan karena dicoret dari skuad Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, pun tak terelakkan lagi. Gol-gol ke gawang Jerman, Ukraina, dan Estonia jelang akhir musim seolah menjadi penegas bahwa Rossi akan mendapat tempat permanen dalam skuad Azzurri asuhan Cesare Prandelli.

"Villarreal menyuguhkan sepakbola paling apik dan cerdas di luar kubu Camp Nou, dan striker kelahiran New Jersey, AS, itu merupakan tumpuan utama permainan menyerang mereka."

Dengan statistik yang sangat impresif itu, klub-klub penarget pun mengantre tanda tangannya, tapi setelah Barcelona dan Juventus enggan menyanggupi banderol Villarreal, tampaknya Rossi akan tetap bermukim di El Madrigal musim depan.

Usai meneken kontrak baru hingga 2016 pada Januari silam, Rossi mengutarakan kebahagiannya di klub, dan meskipun dia mungkin siap menerima kesempatan untuk mengembangkan kariernya di tempat lain, Rossi mengapresiasi Villarreal sebagai tim yang mengeluarkan sisi terbaiknya, dan hubungan harmonis ini tampaknya masih akan terus bersemi.


Mobile GOAL.com
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai akses GOAL.com via ponsel,
termasuk cara mengunduh aplikasinya, klik di sini.

Terkait