thumbnail Halo,

Daftar elite GOAL.com kini sampai di peringkat ke-25 yang diamankan penyerang gaek Udinese yang berhasil meraih predikat 'capocannoniere' untuk kali kedua beruntun.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Membukukan 29 gol di musim 2009/10, Antonio Di Natale melangkah lebih jauh lagi pada 2010/11. Meski kalah banyak dibanding musim sebelumnya, koleksi 28 gol Di Natale amat vital dalam mengantar Udinese menggapai jatah play-off Liga Champions.

Kubu Stadio Friuli memang mengundang decak kagum dari publik sepakbola Eropa dengan skuad first-team yang muda dan eksplosif serta menampilkan permainan menyerang nan apik, mereka tak akan memiliki harapan finis di empat besar tanpa bantuan kapten mereka yang inspirasional.

"Antonio Di Natale adalah teladan bagi semua pemain dalam hal sikap dan profesionalisme."

-
Francesco Guidolin

Setelah melalui bencana di Piala Dunia 2010 bersama Italia, meski dirinya bermain lumayan baik, situasi yang dihadapi Di Natale bersama klubnya pun tak kalah mengenaskan. Udinese melakoni start teramat buruk di Serie A, selalu tumbang di empat pekan awal.
MOMEN TERBAIK 2010/11

SERIE A
PALERMO 0-7 UDINESE
Mengemas hat-trick ketiga musim lalu, termasuk sundulan fantastis untuk menaklukkan Salvatore Sirigu. I Friulani pun kian menyebar intensi mengamankan posisi di Liga Champions.

Performa Toto (julukan Di Natale) sendiri juga tak bisa dibilang bagus, hingga pertengahan November ia baru mencetak dua gol -- satu di antaranya merupakan konversi penalti -- dari total 41 tembakan dalam sepuluh laga di tengah perbaikan bertahap Udinese.

Namun, setelah absen dari laga midweek di Catania, ia kembali masuk skuad kala bertandang ke Lecce pada akhir pekan dan menyarangkan hat-trick yang langsung mengembalikan kepercayaan diri baginya dan juga klub.

Hanya dua minggu berselang, Di Natale kembali mengepak trigol. Kali ini versus Napoli yang tengah menanjak. Gol-golnya di antaranya lahir lewat sepakan rendah dari jarak jauh dan sebuah lewat eksekusi sepak pojok yang langsung menghunjam masuk ke dalam gawang.

Saat itu, Udinese mulai memiliki keyakinan terhadap diri mereka sendiri, dengan pelatih Francesco Guidolin percaya pasukannya sudah siap untuk "sesuatu yang lebih besar", sebagian berkat "sikap dan profesionalisme" dari performa pemain 33 tahun itu.

Seturut menanjaknya keyakinan Le Zebrette, meningkat pula rekening gol sang kapten. Pergantian tahun disambutnya dengan torehan 13 gol dalam empat laga, dengan Di Natale masuk papan skor kala timnya melibas Chievo, Genoa, dan Inter, juga mengemas sepasang gol dalam hasil imbang spektakuler 4-4 saat bertandang ke AC Milan. Beberapa pekan kemudian, sang striker dianugerahi penghargaan Pemain Italia Terbaik 2010 di ajang Oscar del Calcio berkat performa dan gol-golnya di tahun tersebut.

Penampilan memukau Bianconeri berlanjut dengan catatan istimewa tak terkalahkan dalam 13 gim dan membobol gawang lawan sebanyak 35 kali, 15 berasal dari Di Natale seorang sebagai kartu as. Dwigol melawan Cesena dan Cagliari seperti tertutupi dengan hat-trick ketiganya musim lalu dalam kemenangan absolut 7-0 atas tuan rumah Palermo. Gol pembuka skor oleh Di Natale tercipta dengan apik. Ia dengan lihai melepaskan diri dari kawalan sebelum menanduk bola kiriman Pablo Armero dari sisi sayap kiri dan menaklukkan kiper Salvatore Sirigu.

"Udinese membukukan catatan istimewa 13 laga tak terkalahkan dan melesakkan 35 gol, 15 berasal dari Di Natale seorang."

Di pekan-pekan terakhir musim, Udinese berada dalam kondisi wajib menang dalam gim melawan Lazio untuk memberi mereka keunggulan dalam perburuan tiket Liga Champions, dan sang skipper-lah yang sekali lagi muncul sebagai pahlawan. Dua golnya di babak I cukup untuk mencetak poin penuh. Meski eksekusi penaltinya di giornata pamungkas menghadapi Milan berakhir dengan kegagalan, Di Natale turut membantu meraih satu angka yang dibutuhkan guna mengunci peringkat empat.

Kini total gol Serie A Di Natale ada di angka 130, dan ia belum lama ini menegaskan keinginan menembus 150 gol musim depan. Dengan performanya dalam beberapa tahun terakhir yang dikombinasikan dengan rasa lapar kemenangan dan potensi timnya yang terus meningkat, Di Natale amat berpeluang menyabet titel topskorer untuk ketiga kali secara berturut-turut.


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait