thumbnail Halo,

Maestro lini tengah Inter yang tetap mampu mencatat kampanye positif meski terganggu cedera dan keletihan ini melanjutkan daftar elite GOAL.com.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Sesuatu yang mahalasulit bagi Wesley Sneijder untuk mengulang raihan di kampanye 2009/10 bersama klub dan negaranya. Pria 27 tahun itu menjadi mesin penggerak utama dalam skuad Inter yang berlari maksimal di seluruh kompetisi hingga menggapai trigelar nan sensasional.

Setelah itu, ia membukukan lima gol untuk Belanda dalam perjalanan menuju final Piala Dunia, walau kekalahan tipis 1-0 dari Spanyol di Johannesburg akhirnya menjadi pemisah dari trofi tertinggi sepakbola.

Banyak yang menilai catatan fenomenal tersebut bakal berujung dengan titel FIFA Ballon d'Or untuk Sneijder, namun secara tak terduga ia tak masuk daftar tiga finalis, dan justru bintang Barcelona, Lionel Messi, yang akhirnya menyabet penghargaan itu.

"Ya, Sneijder brilian. Dia sudah brilian setidaknya sejak dua tahun lalu bersama Inter dan Belanda."

Eks bintang Manchester United, Paul Scholes

Pemuncak GOAL.com 50 edisi 2009/10 ini wajib membuktikan sesuatu, tapi keletihan plus kekacauan yang melanda klub menyusul penunjukan Rafael Benitez sebagai pelatih meredupkan sinar sang playmaker di periode awal musim anyar.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 FINAL COPPA ITALIA:
INTER 3-1 PALERMO
Pemain Belanda ini mempersembahkan performa istimewa dengan mengkreasikan dua gol Samuel Eto'o sekaligus mengantar Inter mengangkat trofi Coppa Italia berkat kemenangan 3-1 atas Palermo.
Sneijder baru menyumbang gol untuk Inter di Serie A pasca-winter break, tapi ia sempat melesakkan dua gol penting di fase grup Liga Champions. Namun, kala Sneijder mulai menemukan kembali performa terbaik, cedera di Piala Dunia Antarklub pada Desember menjegal momentumnya.

Mengusung 'dendam', dia langsung masuk papan skor secara beruntun di dua gim Serie A saat comeback awal Februari hingga mengundang pujian dari legenda Inter, Alessandro Altobelli, yang menyebutnya tengah menjalani momen magis.

Sneijder membangkitkan kembali skuad, dan Inter mengoleksi 13 kemenangan kandang berturut-turut yang sempat membuat AC Milan waswas, meski pada akhirnya Inter harus rela menyerahkan scudetto kepada sang tetangga.

Kendati gagal mempertahankan titel Serie A dan Liga Champions, anak-anak asuh Leonardo tetap meraih silverware setelah mengandaskan perlawanan Palermo di final Coppa Italia dengan Sneijder menjadi aktor utama lini tengah.

Kini, pilar timnas Belanda itu rutin menghiasi headline di zona transfer seturut mencuatnya keberminatan dari kampiun Liga Primer, Manchester United. Sneijder berulang kali menegaskan dirinya kerasan tinggal di Milano, tapi ia juga tak menutup potensi kepindahan ke Inggris musim panas ini.

"Sang playmaker kembali dengan mengusung 'dendam' pada awal Februari. Dia langsung masuk papan skor secara beruntun di dua gim Serie A hingga mengundang pujian dari Alessandro Altobelli yang menyebutnya tengah menjalani momen magis."

Sneijder tampaknya masih akan terus meneror barisan pertahanan lawan. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah di mana dia akan melakukannya: Serie A atau Premier League?


Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait