thumbnail Halo,

Sensasi belia Brasil yang menjadi salah satu komoditi terpanas di bursa transfer ini melanjutkan hitung mundur GOAL.com 50.

Selamat datang di GOAL.com 50! Dalam edisi spesial ini, para editor GOAL.com di seluruh dunia memilih 50 pemain terbaik 2010/11. Hingga diumumkannya sang pemenang pada 21 Agustus, kami melakukan hitung mundur dengan memuat profil setiap pemain yang menembus 50 besar...

Brasil identik sebagai negara yang doyan menelurkan bintang-bintang muda yang kemudian tak jarang menjelma jadi pemain terbaik sejagat. Kebiasaan itu sekali lagi ditegaskan dengan lahirnya mutiara satu ini.

Neymar sudah telah menerima banjir pujian dari nama-nama besar sepakbola Negeri Samba, mulai dari Pele dan Romario, hingga Ronaldo serta Kaka. Lantas jejak siapa yang bakal diikutinya? Akankah dia menjadi Pele baru, Ronaldo, Robinho, atau Garrincha baru?

"Bagi saya, dia sudah jadi pesepakbola terbaik di Brasil dan saya yakin setelah satu atau dua tahun di Eropa, dia bisa jadi pesepakbola terbaik di dunia."

-
Ronaldo

Sudah sejak lama klub-klub elite Eropa melayangkan pandangan pada Neymar, namun baru pada musim 2010/11-lah striker Santos itu mengonfirmasi diri sebagai salah satu prospek paling menjanjikan di era sepakbola modern.

MOMEN TERBAIK 2010/11

 FINAL COPA LIBERTADORES 2011
SANTOS 2-1 PENAROL
Melesakkan gol pembuka di second leg final Copa Libertadores yang membantu Santos mencaplok titel untuk kali pertama sejak 1963.
Tak butuh waktu lama untuk dimulainya perang perebutan tanda tangannya, dengan klub pemiliknya berupaya sekuat tenaga mengusir godaan dari tim-tim semacam Chelsea, Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Milan, dan Inter. Hal ini pun tak perlu diherankan.

Sepanjang 2010, sejak Campeonato Brasileiro hingga Paulista, insting mencetak gol Neymar yang tajam tersorot secara instan setelah ia mengemas 42 gol dari 60 laga.

Di Copa Libertadores 2011, talenta 19 tahun ini melesakkan enam gol untuk duduk sebagai runner-up topskorer sekaligus membawa Santos merengkuh mahkota juara Amerika Selatan, 48 tahun setelah Pele mengukir catatan serupa.

Tapi, menggetarkan jala lawan bukan satu-satunya kelebihan yang mengangkat Neymar menjadi sensasi. Performanya yang penuh percaya diri dan mempesonalah yang membuat para scout dari seantero Eropa jatuh hati.

Mulai dari gaya eksekusi penaltinya yang berani, di mana dia biasa berhenti tepat sebelum menendang bola, hingga liukan dribel serta kecepatannya yang menakjubkan. Neymar memiliki semua yang dibutuhkan untuk mengakomodasi finishing-nya yang mematikan dan menjadikannya salah satu striker belia terkomplet saat ini.

Performa sensasional dan konsisten di level klub membuat pelatih Selecao, Mano Menezes, mustahil meninggalkannya dari susunan skuad timnas. Baru mengoleksi sembilan cap sejak debut pada Agustus 2010, Neymar sudah menyumbang lima gol, termasuk dua di Copa America 2011.

Namun, turnamen kontinental di Argentina itu sendiri menghasilkan kekecewaan besar buat Neymar. Remaja kelahiran Sao Paulo itu gagal memenuhi ekspektasi dalam ajang yang dipandang oleh banyak pengamat sebagai kesempatan emas baginya untuk bersinar di pentas internasional. Sepasang gol ke gawang Ekuador pun tak cukup untuk menebus keseluruhan performanya yang melempem.

"Neymar tersanjung dibanding-bandingkan dengan Pele, tapi dia sendiri merasa gaya permainannya lebih menyerupai Garrincha."

Kampanye 2011/12 bakal menjadi musim penting untuk Neymar. Bila tetap bersama Santos, seperti yang diperkirakan, dia akan memiliki kans untuk kembali membuktikan diri di Piala Dunia Antarklub. Usai pergantian tahun, kepindahannya yang sudah dinanti-nanti ke Eropa diprediksi terealisasi. Jika memang demikian, saat itu bisa menjadi titik balik kariernya.


Mobile GOAL.com
Untuk keterangan lebih lanjut mengenai akses GOAL.com via ponsel,
termasuk cara mengunduh aplikasinya, klik di sini.

Terkait